Highlight Berita:
Headline.co.id, Jakarta ~ Xiaomi 18 Fold menjadi langkah terbaru Xiaomi di segmen smartphone lipat layar besar setelah diperkenalkan pada 8 September 2026 dan dijadwalkan mulai dijual resmi pada 10 September di China. Perangkat ini tidak hanya mengandalkan layar yang dapat dilipat, tetapi memadukan desain passport size, chipset XRING O3 buatan Xiaomi, baterai silicon-carbon 6.000 mAh, tiga kamera belakang hasil kolaborasi dengan Leica, serta harga mulai CNY10.999 atau sekitar Rp28,9 juta. Respons awal konsumen juga menjadi perhatian setelah penjualan perdananya disebut tumbuh 310 persen secara tahunan dibandingkan ponsel lipat besar generasi sebelumnya.
Wakil Presiden Senior Xiaomi Group sekaligus Presiden Xiaomi China, Wang Xiaoyan, mengatakan, “Penjualan perdana Xiaomi 18 Fold mencapai 310 persen lebih tinggi secara tahunan dibandingkan ponsel lipat besar generasi sebelumnya.”
Pertumbuhan tersebut memberikan gambaran awal mengenai penerimaan Xiaomi 18 Fold di China. Wakil Presiden Xiaomi sekaligus CMO, Xu Fei, menambahkan, “Penjualan ponsel tersebut menunjukkan respons yang sangat kuat dari konsumen.”
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Mengapa Xiaomi 18 Fold Berbeda dari Ponsel Lipat Xiaomi Sebelumnya?
Xiaomi 18 Fold membawa Xiaomi kembali ke persaingan perangkat lipat layar besar. Salah satu perubahan paling menonjol terlihat pada desainnya yang tidak mengikuti bentuk foldable panjang dan sempit.
Xiaomi menggunakan konsep passport size dengan bodi lebih pendek dan lebar. Ketika dilipat, dimensinya 117,8 x 83,6 x 10,68 mm. Ketika dibuka, dimensinya berubah menjadi 117,8 x 163,8 x 5,02 mm dengan bobot 219 gram.
Pendekatan tersebut ditujukan untuk membuat layar luar lebih menyerupai pengalaman menggunakan smartphone biasa. Saat diperlukan ruang kerja lebih besar, pengguna dapat membuka perangkat untuk mengakses layar utama 7,58 inci.
Struktur lipatan Xiaomi 18 Fold ditopang Dragon Bone Hinge berbahan titanium dan kaca ultra-tipis ganda. Konstruksi tersebut disebut membuat bekas lipatan pada layar hampir tidak terlihat.
Layar Passport Size Menjadi Fondasi Desain
Layar menjadi elemen utama Xiaomi 18 Fold. Panel luar berukuran 5,38 inci dengan resolusi 1.168 x 1.712 piksel. Layar tersebut mempunyai rasio 1,4:1 serta dilindungi Shield Glass 3.0.
Saat perangkat dibuka, pengguna mendapatkan layar utama AMOLED seluas 7,58 inci dengan resolusi 2.364 x 1.672 piksel. Kedua layar mendukung refresh rate 120Hz dan kecerahan hingga 4.000 nits.
Ukuran tersebut juga membuat Xiaomi 18 Fold mempunyai proporsi yang sangat dekat dengan iPhone Duo yang diperkenalkan Apple sehari setelah Xiaomi. iPhone Duo memiliki layar luar 5,4 inci dan layar dalam 7,6 inci.
Namun, Xiaomi menempatkan layar besar tersebut sebagai bagian dari fungsi multitasking. Perusahaan mengklaim Xiaomi 18 Fold mampu menjalankan tiga aplikasi secara bersamaan ketika layar utamanya dibuka.
XRING O3 Menjadi Pusat Performa Xiaomi 18 Fold
Salah satu keputusan penting Xiaomi adalah tidak menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5 pada perangkat ini. Xiaomi 18 Fold justru ditenagai chipset buatan sendiri bernama XRING O3.
Prosesor tersebut dipasangkan dengan pilihan RAM 12 GB atau 16 GB. Kapasitas penyimpanannya tersedia mulai 256 GB, 512 GB, hingga 1 TB.
Jenis RAM berbeda bergantung pada variannya. Konfigurasi RAM 12 GB menggunakan LPDDR5X, sedangkan model RAM 16 GB memakai LPDDR6.
Xiaomi 18 Fold sekaligus menjadi perangkat yang menandai debut GPU Arm Mali G2 Ultra NX yang terintegrasi dalam prosesor XRING O3. Teknologi grafis AI tersebut disebut membawa peningkatan performa hingga 85 persen dibandingkan generasi sebelumnya.
Chris Bergey, EVP Edge AI Arm, menyatakan, “Kamu akan bisa membelinya; kamu akan bisa mendapatkannya di ponsel tahun depan, kamu akan bisa mendapatkannya di perangkat layar besar lainnya, baik itu tablet atau Chromebook.”
