Headline.co.id, Jakarta ~ Sebanyak 68 kecelakaan kapal tercatat telah diinvestigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sepanjang 2020 hingga 2026, di tengah kembali terjadinya insiden KMP Virgo Transport 8 di Laut Jawa. Kecelakaan yang terjadi dalam pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Minggu (13/9/2026) itu menyebabkan enam orang meninggal dunia dan mendorong evaluasi terhadap sistem keselamatan pelayaran nasional. Pemerintah dan DPR menilai investigasi perlu dilakukan menyeluruh, mulai dari kelaikan kapal, kesiapan awak, hingga efektivitas prosedur keselamatan.
Catatan kecelakaan kapal tersebut menunjukkan bahwa insiden Virgo Transport 8 bukan satu-satunya peristiwa serius dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data KNKT yang dirangkum dalam bahan, puluhan kecelakaan dengan berbagai jenis kejadian telah terjadi sejak 2020, mulai dari kapal tenggelam, tubrukan, kebakaran, ledakan hingga kapal kandas.
Rentetan kecelakaan kapal itu kini menjadi perhatian setelah KMP Virgo Transport 8 mengalami kemiringan atau listing sebelum hilang kontak di sekitar perairan Masalembo. Anggota Komisi V DPR Hamid Noor Yasin meminta pemerintah tidak melihat setiap kecelakaan secara terpisah, tetapi menjadikannya dasar untuk memperbaiki sistem keselamatan pelayaran.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Ini bukan kejadian pertama. Rentetan kecelakaan pelayaran dalam satu tahun harus menjadi alarm untuk mengevaluasi sistem keselamatan kita. Jangan setiap kejadian dilihat sebagai kasus yang berdiri sendiri,” tegas Hamid dalam keterangannya, Senin (14/9/2026).
KNKT Catat 68 Kecelakaan Kapal pada 2020-2026
Komite Nasional Keselamatan Transportasi melalui laman resminya memuat data berbagai kecelakaan kapal yang menjadi objek investigasi.
Jika dihitung sejak 2020 hingga 2026, terdapat 68 kejadian kecelakaan kapal yang tercatat dalam data tersebut.
Pada 2020, tercatat 12 kecelakaan kapal. Rinciannya meliputi tiga kapal tenggelam, tiga kejadian tubrukan, satu kapal terbakar, empat kapal kandas, serta satu kejadian dalam kategori lainnya.
Kecelakaan kapal sepanjang 2020 tersebut mengakibatkan 11 orang meninggal dunia dan 33 orang mengalami luka-luka.
Jumlah kecelakaan kemudian meningkat pada 2021 menjadi 19 kasus. Kejadian tersebut terdiri atas lima kapal tenggelam, empat tubrukan, lima kebakaran kapal, satu ledakan kapal, dua kapal kandas, serta dua kasus lainnya.
Dampak korban pada tahun tersebut juga cukup besar. Sebanyak 96 orang dilaporkan meninggal dunia akibat kecelakaan kapal, sedangkan 27 orang lainnya mengalami luka-luka.
Data tersebut memperlihatkan bahwa keselamatan pelayaran tetap menjadi isu penting yang membutuhkan pengawasan berkelanjutan.
Virgo Transport 8 Bawa 243 Orang
KMP Virgo Transport 8 merupakan kapal roro berukuran 8.540 GT yang berlayar dari Pelabuhan Surabaya menuju Pelabuhan Banjarmasin.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Banjarmasin Heri Purwanto menjelaskan kapal bertolak dari Surabaya pada 12 September 2026 pukul 06.52 waktu setempat.
Dalam perjalanan menuju Banjarmasin, kapal dilaporkan mengalami kemiringan sebelum hilang kontak di sekitar perairan Masalembo pada 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 waktu setempat.
“Kami telah merespons cepat laporan insiden yang dialami KMP Virgo Transport 8 di wilayah perairan Masalembo. Fokus dan prioritas utama kami saat ini adalah keselamatan seluruh pihak yang berada di atas kapal melalui pengerahan operasi penyelamatan yang terkoordinasi,” ujar Heri, Minggu (13/9/2026).
Berdasarkan manifes, kapal tersebut membawa 243 orang yang terdiri atas penumpang dan awak kapal.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan kapal memiliki kapasitas sekitar 500 orang. Dengan jumlah 243 orang yang berada di atas kapal, armada tersebut disebut tidak dalam kondisi kelebihan kapasitas.
