Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Get Started
Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Headline.co.id
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Berita Nasional

Krakatau Meletus: Apa yang Terjadi di Anak Krakatau, Arti Lava Fountain dan Batas Aman 3 Km

Hendrawan by Hendrawan
32 minutes ago
in Nasional
Reading Time: 7 mins read
393 30
A A
0
Krakatau Meletus: Apa yang Terjadi di Anak Krakatau, Arti Lava Fountain dan Batas Aman 3 Km
ADVERTISEMENT
Share on FacebookShare on Twitter

Highlight Berita:

  • Krakatau meletus dalam rangkaian aktivitas Gunung Anak Krakatau yang berlangsung menerus sejak Jumat malam hingga Sabtu pagi.
  • Badan Geologi menyebut erupsi bertipe Strombolian dengan lontaran batu pijar, abu vulkanik, serta semburan menyerupai lava fountain.
  • Erupsi pukul 05.46 WIB menghasilkan kolom abu sekitar 300 meter di atas puncak dengan amplitudo maksimum 70 milimeter.
  • Dentuman dan getaran yang dilaporkan masyarakat di Jawa Barat, Banten, dan Lampung diduga berkaitan dengan aktivitas erupsi.
  • Gunung Anak Krakatau telah berstatus Level III atau Siaga sejak 2 Juli 2026.
  • Berdasarkan evaluasi Badan Geologi hingga saat ini, tubuh Anak Krakatau relatif kecil dan tidak berpotensi runtuh dalam skala yang memicu tsunami.
  • Zona yang tidak boleh dimasuki masyarakat, wisatawan, pengunjung, dan pendaki adalah radius 3 kilometer dari kawah aktif.

Headline.co.id, Lampung Selatan ~ Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan aktivitas erupsi menerus sejak Jumat (4/9/2026) pukul 23.07 WIB hingga Sabtu (5/9/2026) pagi, disertai dentuman, suara gemuruh, lontaran material, abu vulkanik, dan semburan merah menyala yang diinterpretasikan sebagai lava fountain. Pada pukul 05.46 WIB, Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau juga mencatat erupsi dengan kolom abu sekitar 300 meter di atas puncak dan amplitudo maksimum 70 milimeter. Di tengah perhatian publik terhadap peristiwa krakatau meletus, Badan Geologi menegaskan status Gunung Anak Krakatau masih Level III atau Siaga dengan larangan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

Contents

  • 1. Highlight Berita:
    • 1.1. Krakatau Meletus, Erupsi Anak Krakatau Berlanjut hingga Pagi dan Status Tetap Siaga
    • 1.2. Wapres Gibran dan Gubernur Sumut Berikan Sertifikat Huntap untuk Korban Banjir Sibolga
  • 2. Apa yang Terjadi pada Gunung Anak Krakatau?
  • 3. Apa Arti Erupsi Strombolian dan Lava Fountain?
  • 4. Mengapa Dentuman dan Getaran Bisa Terdengar?
  • 5. Bagaimana Penjelasan Badan Geologi soal Potensi Tsunami?
  • 6. Apa yang Harus Dilakukan Masyarakat dan Wisatawan?

Aktivitas kali ini juga memunculkan pertanyaan setelah masyarakat di Jawa Barat, Banten, dan Lampung melaporkan dentuman dan getaran sejak malam. Badan Geologi menduga fenomena tersebut berkaitan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung pada waktu bersamaan.

You might also like

Gunung Anak Krakatau erupsi

Krakatau Meletus, Erupsi Anak Krakatau Berlanjut hingga Pagi dan Status Tetap Siaga

5 September 2026
: Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) Gibran Rakabuming Raka, bersama Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menyerahkan sertifikat hak milik hunian tetap (huntap) kepada 40 warga Sibolga, Jumat (4/9/2026). (Foto: sumutprov.go.id)

Wapres Gibran dan Gubernur Sumut Berikan Sertifikat Huntap untuk Korban Banjir Sibolga

5 September 2026

Berikut penjelasan berdasarkan keterangan Badan Geologi dan laporan pengamatan PVMBG mengenai rangkaian aktivitas Gunung Anak Krakatau, karakter erupsi yang sedang terjadi, hasil evaluasi mengenai potensi tsunami, serta rekomendasi keselamatan bagi masyarakat.

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT

Apa yang Terjadi pada Gunung Anak Krakatau?

Gunung Anak Krakatau di Lampung Selatan mengalami erupsi menerus yang terpantau sejak Jumat pukul 23.07 WIB. Aktivitas tersebut masih berlangsung hingga periode pengamatan Sabtu pukul 00.00 sampai 06.00 WIB.

Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan status Gunung Anak Krakatau telah berada pada Level III atau Siaga sejak 2 Juli 2026. Rangkaian erupsi tipe Strombolian terus terjadi hingga 5 September 2026.

