Headline.co.id, Jakarta ~ (Kemenag) — Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah, menghadirkan Eksibisi Disabilitas Tuli sebagai bagian dari upaya Kementerian Agama untuk memperluas akses inklusif terhadap syiar dan layanan keagamaan. Eksibisi ini memberikan kesempatan bagi Teman Tuli untuk berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan yang lebih inklusif.
Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menyatakan dukungannya terhadap eksibisi ini. Menurutnya, penting bagi Al-Qur’an untuk dapat diakses dan dipahami oleh semua umat, termasuk mereka yang memiliki disabilitas. “Al-Qur’an adalah tuntunan bagi seluruh umat. Kita harus memastikan saudara-saudara kita penyandang disabilitas juga memiliki ruang dan akses yang semakin luas untuk mempelajari, memahami, dan mencintai Al-Qur’an,” ujar Nasaruddin di Jakarta pada Selasa (8/9/2026).
Nasaruddin menekankan bahwa MTQ tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga kesempatan untuk memperluas syiar Al-Qur’an dan menghadirkan layanan keagamaan yang menjangkau berbagai kelompok masyarakat. “MTQ bukan hanya ruang kompetisi, tetapi juga momentum untuk semakin mendekatkan Al-Qur’an kepada seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, saya sangat mendukung hadirnya eksibisi bagi Teman Tuli pada MTQ Nasional tahun ini,” tambahnya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Eksibisi ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, yang menjamin hak penyandang disabilitas untuk mendapatkan akses dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pelayanan keagamaan. Selain itu, Kementerian Agama juga memanfaatkan momentum MTQ Nasional XXXI untuk memperkenalkan Mushaf Al-Qur’an Isyarat kepada masyarakat, sebagai upaya memperluas akses bagi Teman Tuli dalam membaca dan memahami Al-Qur’an.
Eksibisi Disabilitas Tuli akan berlangsung di Semarang pada 14–16 September 2026, dengan partisipasi 28 peserta dari 14 komunitas Tuli Muslim di berbagai daerah Indonesia. Peserta dibagi menjadi dua golongan: 14 peserta mengikuti golongan Tilawah atau membaca Al-Qur’an Isyarat, dan 14 peserta lainnya mengikuti golongan Kitabah atau menulis Al-Qur’an Isyarat. Kehadiran eksibisi ini diharapkan dapat memperkuat layanan keagamaan yang inklusif dan membuka akses lebih luas bagi penyandang disabilitas Tuli.
















