Headline.co.id, Jakarta ~ Erupsi Gunung Anak Krakatau pada awal September 2026 menyebabkan penutupan sementara lima bandara di wilayah sekitarnya. Penutupan ini dilakukan untuk menjamin keselamatan penerbangan akibat abu vulkanik yang menyebar di udara. Bandara yang terdampak meliputi Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, dan tiga bandara lainnya di wilayah Banten dan Lampung. Keputusan ini diambil setelah koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Otoritas Bandara setempat.
Sebagai langkah antisipasi, pihak berwenang telah menyiapkan Operation Management Center (OMC) di lokasi alternatif. OMC ini berfungsi untuk memastikan operasional penerbangan tetap berjalan lancar meskipun ada penutupan bandara. “Kami telah mempersiapkan segala sesuatunya agar penerbangan dapat dialihkan dengan aman dan efisien,” ujar seorang pejabat dari Kementerian Perhubungan.
Penutupan bandara ini diperkirakan berlangsung hingga kondisi dinyatakan aman oleh pihak berwenang. Selama periode ini, penerbangan yang seharusnya mendarat di bandara terdampak dialihkan ke bandara lain yang tidak terpengaruh oleh abu vulkanik. Para penumpang diimbau untuk memantau informasi terbaru dari maskapai penerbangan terkait jadwal dan lokasi penerbangan mereka.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Selain itu, pihak bandara dan maskapai penerbangan terus berkoordinasi untuk meminimalkan dampak dari penutupan ini terhadap penumpang. “Keselamatan adalah prioritas utama kami, dan kami berusaha semaksimal mungkin untuk mengurangi ketidaknyamanan yang dialami penumpang,” tambah pejabat tersebut. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan mengikuti arahan dari pihak berwenang selama situasi ini berlangsung.




















