Headline.co.id, Jakarta ~ Atlet panjat tebing Indonesia, Raji’ah Sallsabillah dan Kadek Adi Asih, meraih medali perak pada nomor speed relay putri World Climbing Series Chongqing 2026 di Chongqing, China, Minggu (20/9/2026). Hasil tersebut diperoleh setelah pasangan Indonesia menghadapi wakil tuan rumah, Jingyue Fan dan Shaoqin Zhang, pada babak final. Indonesia mencatatkan total waktu 15,30 detik, sedangkan pasangan China finis lebih cepat dengan waktu 12,97 detik. Medali perak itu diraih melalui persaingan ketat dan menjadi pencapaian positif bagi Indonesia dalam kompetisi panjat tebing dunia.
Indonesia Raih Medali Perak World Climbing Series Chongqing 2026
Raji’ah Sallsabillah dan Kadek Adi Asih tampil di nomor speed relay putri dalam ajang World Climbing Series Chongqing 2026. Keduanya melaju hingga babak final dan berhadapan dengan pasangan China, Jingyue Fan serta Shaoqin Zhang.
Pertandingan final berlangsung ketat sejak awal. Namun, pasangan Indonesia harus mengakui keunggulan wakil tuan rumah yang mampu mencatatkan waktu lebih cepat.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Kadek Adi Asih membukukan waktu 6,70 detik. Sementara itu, Raji’ah Sallsabillah mencatatkan waktu 8,60 detik. Gabungan catatan waktu keduanya mencapai 15,30 detik.
Pasangan China mencatatkan waktu 12,97 detik dan berhak membawa pulang medali emas. Adapun medali perunggu diraih pasangan Italia, Giulia Randi dan Beatrice Colli.
Persaingan Ketat di Babak Final
Hasil final menunjukkan ketatnya persaingan pada nomor speed relay putri. Indonesia mampu menembus perebutan medali emas setelah bersaing dengan atlet tuan rumah di lintasan panjat tebing.
Meski belum meraih posisi pertama, catatan tersebut membawa Raji’ah Sallsabillah dan Kadek Adi Asih ke podium World Climbing Series Chongqing 2026. Medali perak ini sekaligus memperlihatkan kemampuan atlet panjat tebing Indonesia untuk bersaing di level internasional.
Perbedaan waktu dengan pasangan China menjadi salah satu hasil penting dari pertandingan final. Wakil tuan rumah mencatatkan waktu 12,97 detik, sementara pasangan Indonesia menyelesaikan lomba dengan waktu 15,30 detik.
Konsistensi Menjadi Evaluasi
Setelah pertandingan, konsistensi disebut menjadi hal yang perlu terus dijaga dalam menghadapi kompetisi berikutnya. Raji’ah Sallsabillah menilai konsistensi penting untuk dipertahankan agar performa tetap terjaga pada pertandingan mendatang.
Asisten pelatih timnas panjat tebing disiplin speed, Fitriyani, juga menilai konsistensi performa masih perlu dievaluasi. Evaluasi tersebut diharapkan dapat membantu para atlet mempertahankan penampilan pada kompetisi selanjutnya.
Raihan medali perak di Chongqing menjadi hasil positif bagi Indonesia. Raji’ah Sallsabillah dan Kadek Adi Asih kembali menunjukkan kapasitas atlet panjat tebing Indonesia dalam persaingan internasional melalui penampilan pada nomor speed relay putri.
Dukung beri centang Headline.co.id di icon G (Gratis) atau Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