108 Orang Selamat, Enam Meninggal Dunia
Operasi pencarian dan evakuasi terus dilakukan pada hari kedua setelah kecelakaan.
Berdasarkan data yang dihimpun dalam bahan, sebanyak 114 orang telah ditemukan hingga Senin (14/9/2026). Dari jumlah tersebut, 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat dan enam orang dinyatakan meninggal dunia.
Satu korban meninggal telah teridentifikasi sebagai Reyner Fausta Yosilianto (22), warga Dusun Claket, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Kabid Dokkes Polda Kalimantan Selatan Kombes dr. Much Sofwan mengatakan RS Bhayangkara Banjarmasin menerima dua kantung dari proses evakuasi. Satu berisi jenazah korban, sementara satu lainnya berisi pelampung yang diduga berasal dari kapal.
“Kami menerima dua kantung jenazah, satu berisi mayat utuh teridentifikasi sebagai tuan Reyner Fausta Yosilianto dan satunya pelampung,” ujar Sofwan, Senin (14/9/2026).
Identifikasi terhadap Reyner dilakukan melalui pemeriksaan sidik jari. Lima korban meninggal lainnya masih dalam proses evakuasi menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.
AHY Minta Kelaikan Kapal dan Awak Dipastikan
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan pemerintah telah bergerak cepat menangani kecelakaan KMP Virgo Transport 8.
AHY mengaku telah berkoordinasi dengan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi yang kemudian menuju Banjarmasin untuk menangani insiden tersebut.
“Kemarin saya langsung berkomunikasi dengan Menteri Perhubungan Pak Dudi Purwagandhi yang langsung terbang ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan, terkait insiden Kapal Virgo,” ujar AHY saat ditemui di Jakarta, Senin (14/9/2026).
Menurut AHY, penyebab kecelakaan belum dapat disimpulkan sebelum investigasi selesai.
Pemeriksaan harus memastikan apakah insiden dipengaruhi persoalan teknis, kondisi cuaca, atau faktor manusia. Selain kondisi kapal, kompetensi pihak yang mengoperasikan armada juga perlu diperiksa.
“Namun, yang harus dipastikan adalah kelaikan kapal serta kemampuan dan kelaikan nakhoda, navigator, dan seluruh awak kapal yang bertanggung jawab atas keselamatan transportasi tersebut,” tegas AHY.
DPR: Investigasi Jangan Hanya Berhenti pada Faktor Cuaca
Hamid Noor Yasin menilai penyelidikan terhadap kecelakaan KMP Virgo Transport 8 tidak cukup hanya mencari penyebab langsung insiden.
Investigasi menurut dia harus melihat keseluruhan sistem keselamatan, termasuk kelaikan kapal, kesiapan awak, alat keselamatan, prosedur evakuasi, serta mitigasi risiko sebelum keberangkatan.
“Jangan berhenti pada faktor cuaca, yang harus kita pastikan adalah apakah sistem keselamatan sudah bekerja dan apakah risiko sudah diantisipasi sebelum kapal berlayar,” ujar Hamid.
Ia mengakui pemerintah telah memiliki berbagai kebijakan terkait keselamatan moda transportasi. Persoalan yang perlu diperhatikan berikutnya adalah penerapan dan pengawasan kebijakan tersebut di lapangan.
Hamid juga meminta investigasi dilakukan secara transparan serta menghasilkan rekomendasi nyata untuk memperbaiki sistem pengawasan keselamatan pelayaran.
“Kita tidak hanya perlu mengetahui apa yang menyebabkan kecelakaan. Kita harus menemukan di mana sistem gagal bekerja dan memperbaikinya. Kita tidak boleh menunggu kecelakaan berikutnya untuk kembali berbicara tentang keselamatan,” katanya.
Catatan 68 kecelakaan kapal yang diinvestigasi KNKT sejak 2020 membuat insiden Virgo Transport 8 menjadi bagian dari persoalan keselamatan pelayaran yang lebih luas. Selain menuntaskan pencarian dan evakuasi korban, hasil investigasi kecelakaan ini akan menjadi penting untuk mengetahui faktor penyebab sekaligus mengevaluasi apakah sistem keselamatan yang ada telah diterapkan secara efektif.



















