Headline.co.id, Jakarta ~ (Kemenag) — Kementerian Agama berkomitmen untuk memperkuat peran Ma’had Aly dalam mencetak ulama dan akademisi yang memiliki penguasaan mendalam terhadap keilmuan Islam. Selain itu, lembaga pendidikan tinggi pesantren ini didorong untuk lebih adaptif terhadap perkembangan pengetahuan kontemporer dan teknologi modern. Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, dalam diskusi mengenai arah pengembangan Ma’had Aly di Jakarta pada Selasa (8/9/2026).
Kamaruddin menekankan pentingnya penguasaan khazanah keislaman yang harus berjalan seiring dengan kemampuan memahami realitas sosial masyarakat. Menurutnya, Ma’had Aly memiliki posisi strategis sebagai lembaga yang menekankan pendalaman keagamaan atau tafaqquh fiddin. “Santri tidak boleh hanya belajar fikih semata, tapi juga harus paham ketatanegaraan serta realitas sosial-politik di mana Islam diajarkan dan diimplementasikan di Indonesia,” jelas Kamaruddin.
Selain aspek sosial, Kamaruddin juga menyoroti pentingnya pengenalan teknologi mutakhir kepada para mahasantri, khususnya pemanfaatan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI). Ia menegaskan bahwa adopsi teknologi ini sangat diperlukan sebagai bekal untuk menghadapi tantangan masa depan. “Di pesantren wajib diperkenalkan tentang AI ini. Penggunaan AI sudah menjadi keniscayaan,” ujarnya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Dengan arah pengembangan ini, diharapkan pendidikan pesantren dapat menjaga muruahnya sekaligus memperluas kapasitas intelektual mahasantri dalam menjawab tantangan zaman. Pesantren diharapkan tidak menutup diri dari inovasi digital yang dapat dimanfaatkan secara produktif untuk dakwah maupun riset keilmuan.

















