Headline.co.id, Jakarta ~ KORLANTAS POLRI, Cikeas – Polri resmi membuka Open Indoor Skydiving Championship Kapolri Cup II tahun 2026 di Gedung Soeharjo Wind Tunnel, Satuan Latihan Korps Brimob, Cikeas. Kejuaraan internasional tersebut dibuka Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia Komjen Pol. Dedi Prasetyo. Kapolri Cup II Indoor Skydiving diikuti 380 peserta yang terbagi dalam 156 tim, termasuk 64 tim dari 10 negara, sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan olahraga kedirgantaraan nasional.
Kejuaraan ini menjadi ajang bagi atlet dalam negeri dan mancanegara untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menguji kualitas pembinaan indoor skydiving. Penyelenggaraan di Cikeas juga disebut sebagai pembuktian terhadap kapasitas fasilitas olahraga kedirgantaraan yang dimiliki Indonesia.
Kapolri Cup II Indoor Skydiving Libatkan Peserta Nasional dan Internasional
Peserta tingkat nasional berasal dari berbagai unsur, yakni personel Korps Brimob Polri, Satbrimob se-Indonesia, TNI AD, TNI AL, TNI AU, serta komunitas penerjun payung tanah air.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Sementara itu, 64 tim dari 10 negara turut ambil bagian dalam kompetisi internasional tersebut. Negara-negara yang berpartisipasi meliputi Tiongkok, Jepang, Jerman, Korea Selatan, Malaysia, Polandia, Rusia, Singapura, Thailand, dan Indonesia.
Jumlah peserta dan negara yang terlibat menunjukkan tingginya antusiasme terhadap Kapolri Cup II tahun 2026. Kejuaraan ini sekaligus memperluas jejaring kompetisi indoor skydiving dan mempertemukan atlet dari berbagai latar belakang.
Dedi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan. Apresiasi tersebut ditujukan kepada Korps Brimob Polri selaku penyelenggara, Pengurus Besar FASI, panitia, serta dewan juri.
Kompetisi Dinilai Membentuk Karakter Atlet
Menurut Dedi, Kapolri Cup II tidak hanya berorientasi pada persaingan untuk menentukan pemenang. Kejuaraan tersebut juga memuat proses pembentukan karakter dan penguatan mental para peserta.
“Ajang ini bukan semata-mata tentang kompetisi dan siapa yang keluar sebagai juara. Di dalamnya terkandung proses pembentukan karakter, nilai kedisiplinan, ketangguhan mental, kerja keras, pengendalian diri, serta sportifitas untuk menghormati lawan dan menaati aturan,” ujarnya.
Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam perkembangan olahraga indoor skydiving. Selain kemampuan teknis, atlet dituntut memiliki kedisiplinan, ketangguhan mental, kemampuan mengendalikan diri, serta sikap menghormati lawan dan menaati aturan pertandingan.
Penyelenggaraan Kapolri Cup II juga diharapkan menjadi ruang untuk meningkatkan kualitas atlet dan kapasitas olahraga udara nasional. Kejuaraan ini tidak hanya berfungsi sebagai panggung unjuk kemampuan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan yang berkelanjutan.
Targetkan Daya Saing Atlet Indonesia
Perkembangan prestasi indoor skydiving Indonesia dalam beberapa tahun terakhir disebut menunjukkan hasil yang membanggakan. Dengan bertambahnya peserta dan luasnya jejaring kompetisi, ajang Kapolri Cup II diharapkan dapat mempercepat pembinaan atlet nasional.
“Dengan rekam jejak prestasi dan perluasan jejaring kompetisi ini, Kapolri Cup II diharapkan menjadi akselerator pembinaan atlet, memecahkan rekor-rekor baru, serta memperkuat daya saing atlet Indonesia di kancah global,” tegas Dedi.
Kejuaraan tersebut juga diharapkan meningkatkan kualitas serta kapasitas olahraga udara nasional di mata dunia. Keterlibatan tim dari berbagai negara menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia dalam kompetisi olahraga kedirgantaraan internasional.
Dedi berpesan kepada seluruh atlet, panitia, dan pihak terkait agar menjaga kebersamaan selama kegiatan berlangsung. Ia juga meminta seluruh pihak menjunjung tinggi sportivitas dan memastikan rangkaian kegiatan berjalan secara profesional serta aman.
Pesan tersebut disampaikan untuk menjaga nama baik Indonesia sebagai tuan rumah kegiatan olahraga internasional. Kapolri Cup II Indoor Skydiving diharapkan dapat berlangsung dengan mengedepankan sportivitas, profesionalitas, dan keselamatan seluruh pihak yang terlibat.


















