Headline.co.id, Batang ~ Sendratari Wanara Alas Roban 2026 dijadwalkan digelar pada 20 September 2026 di Amfiteater Helipad Industropolis, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Pertunjukan perdana ini melibatkan pelaku seni, komunitas, dan UMKM lokal Batang. Gelaran tersebut mengangkat karakter serta cerita Alas Roban untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah di tengah perkembangan kawasan industri. Penyajiannya dilakukan melalui rangkaian festival komunitas, pertunjukan seni, musik, hingga mahakarya sendratari.
Sendratari Wanara Alas Roban 2026 terselenggara melalui kolaborasi dan dukungan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, DPR RI, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Batang, serta Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Batang. Amfiteater Helipad Industropolis dipilih sebagai lokasi acara karena memiliki latar pemandangan laut dan berada di tengah kawasan industri.
Wanara Bawa Pesan tentang Hutan dan Peradaban
Sebagai gelaran perdana, Sendratari Wanara Alas Roban 2026 mengangkat cerita dan karakter Alas Roban melalui seni pertunjukan. Sosok Wanara menjadi bagian penting dalam pementasan dengan membawa nilai kesetiaan terhadap tanah kelahiran, keberanian membela kebenaran, serta kepedulian terhadap alam.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Nilai tersebut dirangkum dalam tema “Penjaga Hutan, Penjaga Peradaban”. Tema ini menggambarkan kehidupan masyarakat yang terus berkembang, sementara alam dan tradisi lokal tetap menjadi bagian dari keseharian.
Melalui kisah Wanara, penonton diajak melihat hubungan manusia, alam, dan tanah kelahiran. Pesan tersebut disampaikan dengan pendekatan pertunjukan seni yang lebih dekat dengan masyarakat masa kini.
Libatkan Lebih dari 180 Pelaku Seni dan 50 UMKM
Rangkaian acara Sendratari Wanara Alas Roban 2026 dimulai sejak siang hari melalui Festival Komunitas dan UMKM. Lebih dari 50 UMKM lokal Batang dari bidang kuliner, kriya, fesyen, dan kopi akan terlibat dalam kegiatan tersebut.
Kehadiran UMKM memberikan ruang bagi pengunjung untuk melihat sekaligus mengenal berbagai produk lokal Batang. Gelaran ini juga melibatkan lebih dari 180 pelaku seni, yang terdiri atas penari, musisi etnik, aktor teater, hingga penyair lokal.
Sejumlah sanggar dan komunitas seni yang dijadwalkan tampil lain Sahitya, Sekar Jangkep, Merti Desa, Jagadhita, dan Komunitas Gandhewa. Pertunjukan juga akan menampilkan sejumlah tari kontemporer bertema Alas Roban, seperti Pasewa Batang, Jati Alas Roban, Jagad Manggala, Tong Mlompong, dan Sesaji Sandyakala.
Menjelang malam, acara dilanjutkan dengan lighting show dan penampilan musik dari Tata Naluri Ethnic. Setelah itu, pengunjung akan menyaksikan pertunjukan utama Mahakarya Sendratari Wanara Alas Roban.
Rangkaian acara akan ditutup dengan flashmob, laser show, dan pertunjukan kembang api. Susunan acara tersebut membuat Sendratari Wanara Alas Roban 2026 tidak hanya berfokus pada pementasan utama, tetapi juga menghadirkan rangkaian hiburan dan aktivitas budaya dalam satu gelaran.
Wanara Content Challenge Ajak Pengunjung Promosikan Batang
Penyelenggara juga menyiapkan Wanara Content Challenge untuk mengajak pengunjung memperkenalkan budaya Kabupaten Batang melalui karya konten. Kompetisi ini terbuka bagi pelajar, mahasiswa, wisatawan, dan content creator.
Peserta dapat membuat konten dalam format TikTok, Instagram Reels, fotografi, maupun vlog. Konten tersebut dapat berisi cerita tentang Sendratari Wanara Alas Roban 2026 sekaligus informasi mengenai seni dan budaya Batang.
Informasi lebih lanjut mengenai kompetisi dapat dilihat melalui akun Instagram resmi @wanaraalasroban. Melalui kegiatan ini, pengunjung diberi kesempatan untuk turut mempromosikan Batang melalui karya yang mereka buat.
Pilihan Wisata di Sekitar Alas Roban
Pengunjung yang datang ke Batang untuk menyaksikan Sendratari Wanara Alas Roban 2026 dapat melanjutkan perjalanan ke sejumlah destinasi wisata di sekitar wilayah tersebut. Salah satunya Pantai Jodo yang berada di Desa Sidorejo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang.
Pantai Jodo dapat ditempuh sekitar 25–30 menit berkendara dari kawasan Alas Roban, tergantung titik keberangkatan dan kondisi lalu lintas. Pantai ini memiliki hamparan pesisir dengan deretan pohon cemara. Pengunjung dapat bermain di tepi laut, duduk di bawah pepohonan, menikmati kuliner, dan berburu foto.
Jalur kereta api yang berada tidak jauh dari kawasan pantai juga dapat menjadi latar ketika kereta melintas. Pantai Jodo tercatat dapat dikunjungi selama 24 jam. Tiket masuknya sekitar Rp3.000 per orang, sedangkan tarif parkir sepeda motor sekitar Rp2.000. Harga tersebut dapat berubah sesuai kebijakan pengelola.
Destinasi lain yang dapat dikunjungi adalah Curug Gombong di Desa Gombong, Kecamatan Pecalungan, Kabupaten Batang. Lokasinya berada di kawasan Alas Roban dan dapat ditempuh sekitar 22–30 menit berkendara dari kawasan tersebut.
Curug Gombong memiliki dua air terjun dalam satu kawasan, yakni Curug Lanang dan Curug Wadon. Kawasan ini dikelilingi pepohonan hijau dan menyediakan fasilitas kolam renang. Pengunjung dapat bermain air, menikmati aliran sungai, bersantai, dan berburu foto.
Curug Gombong buka pukul 08.00–17.00 WIB. Tiket masuknya sekitar Rp5.000 per orang, di luar biaya parkir. Tarif parkir sepeda motor sekitar Rp2.000, sedangkan mobil sekitar Rp5.000. Beberapa bagian jalur menuju air terjun dapat licin ketika hujan sehingga pengunjung perlu berhati-hati.
Pilihan lainnya adalah Sidawung Koffie di Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang. Kedai yang berada di Jalan Puncak, Dusun Sidomukti, ini menawarkan suasana perbukitan dengan panorama hutan pinus.
Kopi yang disajikan berasal dari perkebunan masyarakat setempat, mulai dari robusta, arabika, hingga excelsa. Sidawung Koffie buka pukul 10.00–17.00 WIB dan tidak mengenakan tiket masuk. Pengunjung cukup membayar makanan serta minuman yang dipesan dengan kisaran harga Rp25.000–Rp50.000.




















