Highlight Berita:
Headline.co.id, Jakarta ~ Amerika Serikat kembali menegaskan dukungannya kepada pemerintah Yaman yang diakui secara internasional pada Rabu ketika pertempuran antara koalisi pimpinan Arab Saudi dan pasukan Houthi semakin meningkat. Di tengah eskalasi tersebut, pejabat Amerika Serikat juga dilaporkan telah mengadakan pembicaraan langsung dengan perwakilan Houthi di Oman pada akhir pekan lalu. Sementara itu, pasukan pemerintah Yaman melaporkan serangan koalisi terhadap posisi Houthi di sekitar Mocha dan operasi drone di Marib, sedangkan Houthi mengklaim menembak jatuh sebuah jet tempur F-15 Saudi.
Perkembangan tersebut memperlihatkan dua jalur yang berjalan bersamaan dalam keterlibatan Washington, yakni dukungan terhadap pemerintah Yaman dan hubungan militer yang telah lama terjalin dengan Arab Saudi, sekaligus komunikasi diplomatik dengan Houthi. Situasi berlangsung ketika Arab Saudi disebut menghadapi keterbatasan persediaan pencegat rudal dan meminta bantuan pertahanan udara dari sejumlah mitra regional serta negara Barat.
AS Tegaskan Dukungan kepada Pemerintah Yaman
Juru bicara Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM, Tim Hawkins, mengatakan Amerika Serikat terus mencermati perkembangan antara Houthi dan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi. Menurut Hawkins, militer Amerika Serikat memiliki hubungan militer yang telah berlangsung lama dengan Arab Saudi.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Hawkins mengatakan Amerika Serikat 'memantau dengan cermat' situasi antara Houthi dan pemerintah yang didukung Arab Saudi di Yaman, seraya menyebut hubungan militer Washington dan Riyadh 'terwujud hari ini'.
Dukungan diplomatik Washington juga disampaikan oleh diplomat utama Amerika Serikat untuk Yaman, Neil Hop. Ia menyampaikan kepada Menteri Luar Negeri Yaman Afrah al-Zouba bahwa Amerika Serikat mempertahankan dukungan kuat kepada pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.
Kedutaan Besar Amerika Serikat di Yaman mengutip Hop dengan pernyataan, 'Amerika Serikat berdiri dalam solidaritas dengan pemerintah Yaman dan rakyatnya dalam menghadapi agresi Houthi yang didukung Iran.'
Di sisi lain, dua pejabat yang memberikan keterangan kepada Associated Press menyebut Arab Saudi mulai kekurangan pencegat rudal dan telah meminta bantuan dari sejumlah sekutu regional serta Barat. Riyadh disebut meminta Prancis, Pakistan, Mesir, dan Inggris menyediakan dukungan pertahanan udara untuk membantu menghadapi serangan Houthi.
Salah satu pejabat tersebut mengatakan Amerika Serikat, sebagai sekutu utama dan pemasok senjata Arab Saudi, juga mengalami penurunan persediaan pencegat selama perang dengan Iran.
Washington dan Houthi Bertemu di Muscat
Meski membantu kampanye Arab Saudi, pejabat Amerika Serikat juga dilaporkan mengadakan pembicaraan langsung dengan perwakilan Houthi di Oman pada akhir pekan lalu. Tiga sumber yang berbicara dengan Reuters dengan syarat identitas mereka dirahasiakan menyebut pertemuan tersebut berlangsung di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Muscat.
Dua sumber menyatakan pertemuan itu berlangsung dengan bantuan pemerintah Oman. Dalam pertemuan tersebut, Houthi menyampaikan kepada pejabat Amerika Serikat bahwa mereka tidak berniat menyerang kapal-kapal milik Amerika Serikat dan tetap berkomitmen terhadap gencatan senjata 2025 dengan Washington.
Pertemuan di Muscat terjadi di tengah peningkatan operasi militer di Yaman. Komunikasi itu berlangsung bersamaan dengan dukungan terbuka Washington terhadap pemerintah Yaman, sehingga jalur diplomasi dan keamanan berjalan pada waktu yang sama.
Serangan Udara dan Drone Meningkat
Tentara pemerintah Yaman mengatakan koalisi pimpinan Arab Saudi menyerang pos dan perlengkapan Houthi di sekitar kota pelabuhan Mocha di wilayah barat daya. Dalam unggahan media sosial terpisah, militer pemerintah juga menyatakan telah melakukan serangan drone terhadap pasukan Houthi di bagian utara Provinsi Marib.
Juru bicara militer Houthi Yahya Saree pada Rabu malam menyatakan pesawat tempur Saudi melancarkan puluhan serangan udara terhadap sejumlah wilayah Yaman dalam 24 jam sebelumnya.
Saree mengatakan, 'Pesawat tempur Saudi melancarkan 40 serangan udara yang menargetkan Provinsi Taiz, Marib, dan Hodeidah selama 24 jam terakhir.'
Sebagai respons, Houthi menyatakan menyerang pangkalan udara Khamis Mushait serta sebuah fasilitas minyak di Yanbu, kota pelabuhan Arab Saudi di Laut Merah. Klaim tersebut disampaikan kelompok itu dalam sebuah pernyataan.
Houthi Klaim Tembak Jatuh Jet Tempur Saudi
Houthi juga mengklaim telah menembak jatuh sebuah jet tempur Saudi di Provinsi Marib. Kelompok tersebut menyatakan pesawat itu ditembak menggunakan rudal permukaan-ke-udara buatan lokal.
Houthi menyebut sistem yang digunakan sebagai 'rudal permukaan-ke-udara buatan lokal' dalam klaim mengenai jatuhnya jet tempur Saudi di Marib.
Koresponden Yaman Yousef Mawry menilai jatuhnya jet tempur Saudi, apabila perkembangan tersebut berlanjut, dapat berpengaruh terhadap keseimbangan kekuatan karena Arab Saudi sangat bergantung pada kemampuan melakukan serangan udara terhadap posisi Houthi di berbagai provinsi.
Mawry mengatakan jatuhnya jet tempur Saudi 'sangat mungkin berarti perubahan dalam keseimbangan kekuatan' karena 'Arab Saudi sangat bergantung pada kemampuannya melakukan serangan udara terhadap posisi Houthi di berbagai provinsi'.
Eskalasi di lapangan terjadi ketika dukungan militer, kebutuhan pertahanan udara, dan jalur diplomatik berlangsung secara paralel. Pemerintah Yaman dan Houthi terus menyampaikan klaim masing-masing mengenai operasi militer mereka, sementara Amerika Serikat mempertahankan dukungan kepada pemerintah Yaman sekaligus melakukan komunikasi langsung dengan pihak Houthi.




















