Headline.co.id, Jakarta ~ Video biksu Thailand viral menjadi bagian dari penyelidikan polisi terhadap mantan Kepala Wat Phutthaisawan, Phra Wachirayan Wi, setelah rekaman CCTV di kediamannya memperlihatkan hubungan seksual dengan seorang perempuan yang kemudian diidentifikasi sebagai Punyavee Rungrueang. Temuan tersebut terungkap setelah polisi menggeledah kediaman Phra Wachirayan dalam penyidikan dugaan penggelapan dana donasi kuil bernilai hingga sekitar 100 juta baht atau Rp47 miliar. Kasus yang mencuat di Thailand itu kini berkembang dari dugaan penyalahgunaan dana menjadi penyelidikan terhadap aliran uang, aset emas, hingga kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Phra Wachirayan, yang juga dikenal sebagai Luang Pho Atichot, sebelumnya menjabat sebagai kepala Wat Phutthaisawan, sebuah kuil bersejarah dari abad ke-14 di Ayutthaya.
Ia ditangkap aparat pada Kamis (10/9/2026) dan kemudian dicopot dari status kebiksuannya sebelum menjalani pemeriksaan lebih lanjut sebagai warga sipil.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Hingga kini, Phra Wachirayan belum memberikan pernyataan secara terbuka terkait tuduhan yang diarahkan kepadanya.
CCTV Ungkap Hubungan Phra Wachirayan dan Punyavee
Rekaman yang kemudian menjadi sorotan ditemukan saat penyidik memeriksa kamera pengawas di kediaman Phra Wachirayan.
Dalam rekaman tersebut, polisi menemukan video yang memperlihatkan mantan kepala kuil itu melakukan hubungan seksual dengan seorang perempuan di atas meja makan.
Perempuan tersebut kemudian diidentifikasi sebagai Punyavee Rungrueang, 47 tahun, yang juga dikenal dengan sebutan Sika Ae.
Punyavee kemudian ditangkap dengan tuduhan membantu seorang pejabat negara melakukan kegiatan ilegal.
Dalam konteks hukum Thailand, sejumlah biksu menerima tunjangan pemerintah sehingga dapat dikategorikan sebagai pejabat negara.
Punyavee hingga kini juga belum memberikan pernyataan terbuka mengenai kasus tersebut.
Temuan video biksu Thailand viral itu menjadi sorotan karena para biksu Buddha di Thailand menjalani sumpah selibat dan meninggalkan kepemilikan materi dalam kehidupan monastik.
Namun, penyelidikan polisi tidak hanya berfokus pada rekaman CCTV. Aparat juga mendalami dugaan penggelapan dana yang berasal dari sumbangan dan aktivitas ekonomi Wat Phutthaisawan.
Polisi Temukan Dua Aliran Dana
Penyidik utama kepolisian, Pattanasak Bupphasuwan, mengatakan terdapat dua aliran dana yang berkaitan dengan tanda terima donasi yang diterbitkan Phra Wachirayan atas nama kuil.
Aliran pertama berasal dari dana yang disebut diperuntukkan bagi renovasi kuil. Sementara aliran lainnya berkaitan dengan pembayaran jimat dan benda-benda sakral lainnya.
Menurut penyidik, dana tersebut tidak masuk ke rekening resmi Wat Phutthaisawan.
“Namun, uang dari kedua aliran tersebut tidak pernah masuk ke rekening kuil. Tidak satu baht pun,” kata Pattanasak dalam konferensi pers.
Phra Wachirayan diketahui merupakan pembuat jimat koin yang cukup terkenal dan diminati.
Bahkan, Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul dilaporkan memiliki salah satu jimat buatannya.
Polisi menduga praktik pengalihan dana berlangsung dalam lebih dari 20 kesempatan selama sekitar dua tahun.
Uang Tunai dan Emas Ditemukan di Kediaman Biksu
Penggeledahan terhadap kediaman Phra Wachirayan juga menghasilkan temuan sejumlah aset bernilai besar.
Polisi menemukan uang tunai serta batangan emas dengan nilai keseluruhan lebih dari 100 juta baht.
Besarnya barang bukti yang ditemukan membuat proses penghitungan berlangsung hingga larut malam.
Penyidik kemudian memperluas pemeriksaan ke kediaman Punyavee di kawasan Khlong Si, Kabupaten Pathum Thani.
