Headline.co.id, Pekanbaru ~ Riau – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Provinsi Riau dilaporkan mencapai angka 10.783 kasus. Peningkatan ini diduga kuat dipicu oleh kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah tersebut. Data ini disampaikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Riau yang mencatat lonjakan kasus ISPA selama beberapa minggu terakhir.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir, kabut asap yang menyelimuti Riau telah memperburuk kualitas udara dan berdampak langsung pada kesehatan masyarakat. “Kondisi ini sangat memprihatinkan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia,” ujar Mimi. Ia menambahkan bahwa pihaknya telah menginstruksikan seluruh puskesmas untuk siaga dan memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat yang terdampak.
Selain itu, pemerintah daerah juga telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau untuk mengatasi masalah karhutla yang menjadi sumber utama kabut asap. Langkah-langkah penanggulangan seperti pemadaman titik api dan patroli rutin di daerah rawan kebakaran terus dilakukan. “Kami berupaya semaksimal mungkin untuk mengurangi dampak dari karhutla ini,” kata Kepala BPBD Riau, Edwar Sanger.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah Provinsi Riau berencana untuk meningkatkan sosialisasi mengenai bahaya kabut asap dan cara pencegahannya kepada masyarakat. Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan dan lingkungan sekitar. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan kasus ISPA dapat ditekan dan kualitas udara di Riau dapat kembali normal.




















