Headline.co.id, Toba ~ Pemerintah Kabupaten Toba berupaya mengoptimalkan pelaksanaan konvergensi penurunan stunting di tahun 2026 melalui rapat koordinasi terpadu. Rapat ini berlangsung di Ruang Rapat Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Toba, Sumatra Utara. Dipimpin oleh Wakil Bupati Toba, Audi Murphy O. Sitorus, acara ini bertujuan menguatkan sinergi dan efektivitas intervensi lintas perangkat daerah. Langkah ini merupakan implementasi dari amanat Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.
Dalam rapat tersebut, Audi Murphy O. Sitorus menekankan pentingnya penggunaan data yang akurat dari tingkat tapak, sebagai dasar pemetaan intervensi yang lebih efektif. Ia menggarisbawahi bahwa meski Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) merupakan acuan nasional, pengumpulan data di desa dan kecamatan perlu dilakukan dengan lebih serius untuk meningkatkan kesadaran dalam pelaporan data.
### Target Stunting Kabupaten Toba
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Konsolidasi kegiatan konvergensi ini menjadi krusial untuk mencapai target menurunkan prevalensi stunting Kabupaten Toba menjadi 19,31 persen pada 2026, sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025–2029. Pemkab Toba mendorong pendekatan konvergen dan terukur, dimana organisasi perangkat daerah diminta tidak bekerja secara parsial, melainkan harus menyelaraskan program kerja agar berdampak langsung pada percepatan penurunan stunting.
### Komitmen Pemerintah Kabupaten Toba
Pemkab Toba berkomitmen untuk terus mendorong keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan dalam mengawal program penurunan stunting ini secara berkelanjutan. Hal ini dilakukan demi menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas di Toba. Dengan keterlibatan lintas sektor dan pengawasan yang ketat, diharapkan intervensi penurunan stunting dapat dilakukan secara efektif dan efisien.
Dengan kehadiran berbagai pemangku kepentingan di rapat koordinasi ini, diharapkan ada peningkatan kesadaran dan kerja sama untuk melaporkan data yang akurat dari tingkat desa dan kecamatan serta penyelarasan program daerah yang lebih baik sehingga target penurunan stunting dapat tercapai tepat waktu.



















