Highlight Berita:
Headline.co.id, Jakarta ~ Italia akan mengerahkan kapal perang untuk memastikan kapal-kapal komersialnya dapat melintasi Selat Bab al-Mandeb dengan aman, di tengah meningkatnya risiko terhadap pelayaran di jalur strategis yang menghubungkan Laut Merah dan Teluk Aden. Menteri Pertahanan Italia Guido Crosetto menyatakan Roma tidak akan menunggu keputusan bersama Uni Eropa untuk mengambil langkah tersebut. Kebijakan itu ditempuh karena Italia menilai terganggunya akses melalui Bab al-Mandeb dapat menimbulkan konsekuensi ekonomi yang berat. Kapal perang Italia akan digunakan untuk membantu melindungi perjalanan kapal dagang melalui salah satu koridor perdagangan tersibuk antara Eropa dan Asia.
Crosetto menegaskan Italia memiliki kemampuan untuk menjaga perjalanan kapal melalui kawasan tersebut. Ia juga memperingatkan bahwa kondisi akan semakin serius apabila jalur pelayaran Bab al-Mandeb sampai tidak dapat digunakan oleh kapal komersial.
'Kami memiliki kemampuan untuk melindungi jalur tersebut,' kata Crosetto.
Italia Tak Tunggu Keputusan Bersama Uni Eropa
Keputusan Roma menunjukkan Italia memilih bergerak tanpa menunggu tercapainya keputusan kolektif di tingkat Uni Eropa. Crosetto menilai proses pengambilan keputusan yang terlalu lama berpotensi memperburuk situasi yang sudah kompleks di kawasan sekitar Laut Merah dan Bab al-Mandeb.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Crosetto mengatakan Roma 'tidak boleh membiarkan keterlambatan birokrasi dalam pengambilan keputusan memperburuk situasi yang sudah kompleks'.
Bab al-Mandeb menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden. Jalur tersebut merupakan salah satu koridor pelayaran utama antara Eropa dan Asia, sekaligus menjadi rute penting bagi pengangkutan minyak, gas, dan peti kemas yang bergerak menuju maupun dari Terusan Suez.
Bab al-Mandeb Jadi Jalur Penting Perdagangan Dunia
Secara historis, sekitar 12 hingga 15 persen perdagangan global melewati perairan sempit Bab al-Mandeb. Selat itu memisahkan Yaman dari Djibouti dan Eritrea di sisi Afrika. Pada bagian tersempitnya, lebar jalur tersebut hanya sekitar 30 kilometer.
Posisi geografis tersebut membuat Bab al-Mandeb memiliki peran besar dalam kelancaran rantai perdagangan internasional. Gangguan terhadap pelayaran di kawasan itu berpotensi memengaruhi pergerakan komoditas energi maupun barang yang menggunakan jalur Laut Merah dan Terusan Suez.
Peran Bab al-Mandeb Menguat Setelah Gangguan Selat Hormuz
Arti strategis Bab al-Mandeb meningkat tajam setelah Iran secara efektif menguasai Selat Hormuz pada awal tahun ini di tengah perang dengan Amerika Serikat dan Israel. Situasi tersebut menghambat jalur minyak utama dunia dan mendorong sebagian besar ekspor minyak mentah dari kawasan Teluk mencari rute alternatif.
Arab Saudi secara khusus semakin mengandalkan jaringan pipa dan pengiriman melalui Laut Merah untuk menghindari Selat Hormuz. Kondisi itu menjadikan Bab al-Mandeb sebagai salah satu jalur utama yang masih terbuka bagi minyak dari kawasan Teluk untuk mencapai pasar global.
Di sisi lain, penguasaan kawasan sekitar selat tersebut telah menjadi perebutan selama bertahun-tahun. Sejak perang di Yaman dimulai pada 2015, pemerintah Yaman, kelompok Houthi, dan sejumlah kekuatan di kawasan pada waktu berbeda pernah menguasai bagian-bagian garis pantai yang berdekatan dengan jalur strategis tersebut.
Kontrol Pesisir Yaman Tingkatkan Risiko Pelayaran
Situasi Bab al-Mandeb berubah secara signifikan dalam beberapa pekan terakhir setelah gerakan Houthi yang didukung Iran melancarkan ofensif cepat. Serangan tersebut membawa seluruh pesisir barat Yaman di Laut Merah berada di bawah kendali kelompok itu, termasuk sejumlah pulau yang memiliki posisi strategis.
Perkembangan tersebut memberikan Houthi akses yang secara efektif tidak terbatas ke jalur Bab al-Mandeb. Kondisi itu menjadi perhatian bagi pelayaran internasional mengingat kelompok tersebut sebelumnya telah menyerang kapal-kapal yang mereka kaitkan dengan Amerika Serikat atau sekutunya di kawasan.
Amerika Serikat dan Uni Eropa sebelumnya telah melaksanakan operasi militer yang ditujukan untuk meningkatkan perlindungan terhadap kapal dagang dari serangan Houthi di kawasan tersebut. Namun, upaya itu belum sepenuhnya mengamankan rute pelayaran seiring meningkatnya pertempuran di Yaman.
Dalam situasi tersebut, Italia memilih menyiapkan perlindungan langsung bagi kapal komersialnya. Langkah Roma menempatkan keamanan akses melalui Bab al-Mandeb sebagai perhatian utama karena jalur itu tetap berperan penting bagi perdagangan antara Eropa dan Asia serta pergerakan energi dari kawasan Teluk menuju pasar global.

















