Headline.co.id, Depok ~
SLEMAN — Puskesmas Depok III mengembangkan aplikasi digital Tembang Alit untuk membantu orang tua memantau pertumbuhan dan perkembangan anak secara mandiri. Inovasi tersebut diperkenalkan di Aula Puskesmas Depok III, Depok, Sleman, Kamis (10/9/2026). Aplikasi ini dikembangkan sebagai respons terhadap efisiensi anggaran dalam kegiatan Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) konvensional. Melalui platform tersebut, puskesmas tetap menjaring data secara akurat di wilayah Kalurahan Caturtunggal sekaligus memudahkan pendaftaran layanan kesehatan.
Pengelola Program Tembang Alit Puskesmas Depok III, Tri Widiastuti, mengatakan aplikasi itu dirancang untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan anak. Orang tua dapat menggunakan aplikasi untuk memperoleh informasi awal mengenai kondisi pertumbuhan dan perkembangan anak tanpa harus langsung mengikuti proses layanan secara konvensional.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Melalui Tembang Alit, orang tua dapat memantau pertumbuhan dan perkembangan anak secara mandiri serta memperoleh kemudahan dalam pendaftaran layanan kesehatan,” terang Tri di Aula Puskesmas Depok III, Depok, Sleman, Kamis (10/9/2026).
Tiga Fitur Utama Aplikasi Tembang Alit
Aplikasi Tembang Alit memiliki tiga fitur utama yang dapat diakses publik. Fitur pertama adalah cek pertumbuhan. Fitur ini digunakan untuk menganalisis data antropometri anak, meliputi berat badan, tinggi atau panjang badan, dan lingkar kepala.
Fitur kedua adalah cek perkembangan. Pengguna dapat mengisi kuesioner mandiri yang disesuaikan dengan kelompok usia anak. Sementara itu, fitur ketiga berupa pendaftaran layanan kesehatan yang dirancang untuk mempermudah akses masyarakat terhadap layanan di Puskesmas Depok III.
Pengembangan aplikasi tersebut membuat pemantauan tumbuh kembang anak dapat dilakukan secara lebih mandiri oleh orang tua. Di sisi lain, puskesmas tetap memperoleh data yang dibutuhkan untuk menjaring informasi kesehatan anak di wilayah Kalurahan Caturtunggal.
Puskesmas Depok III menyebut pemanfaatan aplikasi Tembang Alit terus menunjukkan perkembangan. Hingga saat ini, aplikasi tersebut telah memiliki lebih dari 700 pengguna aktif.
Pemanfaatan Aplikasi Tembang Alit
Catatan penggunaan aplikasi menunjukkan sebanyak 323 anak mengikuti pemeriksaan bayi, balita, dan anak prasekolah pada 2025. Selain itu, sebanyak 881 anak memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis melalui aplikasi sepanjang 2026.
Data tersebut mencakup penggunaan layanan yang berkaitan dengan pemeriksaan kesehatan anak serta akses Cek Kesehatan Gratis melalui platform digital. Puskesmas Depok III menjadikan pemanfaatan aplikasi sebagai bagian dari upaya memperluas akses layanan dan pemantauan tumbuh kembang anak.
Aplikasi Tembang Alit juga menjadi sarana bagi orang tua untuk melakukan pemantauan awal berdasarkan data yang dimasukkan ke dalam fitur cek pertumbuhan dan kuesioner perkembangan. Hasil pemantauan tersebut selanjutnya mendukung proses layanan kesehatan yang tersedia melalui puskesmas.
Kolaborasi Lintas Sektor Terus Didorong
Untuk mengoptimalkan pemantauan tumbuh kembang anak di Kabupaten Sleman, pihak Puskesmas Depok III terus mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor. Kolaborasi itu mencakup sosialisasi aplikasi kepada masyarakat, integrasi data terpadu, serta penguatan sistem aplikasi.
Penguatan sosialisasi diperlukan agar pemanfaatan aplikasi Tembang Alit dapat menjangkau lebih banyak orang tua. Sementara itu, integrasi data terpadu dan penguatan sistem diharapkan mendukung pengelolaan informasi kesehatan anak di wilayah layanan puskesmas.
Melalui pengembangan Tembang Alit, Puskesmas Depok III mempertahankan upaya pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak di tengah penyesuaian pelaksanaan kegiatan SDIDTK konvensional. Aplikasi tersebut menggabungkan pemantauan mandiri, pengumpulan data, dan pendaftaran layanan kesehatan dalam satu platform digital.




















