Headline.co.id, Jakarta ~ Indonesia dan Amerika Serikat sepakat untuk memperluas kerja sama di bidang teknologi kecerdasan buatan (AI) dan perlindungan anak. Kesepakatan ini dicapai dalam pertemuan bilateral yang berlangsung pada awal September 2026. Pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari kedua negara, termasuk pejabat tinggi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia serta Departemen Luar Negeri Amerika Serikat.
Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Amerika Serikat, khususnya dalam menghadapi tantangan global di era digital. Kedua negara berkomitmen untuk saling berbagi pengetahuan dan teknologi dalam pengembangan AI yang bertanggung jawab. Selain itu, mereka juga menekankan pentingnya perlindungan anak di dunia maya, mengingat meningkatnya ancaman terhadap keamanan anak-anak di internet.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat untuk mengadakan serangkaian lokakarya dan pelatihan yang melibatkan pakar dari kedua negara. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Selain itu, kerja sama ini juga akan mencakup pengembangan kebijakan yang mendukung inovasi teknologi yang aman dan berkelanjutan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memajukan industri teknologi di Indonesia. “Kami berharap dapat belajar dari pengalaman Amerika Serikat dalam mengembangkan teknologi AI yang aman dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, perwakilan dari Amerika Serikat menegaskan komitmen mereka untuk mendukung upaya Indonesia dalam menciptakan lingkungan digital yang aman bagi anak-anak.

