Dari lokasi tersebut, polisi menyita berbagai barang yang diduga berkaitan dengan penyelidikan aliran dana.
Barang bukti itu mencakup 35 benda atau jimat berbahan emas, emas batangan dan perhiasan, uang tunai, sertifikat tanah, buku rekening bank, dokumen investasi, serta dokumen transaksi jual-beli emas.
Nilai emas batangan dan perhiasan yang diamankan dari rumah Punyavee diperkirakan mencapai sekitar 6,03 hingga 6,04 juta baht atau sekitar Rp2,8 miliar.
Selain itu, polisi menemukan uang tunai sekitar 3,59 juta baht.
Rekening Punyavee Jadi Perhatian Penyidik
Punyavee kini menjadi salah satu figur penting dalam penyelidikan karena polisi menduga rekening bank miliknya digunakan dalam pengelolaan uang yang berasal dari Phra Wachirayan.
Penyidik mencatat puluhan juta baht mengalir melalui rekening perempuan tersebut setiap tahun.
Berdasarkan hasil analisis sementara, dana dari Wat Phutthaisawan diduga tidak dicatat dalam pembukuan resmi kuil.
Uang tersebut kemudian diduga dialihkan secara bertahap sebelum ditempatkan dalam bentuk berbagai aset.
Beberapa skema yang didalami penyidik mencakup pembelian emas, penyimpanan dana melalui instrumen investasi, hingga kepemilikan tanah.
Penyelidikan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya polisi menelusuri asal dan tujuan dana yang diduga tidak masuk ke rekening kuil.
Berawal dari Laporan Anonim
Kasus Phra Wachirayan mulai diselidiki sejak pertengahan Juli setelah kepolisian menerima laporan anonim.
Laporan tersebut berisi tuduhan adanya pelanggaran dan dugaan penyalahgunaan dana Wat Phutthaisawan.
Dari laporan awal itu, aparat kemudian melakukan penelusuran terhadap rekening, aset, hingga kediaman pihak-pihak yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.
Penyelidikan akhirnya mengarah pada penangkapan Phra Wachirayan dan Punyavee.
Phra Wachirayan kemudian menjalani pelepasan jubah kebhikkhuan sebelum diperiksa polisi.
Otoritas keagamaan di Ayutthaya selanjutnya menunjuk seorang biksu senior sebagai pelaksana tugas kepala Wat Phutthaisawan agar kegiatan keagamaan dan administrasi kuil tetap berjalan.
Polisi Selidiki Kemungkinan Ada Pihak Lain
Kasus biksu viral Thailand tersebut belum berhenti pada dua tersangka.
Penyidik menyebut masih terdapat kemungkinan dua hingga tiga orang lain ikut terlibat dalam perkara tersebut.
Polisi kini terus menelusuri rekening tambahan dan transaksi lain yang diduga berkaitan dengan dana Wat Phutthaisawan.
Penelusuran juga dilakukan terhadap berbagai aset yang ditemukan untuk memastikan asal-usulnya.
Meski sejumlah barang bukti telah diamankan, kepolisian menegaskan seluruh dugaan terhadap Phra Wachirayan maupun Punyavee masih harus dibuktikan melalui proses hukum.
Kasus tersebut menjadi perhatian karena terjadi setelah sejumlah skandal yang melibatkan oknum biksu di Thailand dalam beberapa tahun terakhir.
Pada Juli 2025, kepolisian Thailand bahkan membuka saluran pengaduan khusus untuk menerima laporan masyarakat mengenai biksu yang diduga melakukan pelanggaran.
Langkah itu diambil setelah sedikitnya sembilan biksu diketahui berhubungan seksual dengan seorang perempuan yang kemudian diduga melakukan pemerasan menggunakan foto dan video hubungan tersebut.
Dalam perkara terbaru di Wat Phutthaisawan, polisi masih memusatkan penyelidikan pada dugaan penggelapan dana, aliran uang ke rekening pihak lain, aset yang ditemukan, serta kemungkinan keterlibatan tersangka tambahan.
Temuan video dari CCTV menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian publik, tetapi inti penyelidikan tetap berada pada dugaan pengelolaan dana kuil yang tidak masuk ke rekening resmi dan potensi penyalahgunaan aset bernilai puluhan miliar rupiah.

















