Headline.co.id, Bener Meriah ~ Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bener Meriah, Aceh, memperkuat pemantauan harga dan pasokan pangan setelah Indeks Perkembangan Harga (IPH) Bener Meriah naik 0,94 persen pada minggu kedua September 2026. Kenaikan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang digelar secara virtual pada Senin (14/9/2026). Rapat berlangsung di Ruang Saber Pungli Lantai 2 Sekretariat Daerah Kabupaten Bener Meriah dan diikuti TPID setempat untuk membahas langkah pengendalian harga pangan. Pemantauan diperkuat karena kenaikan harga komoditas dapat memengaruhi stabilitas harga serta daya beli masyarakat.
IPH Bener Meriah Naik dari Periode Sebelumnya
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten Bener Meriah, Ihsan, mengatakan perubahan IPH pada minggu kedua September 2026 meningkat dibandingkan periode sebelumnya. Ihsan hadir mewakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bener Meriah.
“Sampai dengan Minggu ke-2 September 2026, secara umum terjadi kenaikan harga bahan pangan di Bener Meriah sebesar 0,94 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya yang berada di angka 0,38 persen,” ujar Ihsan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Data tersebut menjadi perhatian TPID Bener Meriah karena kenaikan harga bahan pangan berpotensi menekan daya beli masyarakat. Oleh karena itu, pemantauan terhadap komoditas pangan strategis terus dilakukan untuk mengantisipasi gejolak harga dan menjaga ketersediaan pasokan.
Cabai Merah Jadi Penyumbang Terbesar
Cabai merah menjadi komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap kenaikan IPH Bener Meriah, yakni 1,09 persen. Setelah itu, mi kering instan menyumbang 0,19 persen dan daging ayam ras sebesar 0,18 persen.
Sejumlah komoditas tersebut menjadi fokus perhatian dalam upaya pengendalian inflasi daerah. Pemantauan harga dan pasokan dilakukan untuk memperoleh perkembangan kondisi pangan serta menentukan langkah yang diperlukan terhadap komoditas yang mengalami kenaikan.
TPID Perkuat Koordinasi Pengendalian Inflasi
Rapat koordinasi bersama Kemendagri menjadi sarana bagi TPID Kabupaten Bener Meriah untuk memperkuat koordinasi dan sinergi dalam merumuskan langkah pengendalian inflasi. Pembahasan diarahkan terutama pada komoditas yang berkontribusi terhadap kenaikan IPH.
Ihsan mengatakan TPID Bener Meriah berkomitmen melanjutkan pemantauan terhadap harga dan pasokan bahan pangan. Langkah tersebut ditujukan untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat di daerah.
“TPID Kabupaten Bener Meriah berkomitmen untuk terus memantau perkembangan harga dan pasokan bahan pangan serta mengambil langkah yang diperlukan guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat di daerah,” kata Ihsan.
















