Headline.co.id, Pekanbaru ~ Percepatan verifikasi dan validasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Provinsi Riau mendapat apresiasi dari Menteri Koperasi Ferry Juliantono. Apresiasi itu disampaikan dalam Rapat Pemantauan Percepatan Pelaksanaan Verifikasi dan Validasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Nasional yang digelar secara virtual pada Minggu (20/9/2026). Ferry meminta strategi dan pengalaman Riau dibagikan kepada daerah lain untuk mempercepat proses serupa. Percepatan dilakukan melalui koordinasi serta pendampingan langsung kepada pemerintah kabupaten dan kota hingga pemeriksaan dan penginputan data ke dalam sistem berlangsung di lapangan.
Hingga Minggu (20/9/2026), sebanyak 209 KDKMP di Riau telah menjalani proses verifikasi dan validasi. Dari jumlah tersebut, data 105 KDKMP telah dimasukkan ke Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa Merah Putih (SIMKOPDES).
Strategi verifikasi dan validasi KDKMP Riau diminta jadi pembelajaran
Ferry menyampaikan apresiasi tersebut saat memantau perkembangan pelaksanaan verifikasi dan validasi KDKMP secara nasional. Ia menilai perkembangan Riau layak mendapat perhatian dari daerah lain yang sedang menjalankan tahapan serupa.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Ya, beri tepuk tangan buat Provinsi Riau. Ini luar biasa, Pak, luar biasa,” ujar Ferry.
Ferry kemudian meminta Provinsi Riau menyampaikan strategi yang digunakan dalam mempercepat proses verifikasi dan validasi KDKMP. Menurut dia, pengalaman daerah dengan perkembangan baik dapat menjadi rujukan bagi daerah lain untuk mempercepat penyelesaian tahapan tersebut.
“Mungkin bisa sharing kiat-kiat apa untuk teman-teman yang lain, supaya bisa mencontoh dan meniru apa yang dilakukan Provinsi Riau,” katanya.
Permintaan itu menjadikan pelaksanaan verifikasi dan validasi KDKMP Riau tidak hanya menjadi bagian dari pemantauan di daerah, tetapi juga bahan pembelajaran dalam upaya mempercepat proses secara nasional.
Ratusan KDKMP Riau telah menjalani verifikasi
Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi melaporkan, sasaran KDKMP di wilayah tersebut mencapai 552 koperasi. Dari jumlah itu, sebanyak 417 koperasi masuk dalam target yang tercantum dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA).
Data per 20 September 2026 menunjukkan, sebanyak 209 KDKMP telah menjalani proses verifikasi dan validasi. Selanjutnya, data 105 KDKMP telah diinput ke SIMKOPDES.
Jumlah tersebut masih terus bertambah seiring pemeriksaan dan penginputan data yang dilakukan tim verifikasi dan validasi di lapangan. Dengan demikian, proses pendataan tidak berhenti pada pemeriksaan, tetapi dilanjutkan dengan memasukkan hasilnya ke dalam sistem informasi yang digunakan.
Syahrial mengatakan percepatan dilakukan melalui koordinasi dan pendampingan langsung kepada pemerintah kabupaten dan kota. Pendekatan tersebut diterapkan agar proses verifikasi, validasi, dan penginputan data dapat berjalan secara terkoordinasi.
Pendampingan telah dilakukan di enam daerah
Tim verifikasi dan validasi Provinsi Riau telah melakukan pendampingan di enam daerah. Wilayah tersebut meliputi Kota Dumai serta Kabupaten Kuantan Singingi, Pelalawan, Rokan Hilir, Rokan Hulu, dan Kampar.
Pendampingan dilakukan sebagai bagian dari strategi percepatan verifikasi dan validasi KDKMP. Tim bekerja bersama pemerintah daerah dalam proses pemeriksaan dan penginputan data di lapangan.
Selanjutnya, pendampingan akan dilakukan secara bertahap di enam kabupaten/kota lainnya. Jadwal pelaksanaan akan dikoordinasikan bersama pemerintah daerah masing-masing.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa proses verifikasi dan validasi KDKMP di Riau masih berlangsung. Data hasil pemeriksaan juga terus bertambah seiring pelaksanaan pendampingan serta penginputan ke SIMKOPDES.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