“Sejak 2 Juli 2026, status aktivitas Gunungapi Anak Krakatau berada pada Level III (Siaga). Seri erupsi tipe Strombolian yang menghasilkan lontaran batu pijar dan abu vulkanik terus berlangsung hingga tanggal 5 September 2026,” kata Lana dalam keterangannya, Sabtu.

Badan Geologi menyebut erupsi berlangsung terus-menerus dan disertai suara gemuruh. Dari Pos PGA Krakatau Pasauran, gemuruh masih terdengar hingga pukul 04.40 WIB.

Setelah itu, pada pukul 05.46 WIB tercatat erupsi dengan kolom abu mencapai sekitar 300 meter di atas puncak atau sekitar 457 meter di atas permukaan laut. Abu terlihat berwarna hitam dengan intensitas tebal dan bergerak condong ke arah barat serta barat laut.

Erupsi pukul 05.46 WIB terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 70 milimeter dan durasi sekitar 27 detik. Sementara dalam laporan periode enam jam pukul 00.00 sampai 06.00 WIB tercatat satu kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 70 milimeter dan lama gempa 21.600 detik, ketika aktivitas erupsi menerus masih berlangsung.

Apa Arti Erupsi Strombolian dan Lava Fountain?

Dalam bahan laporan Badan Geologi, aktivitas Gunung Anak Krakatau disebut sebagai erupsi bertipe Strombolian. Karakter yang dicatat dari erupsi tersebut adalah lontaran batu pijar dan abu vulkanik.

Pada periode erupsi menerus, petugas juga mengamati semburan merah menyala. Fenomena itu diinterpretasikan sebagai lava fountain atau lava air mancur yang menghasilkan aliran lava.

“Tinggi kolom erupsi tidak teramati, akan tetapi warna merah menyala semburan erupsi terlihat jelas secara menerus. Fenomena erupsi ini menyerupai ‘lava fountain’ atau lava air mancur yang menghasilkan aliran lava. Erupsi menerus dalam durasi beberapa jam yang berasosiasi dengan erupsi lava air mancur adalah fenomena umum yang sering terjadi,” kata Lana.

Dengan demikian, istilah lava fountain dalam laporan kali ini merujuk pada semburan merah menyala yang terlihat terus-menerus dan menghasilkan aliran lava. Badan Geologi menyampaikan fenomena semacam itu dapat berasosiasi dengan erupsi yang berlangsung selama beberapa jam.

Selama periode pengamatan, cuaca di sekitar gunung dilaporkan berawan hingga mendung. Angin bertiup lemah hingga sedang menuju barat laut, sejalan dengan pengamatan kolom abu yang bergerak ke arah barat dan barat laut.

Mengapa Dentuman dan Getaran Bisa Terdengar?

Sejak malam, sejumlah masyarakat di Jawa Barat, Banten, dan Lampung melaporkan adanya suara dentuman dan getaran. Badan Geologi tidak menyatakan secara mutlak penyebabnya, tetapi menduga fenomena tersebut berkaitan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi dalam waktu bersamaan.

“Suara dentuman dan getaran yang dilaporkan masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Barat, Banten, dan Lampung diduga berkaitan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung pada waktu bersamaan,” ujar Lana.

Suara dari aktivitas gunung juga terdeteksi langsung dari pos pengamatan. Badan Geologi menyebut erupsi menerus disertai gemuruh yang masih terdengar dari Pos PGA Krakatau Pasauran.

“Gunung api Anak Krakatau mengalami erupsi menerus yang disertai dengan suara gemuruh. Sampai saat ini tanggal 5 September 2026, pukul 04.40 WIB masih berlangsung erupsi menerus dan masih terdengar gemuruh dari Pos PGA Krakatau Pasauran dari erupsi menerus GAK,” kata Lana.

Laporan periode pukul 00.00 sampai 06.00 WIB juga mencatat aktivitas vulkanik disertai suara dentuman dan gemuruh yang terdengar dari Pos GAK Pasauran.

Bagaimana Penjelasan Badan Geologi soal Potensi Tsunami?

Salah satu informasi penting yang disampaikan Badan Geologi dalam rangkaian aktivitas Gunung Krakatau kali ini berkaitan dengan evaluasi kondisi tubuh Gunung Anak Krakatau. Lana menjelaskan tubuh gunung yang terbentuk kembali setelah erupsi 22 Desember 2018 masih relatif kecil.

Berdasarkan hasil evaluasi hingga saat ini, Badan Geologi menilai tubuh Gunung Anak Krakatau tidak berpotensi mengalami keruntuhan dalam skala yang dapat memicu tsunami. Pernyataan tersebut disampaikan berdasarkan kondisi dan hasil evaluasi yang tersedia saat ini.

