Headline.co.id, Jakarta ~ Perempuan yang muncul dalam video skandal biksu Thailand viral, Punyavee Rungrueang, 47 tahun, ikut ditangkap polisi setelah penyelidikan terhadap mantan Kepala Wat Phutthaisawan, Phra Wachirayan Wi, berkembang ke dugaan pengelolaan dana dan aset hasil penggelapan. Polisi menggeledah kediaman Punyavee di kawasan Khlong Si, Pathum Thani, dan menyita puluhan jimat emas, emas batangan, perhiasan, uang tunai, dokumen investasi, hingga sertifikat tanah. Penangkapan dilakukan setelah penyidik menduga Punyavee membantu Phra Wachirayan mengelola dan menampung dana yang berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan uang kuil bernilai puluhan juta baht.
Punyavee, yang juga dikenal dengan sebutan Sika Ae, menjadi perhatian penyidik setelah polisi menemukan aliran dana dalam jumlah besar melalui rekening bank miliknya.
Ia juga diidentifikasi sebagai perempuan yang muncul dalam rekaman CCTV bersama Phra Wachirayan di kediaman mantan kepala kuil tersebut.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Hingga kini, Punyavee belum memberikan pernyataan terbuka terkait tuduhan yang diarahkan kepadanya.
Polisi Sita 35 Jimat Emas
Penggeledahan di rumah Punyavee menghasilkan sejumlah barang bukti bernilai tinggi.
Polisi menyita sedikitnya 35 benda keagamaan atau jimat berbahan emas, emas batangan dan perhiasan, uang tunai, sertifikat tanah, buku rekening, dokumen investasi, serta berkas transaksi jual-beli emas.
Nilai emas batangan dan perhiasan yang ditemukan diperkirakan mencapai sekitar 6,03 juta hingga 6,04 juta baht atau sekitar Rp2,8 miliar.
Selain itu, polisi menemukan uang tunai dengan nilai sekitar 3,59 juta baht.
Penyidik juga mengamankan dua sertifikat kepemilikan tanah, tujuh buku rekening bank, 18 dokumen investasi, dan berbagai dokumen transaksi emas.
Temuan tersebut kini diperiksa untuk mengetahui asal-usul aset serta keterkaitannya dengan dugaan penggelapan dana Wat Phutthaisawan.
Rekening Punyavee Diduga Jadi Jalur Aliran Dana
Polisi menduga Punyavee memiliki peran lebih besar daripada sekadar orang yang memiliki hubungan pribadi dengan Phra Wachirayan.
Penyidik mencatat puluhan juta baht mengalir melalui rekening bank milik perempuan tersebut setiap tahun.
Dari analisis sementara, sebagian dana yang seharusnya masuk ke rekening resmi Wat Phutthaisawan diduga dialihkan melalui rekening lain.
Punyavee diduga membantu mengelola hasil penggelapan dana tersebut, termasuk melalui pembelian emas, investasi, maupun aset lainnya.
Polisi juga mendalami dugaan penggunaan aset atas nama pribadi atau pihak lain untuk menyamarkan asal-usul uang.
Meski demikian, dugaan tersebut masih dalam proses penyidikan dan harus dibuktikan melalui proses hukum.
Dana Kuil Disebut Tak Pernah Masuk Rekening Resmi
Kasus ini bermula dari penyelidikan terhadap Phra Wachirayan Wi, mantan kepala Wat Phutthaisawan di Ayutthaya.
Penyidik utama kepolisian, Pattanasak Bupphasuwan, mengatakan polisi menemukan dua aliran dana yang berkaitan dengan tanda terima donasi yang diterbitkan atas nama kuil.
Salah satu aliran dana berkaitan dengan sumbangan untuk renovasi. Sementara aliran lainnya berasal dari pembayaran jimat dan benda-benda sakral.
Menurut polisi, dana dari kedua sumber tersebut tidak pernah masuk ke rekening resmi kuil.
“Namun, uang dari kedua aliran tersebut tidak pernah masuk ke rekening kuil. Tidak satu baht pun,” kata Pattanasak dalam konferensi pers.
Phra Wachirayan diduga melakukan penggelapan dalam lebih dari 20 kesempatan selama sekitar dua tahun.
Nilai dana yang diperiksa dalam penyelidikan mencapai lebih dari 92 juta baht dan dalam pengembangan kasus disebut mendekati 100 juta baht atau sekitar Rp47 miliar.
Video CCTV Mengungkap Hubungan Keduanya
Nama Punyavee semakin menjadi sorotan setelah polisi memeriksa rekaman CCTV di kediaman Phra Wachirayan.
Dalam rekaman tersebut, penyidik menemukan video yang memperlihatkan Phra Wachirayan melakukan hubungan seksual dengan seorang perempuan di atas meja makan.
Polisi kemudian mengidentifikasi perempuan tersebut sebagai Punyavee.
Temuan video skandal biksu Thailand viral tersebut menjadi bagian dari rangkaian penyelidikan, meskipun fokus utama kepolisian tetap mengarah pada dugaan penyalahgunaan dana dan pencucian aset.
Punyavee kemudian ditangkap dengan tuduhan membantu seorang pejabat negara melakukan kegiatan ilegal.
Di Thailand, sejumlah biksu menerima tunjangan pemerintah sehingga secara hukum dapat dikategorikan sebagai pejabat negara dalam konteks tertentu.
Phra Wachirayan Dicopot dari Status Kebiksuan
Sementara itu, Phra Wachirayan telah dicopot dari status kebiksuannya setelah ditangkap.
Ia menjalani pelepasan jubah kebhikkhuan sebelum menjalani pemeriksaan lebih intensif sebagai warga sipil.
Phra Wachirayan sebelumnya dikenal sebagai pembuat jimat koin yang cukup terkenal dan diminati.
Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul dilaporkan memiliki salah satu jimat buatannya.
Hingga kini, Phra Wachirayan juga belum memberikan pernyataan secara terbuka terkait tuduhan penggelapan maupun temuan lain dalam penyelidikan.
Untuk menjaga aktivitas keagamaan di Wat Phutthaisawan tetap berjalan, otoritas keagamaan Ayutthaya telah menunjuk seorang biksu senior sebagai pelaksana tugas kepala kuil.
Polisi Masih Telusuri Kemungkinan Tersangka Lain
Penyelidikan perkara tersebut dimulai pada pertengahan Juli setelah polisi menerima laporan anonim yang menuduh Phra Wachirayan melakukan pelanggaran dan menyalahgunakan dana kuil.
Dari laporan itu, polisi kemudian menelusuri rekening bank, transaksi, aset, hingga kediaman pihak-pihak yang diduga terlibat.
Penyidik menyebut masih terdapat kemungkinan dua hingga tiga orang lain turut terlibat dalam kasus tersebut.
Polisi kini terus menelusuri rekening tambahan dan asal-usul aset yang telah disita dari Phra Wachirayan maupun Punyavee.
Penelusuran juga dilakukan terhadap kemungkinan penggunaan uang untuk membeli emas, tanah, benda sakral, dan instrumen investasi.
Meski Punyavee dan Phra Wachirayan telah ditangkap, seluruh dugaan terhadap keduanya masih harus dibuktikan dalam proses hukum.
Kasus tersebut kini menjadi sorotan karena tidak hanya menyangkut video skandal biksu Thailand viral, tetapi juga dugaan penyalahgunaan dana umat dan pengelolaan aset bernilai puluhan miliar rupiah.




