Headline.co.id, Batang ~ BPBD Provinsi Jawa Tengah bersama BPBD Kabupaten Batang memperkuat kapasitas Desa Tangguh Bencana (Destana) melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Penanganan Kedaruratan Destana Kabupaten Batang Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, Rabu-Kamis (16-17 September 2026), di Kecamatan Pecalungan, Kabupaten Batang. Pembekalan diberikan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memahami risiko, mengelola sumber daya, dan merespons bencana secara cepat serta tepat. Peserta mengikuti materi penanganan kedaruratan, manajemen logistik, dan simulasi yang disesuaikan dengan kondisi berpotensi terjadi di lapangan.
Penguatan Destana Kabupaten Batang dinilai penting karena masyarakat merupakan pihak yang berada paling dekat dengan lokasi ketika bencana terjadi. Dengan kapasitas yang memadai, masyarakat diharapkan dapat memberikan pertolongan sesuai kemampuan sembari menunggu dukungan dari petugas maupun unsur penanggulangan bencana lainnya.
Pembekalan Destana Dilakukan Berkelanjutan
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Provinsi Jawa Tengah Bergas Catursasi mengatakan, pembentukan Destana perlu diikuti pembekalan secara berkelanjutan. Menurut dia, kelembagaan yang telah terbentuk harus didukung pengetahuan dan keterampilan agar masyarakat mampu menghadapi situasi kebencanaan di wilayahnya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Dengan terbangunnya kelembagaan Destana, tentu masih diperlukan pembekalan secara berkelanjutan. Masyarakat perlu memahami kondisi kebencanaan sekaligus mampu memobilisasi sumber daya yang dimiliki desa,” kata Bergas saat ditemui di lapangan upacara Kecamatan Pecalungan, Kabupaten Batang, Kamis (17/9/2026).
Ia menjelaskan, kemampuan masyarakat dalam mengoptimalkan potensi desa menjadi bagian penting dalam penanganan bencana. Sumber daya tersebut mencakup sarana dan prasarana yang tersedia di desa.
“Paling tidak, mereka memiliki kemampuan untuk memahami situasi dan mengoptimalkan sumber daya yang ada, termasuk sarana dan prasarana desa, dalam mendukung penanganan bencana,” jelasnya.
Peserta Ikuti Materi dan Simulasi Kedaruratan
Bimtek tidak hanya memberikan pembelajaran secara teori. Peserta juga mengikuti simulasi agar dapat memahami penerapan pengetahuan ketika menghadapi kondisi kedaruratan secara langsung.
Menurut Bergas, materi dalam kegiatan tersebut meliputi situasi kedaruratan dan manajemen logistik. Simulasi diberikan untuk membangun pengalaman peserta dalam menghadapi kondisi yang dapat terjadi di lapangan.
“Dalam Bimtek kali ini, peserta mendapatkan pembekalan terkait situasi kedaruratan dan manajemen logistik. Selain materi, kami juga memberikan simulasi agar peserta memiliki pengalaman menghadapi kondisi kedaruratan secara langsung,” tuturnya.
Ia berharap kegiatan itu meningkatkan kemampuan peserta dalam mengambil keputusan dan melakukan tindakan secara cepat serta tepat saat bencana terjadi di wilayah masing-masing.
“Harapannya, melalui simulasi ini, peserta semakin siap mengambil langkah cepat dan tepat ketika menghadapi bencana di wilayah masing-masing,” harapnya.
Pengetahuan Destana Diharapkan Menjangkau Masyarakat
Kepala Pelaksana BPBD Batang Wawan Nurdiansyah mengatakan, Destana memiliki posisi penting dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat di tingkat desa. Masyarakat di sekitar lokasi kejadian, kata dia, dapat memberikan respons dan pertolongan sesuai kemampuan yang dimiliki.
“Destana memiliki peran penting dalam penanganan bencana. Ketika terjadi suatu peristiwa, orang yang berada paling dekat dengan lokasi biasanya dapat memberikan pertolongan sesuai kemampuan yang dimiliki,” tegas Wawan.
Karena itu, ia berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama Bimtek tidak berhenti pada peserta. Materi tersebut diharapkan diterapkan dan dibagikan kepada masyarakat di lingkungan masing-masing agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
“Kami berharap ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama Bimtek dapat diteruskan kepada masyarakat di lingkungan masing-masing, sehingga manfaatnya semakin luas,” ujar dia.
Melalui Bimtek tersebut, kapasitas Destana di Kabupaten Batang diharapkan semakin kuat. Masyarakat tidak hanya memahami risiko bencana, tetapi juga mampu memanfaatkan potensi dan sumber daya yang tersedia untuk mendukung kesiapsiagaan serta penanganan kedaruratan.

















