Headline.co.id, Bireuen ~ Jembatan permanen Kutablang A di lintas nasional Banda Aceh-Medan, Desa Tingkeum Manyang, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, selesai dibangun dan dibuka untuk umum pada Minggu (20/9/2026). Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) bersama Pemerintah Kabupaten Bireuen melakukan open traffic perdana di jembatan tersebut. Pembangunan jembatan ini dilakukan untuk memulihkan jalur transportasi utama setelah infrastruktur sebelumnya terdampak bencana hidrometeorologi Sumatra. Penyelesaian pembangunan melibatkan Kemen PU, Pemkab Bireuen, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Krueng Meuh, serta pihak lain yang terkait dengan perencanaan, pembangunan, dan pengawasan.
Kepala Posko Wilayah Aceh Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Safrizal ZA menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan jembatan Kutablang A. Menurut dia, jembatan tersebut dapat diselesaikan melalui kerja sama, ketekunan, dan kedisiplinan.
“Alhamdulillah. Berkat kerjasama seluruh pihak, ketekunan dan kedisiplinan, akhirnya jembatan Kutablang A selesai dibangun tepat waktu. Dan pada hari Minggu, 20 September 2026, hari ini, jembatan tersebut telah dibuka untuk umum oleh Kementerian PU,” kata Safrizal melalui keterangan resmi, Minggu (20/9/2026).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Nilai Kontrak Jembatan Kutablang A Rp107,5 Miliar
Safrizal menerangkan, nilai kontrak pembangunan jembatan permanen Kutablang A mencapai Rp107,5 miliar. Sementara itu, total pagu paket penanganan darurat dan infrastruktur di lokasi jembatan tersebut sebesar Rp251 miliar.
Pagu tersebut digunakan untuk membiayai seluruh rangkaian pekerjaan secara komprehensif. Pekerjaan itu meliputi pemasangan dan perawatan berkala jembatan bailey, pembangunan struktur utama menggunakan baja girder, penerapan teknologi incremental launching, serta pengecoran dinding pengaman beton atau parapet di kedua sisi jembatan.
Pembangunan jembatan Kutablang A semula direncanakan selesai pada akhir Juli 2026. Namun, pekerjaan sempat dihentikan sementara karena terjadi transisi dari masa tanggap darurat ke fase rehabilitasi dan rekonstruksi.
Proses penyesuaian mekanisme kerja tersebut berlangsung hampir satu bulan. Setelah mekanisme kerja disesuaikan, pembangunan jembatan kembali dilanjutkan hingga akhirnya dapat dibuka untuk umum pada 20 September 2026.
“Karena jembatan Kutablang A mulai dibangun pada masa tanggap darurat, maka ketika terjadi perubahan status dari tanggap darurat ke fase rehabilitasi dan rekosntruksi resmi, maka harus dilakukan penyesuaian mekanisme kerja dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Maka target pun bergeser,” ujar Safrizal.
Jembatan Bailey Tetap Harus Dirawat
Safrizal juga meminta kontraktor utama dan mitra lokal tetap memperhatikan jembatan bailey yang berada di sisi lokasi pembangunan jembatan Kutablang A. Menurut dia, apabila jembatan bailey mengalami masalah, kontraktor harus segera menanganinya agar jalur transportasi utama tidak terputus.
Setelah jembatan Kutablang A dibuka, jembatan lama yang saat ini menggunakan struktur bailey akan ditutup sementara. Jembatan tersebut akan menjalani perbaikan hingga selesai.
Pembukaan jembatan permanen Kutablang A menjadi bagian dari penanganan infrastruktur di Kabupaten Bireuen. Bencana hidrometeorologi Sumatra yang terjadi pada November tahun lalu menghancurkan 12 jembatan rangka baja di aliran Krueng Peusangan dalam wilayah administrasi Kabupaten Bireuen.
Jembatan Teupin Mane Ditargetkan Selesai Desember
Dengan selesainya jembatan Kutablang A, masih terdapat satu jembatan kewenangan nasional yang sedang dalam proses, yaitu jembatan permanen Teupin Mane di lintas nasional Bireuen-Takengon. Jembatan tersebut diperkirakan selesai pada Desember tahun ini.
Sementara itu, jembatan rangka baja Pante Lhong di Desa Pante Lhong juga sedang dibangun. Jembatan tersebut menghubungkan Kecamatan Peusangan dan Peusangan Siblah Krueng, serta merupakan kewenangan Kabupaten Bireuen dengan pendanaan dari Pemerintah Pusat.
Pemerintah Pusat juga akan membangun tiga jembatan rangka baja lainnya pada 2027 berdasarkan usulan Pemerintah Kabupaten Bireuen.
Dukung beri centang Headline.co.id di icon G (Gratis) atau Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















