Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Kehutanan bersama tim gabungan memperkuat upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring dengan meningkatnya tingkat konsentrasi titik panas (hotspot) di beberapa wilayah. Terbaru, Kalimantan Selatan tercatat nihil dari hotspot high confidence, sedangkan fokus operasi kini beralih ke Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Informasi ini diungkapkan berdasarkan data dari Kementerian Kehutanan yang diambil dari beberapa sumber satelit.
Hingga Rabu malam, terpantau ada 395 hotspot high confidence secara nasional, mengalami penurunan dari hari sebelumnya. Kalimantan Barat mencatatkan jumlah hotspot tertinggi di enam provinsi dengan 134 titik, diikuti oleh Kalimantan Tengah dengan 81 titik. Sementara itu, daerah seperti Sumatra Selatan, Riau, dan Jambi menunjukkan jumlah yang lebih rendah.
Peran Strategis Pemadaman Udara dan Darat
Untuk mengatasinya, Kementerian Kehutanan telah mengerahkan 53 armada udara yang terbagi untuk patroli, operasi modifikasi cuaca (OMC), dan water bombing. Operasi ini diselaraskan dengan perkembangan lapangan dan kondisi meteorologis. Fokus utama juga tertuju pada lahan gambut yang rawan, dengan aktivitas pembasahan dan pendinginan yang intens.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Di lapangan, Manggala Agni bekerjasama dengan TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, serta masyarakat dan dunia usaha untuk melaksanakan patroli, groundcheck, dan pemadaman langsung. Meski Kalimantan Selatan bebas dari hotspot high confidence, kewaspadaan tetap dipertahankan mengingat perubahan cuaca bisa membawa risiko kebakaran baru.
Dampak Kualitas Udara dan Jarak Pandang
Pemantauan kualitas udara menunjukkan variasi di berbagai wilayah, dengan Kalimantan mengalami kondisi kualitas udara yang tidak sehat hingga sangat berbahaya di beberapa bagian. Kondisi serupa terpantau di Sumatra. BMKG melaporkan asap juga berdampak pada jarak pandang di berbagai kota seperti Pontianak, Palangka Raya, dan Pekanbaru.
Kementerian Kehutanan menekankan pentingnya verifikasi langsung di lapangan karena hotspot hanya menunjukkan anomali suhu permukaan, bukan kebakaran yang pasti terjadi. Oleh sebab itu, setiap indikasi akan diverifikasi untuk memastikan tindakan yang tepat.
Imbauan kepada Masyarakat
Masyarakat dihimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat memperparah situasi. Warga diminta melaporkan segera jika melihat asap atau indikasi titik api ke Posko Karhutla agar tindakan pencegahan dan penanganan bisa segera dilakukan.
Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen Kementerian Kehutanan dan berbagai pihak terkait untuk mengendalikan karhutla serta melindungi masyarakat dari dampak buruk yang bisa ditimbulkan.


















