Headline.co.id, Jakarta ~ Revitalisasi dan digitalisasi sekolah menjadi langkah penting dalam upaya membuka akses pembelajaran yang lebih merata di Indonesia. Program ini diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dengan tujuan meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh pelosok negeri. Melalui program ini, diharapkan tidak ada lagi kesenjangan dalam akses pendidikan daerah perkotaan dan pedesaan.
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, menyatakan bahwa revitalisasi sekolah akan mencakup perbaikan infrastruktur fisik dan peningkatan kapasitas guru. “Kami ingin memastikan bahwa semua anak Indonesia mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas, tanpa terkecuali,” ujar Nadiem dalam sebuah konferensi pers di Jakarta, Selasa (8/9/2026).
Selain itu, digitalisasi sekolah juga menjadi fokus utama dalam program ini. Dengan memanfaatkan teknologi digital, diharapkan proses pembelajaran dapat dilakukan secara lebih interaktif dan menarik. Kemendikbudristek berencana untuk menyediakan perangkat digital dan akses internet di sekolah-sekolah yang selama ini belum terjangkau teknologi. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan minat belajar siswa dan memudahkan guru dalam menyampaikan materi pelajaran.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Program revitalisasi dan digitalisasi ini ditargetkan selesai dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Pemerintah berharap, dengan adanya program ini, kualitas pendidikan di Indonesia dapat meningkat secara signifikan dan mampu bersaing di tingkat global. “Kami berkomitmen untuk terus berinovasi demi masa depan pendidikan Indonesia yang lebih baik,” tutup Nadiem.


