Selain peningkatan performa, teknologi grafis tersebut juga disebut membantu meningkatkan daya tahan baterai ketika perangkat menjalankan gim berat.
Baterai 6.000 mAh dalam Bodi Setebal 5,02 mm
Baterai menjadi bagian penting lain dari spesifikasi Xiaomi 18 Fold. Xiaomi memasang baterai silicon-carbon dengan kapasitas 6.000 mAh pada perangkat yang mempunyai ketebalan hanya 5,02 mm ketika dibuka.
Pengisian daya melalui kabel mendukung kecepatan 67W. Pengguna juga dapat memanfaatkan wireless charging dengan daya hingga 50W.
Kombinasi kapasitas baterai, pengisian kabel, dan pengisian nirkabel menjadi salah satu strategi Xiaomi untuk memperkuat spesifikasi hardware Xiaomi 18 Fold.
Perangkat menjalankan HyperOS 4 berbasis Android 17. Fitur pendukung lainnya meliputi sensor sidik jari yang terintegrasi dengan tombol daya serta speaker stereo dengan Dolby Atmos.
Kamera Leica 200 MP Jadi Salah Satu Nilai Jual
Xiaomi kembali menggandeng Leica untuk sistem kamera belakang Xiaomi 18 Fold. Terdapat tiga kamera yang memiliki fungsi berbeda.
Kamera utama beresolusi 200 MP memakai sensor Samsung ISOCELL HP5 berukuran 1/1,56 inci. Kamera kedua merupakan telefoto periskop 50 MP dengan focal length 80 mm dan optical zoom 3,5x.
Kamera telefoto tersebut juga menyediakan 7x in-sensor zoom dengan focal length setara 160 mm. Kamera ketiga adalah ultrawide 50 MP.
Untuk kamera depan, Xiaomi menggunakan dua sensor 16 MP. Satu kamera ditempatkan pada layar luar dan satu lagi tersedia pada layar utama sehingga pengguna tetap dapat melakukan panggilan video atau mengambil gambar dari kedua mode penggunaan perangkat.
Susunan tersebut menunjukkan Xiaomi menempatkan kemampuan fotografi sebagai salah satu fokus utama Xiaomi 18 Fold. Dalam perbandingan dengan iPhone Duo, Xiaomi menggunakan tiga kamera belakang dan kamera utama 200 MP, sedangkan iPhone Duo membawa dua kamera belakang 48 MP.
Lima Konfigurasi Harga Xiaomi 18 Fold
Xiaomi menawarkan sejumlah pilihan kapasitas agar pengguna dapat menyesuaikan kebutuhan memori dan penyimpanan. Model paling dasar membawa RAM 12 GB dan penyimpanan 256 GB dengan harga CNY10.999 atau sekitar Rp28,9 juta.
Varian RAM 12 GB dan penyimpanan 512 GB dibanderol CNY11.999 atau sekitar Rp31,5 juta. Model RAM 16 GB dengan penyimpanan 512 GB dijual CNY12.999 atau sekitar Rp34,1 juta.
Untuk kapasitas lebih besar, Xiaomi menawarkan RAM 16 GB dan penyimpanan 1 TB seharga CNY14.999 atau sekitar Rp39,4 juta. Sementara Ceramic Special Edition dengan konfigurasi RAM 16 GB dan penyimpanan 1 TB dibanderol CNY15.999 atau sekitar Rp42 juta.
Xiaomi 18 Fold tersedia dalam opsi Black, Nishino Red, Warm Gold, dan Ceramic Special Edition.
Penjualan Awal Naik 310 Persen tetapi Distribusi Masih Terbatas
Catatan penjualan perdana yang meningkat 310 persen secara tahunan menunjukkan adanya respons awal yang kuat di China. Angka tersebut dibandingkan dengan ponsel lipat besar generasi sebelumnya.
Xiaomi telah membuka tahap pemesanan awal sebelum penjualan resmi dimulai pada 10 September 2026. Namun, distribusi masih menjadi batas penting bagi calon konsumen di luar China.
Dalam bahan yang tersedia, Xiaomi disebut belum berencana menjual Xiaomi 18 Fold di luar pasar China. Artinya, meskipun perangkat menawarkan kombinasi layar 120Hz, kamera utama 200 MP, XRING O3, RAM hingga 16 GB, penyimpanan hingga 1 TB, dan baterai 6.000 mAh, ketersediaannya untuk sementara masih berfokus pada pasar domestik Xiaomi.
Di segmen perangkat lipat layar lebar, Xiaomi 18 Fold berhadapan dengan berbagai model lain seperti Samsung Galaxy Z Fold8, Google Pixel 11 Pro Fold, OPPO Find N6, HONOR Magic V6, vivo X Fold5, Motorola Razr Fold, dan OnePlus Open. Kehadiran Xiaomi 18 Fold memperluas persaingan tersebut dengan pendekatan yang menonjolkan desain ringkas, spesifikasi hardware tinggi, dan kamera Leica.



