“Berdasarkan hasil evaluasi hingga saat ini, pertumbuhan tubuh Gunung Anak Krakatau yang terbentuk kembali pascaerupsi 22 Desember 2018 masih relatif kecil dan tidak berpotensi mengalami keruntuhan dalam skala yang dapat memicu tsunami. Meskipun demikian, perkembangan aktivitas dan perubahan morfologinya tetap dipantau secara intensif,” kata Lana.

Artinya, Badan Geologi tetap melakukan pengawasan terhadap aktivitas vulkanik dan perubahan bentuk tubuh gunung meskipun hasil evaluasi saat ini tidak menunjukkan potensi keruntuhan berskala pemicu tsunami.

Masyarakat di kawasan pantai Banten dan Lampung juga diminta tetap tenang dan melakukan kegiatan seperti biasa sambil mengikuti arahan BPBD setempat.

Apa yang Harus Dilakukan Masyarakat dan Wisatawan?

Status Gunung Anak Krakatau hingga Sabtu tetap Level III atau Siaga. Dengan status tersebut, rekomendasi utama PVMBG adalah tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dan tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

Larangan tersebut berlaku bagi masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki. Rekomendasi radius 3 kilometer dikeluarkan untuk mengantisipasi potensi bahaya aktivitas erupsi yang sedang berlangsung.

Badan Geologi juga mengingatkan masyarakat agar mengikuti informasi resmi dari Badan Geologi dan PVMBG serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, terutama ketika aktivitas gunung api menjadi perhatian luas.

“Masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung harap tenang dan dapat melakukan kegiatan seperti biasa dengan senantiasa mengikuti arahan BPBD setempat,” ujar Lana.

Gunung Anak Krakatau berada di wilayah Lampung Selatan, Lampung, sekitar 6,102 derajat lintang selatan dan 105,423 derajat bujur timur. Ketinggiannya tercatat 157 meter di atas permukaan laut.

Dalam laporan pengamatan, suhu udara di sekitar Gunung Anak Krakatau berada pada kisaran 26,5 hingga 27,1 derajat Celsius dan kelembapan 75 hingga 78 persen. Pengamat gunung api Rioboniek Situmorang mencatat gunung terlihat jelas hingga tertutup kabut, sedangkan asap kawah tidak teramati.

“Pengamatan visual: Gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati,” tulis Rioboniek dalam laporannya.

Selama status Siaga masih berlaku dan rangkaian erupsi terus dipantau, masyarakat diminta menjadikan rekomendasi radius aman serta informasi resmi PVMBG dan Badan Geologi sebagai rujukan utama dalam menyikapi perkembangan Gunung Anak Krakatau.

Tags: Erupsi StrombolianGunung Anak KrakatauGunung KrakatauKrakatau MeletusLava FountainPVMBGStatus Siaga

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT
Hendrawan

Hendrawan

Related Stories

Gunung Anak Krakatau erupsi

Krakatau Meletus, Erupsi Anak Krakatau Berlanjut hingga Pagi dan Status Tetap Siaga

by Wawan
5 September 2026
0

Krakatau meletus, Anak Krakatau erupsi menerus hingga Sabtu pagi. Status tetap Siaga dan warga dilarang masuk radius 3 km.

: Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) Gibran Rakabuming Raka, bersama Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menyerahkan sertifikat hak milik hunian tetap (huntap) kepada 40 warga Sibolga, Jumat (4/9/2026). (Foto: sumutprov.go.id)

Wapres Gibran dan Gubernur Sumut Berikan Sertifikat Huntap untuk Korban Banjir Sibolga

by masfajar
5 September 2026
0

Headline.co.id, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka Bersama Gubernur Sumatera Utara ~ Edy Rahmayadi, menyerahkan sertifikat hunian tetap (huntap) kepada korban...

: Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal (PAUD, Dikdas, dan PNFI) Kemendikdasmen Gogot Suharwoto. (Foto: Dok Kemendikdasmen)

Kemendikdasmen Pastikan Hak Belajar 1,43 Juta Siswa Terdampak Asap Terpenuhi

by Ari Wibowo muhammad
5 September 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengambil langkah tegas untuk memastikan hak belajar 1,43 juta siswa yang...

:

Rehabilitasi Sekolah Terdampak Banjir di Padang Dibiayai Rp3 Miliar

by Dwina
5 September 2026
0

Headline.co.id, Bangunan ~ Pemerintah Kota Padang mengalokasikan dana sebesar Rp3 miliar untuk merehabilitasi sekolah-sekolah yang terdampak banjir. Langkah ini diambil...

: Wakil Wali Kota Dumai, Sugiyarto, memimpin Rapat Koordinasi Kesiapsigaan Karhutla. (foto: MC Dumai)

Pemkot Dumai dan Mabes TNI AD Kolaborasi Cegah Karhutla Sejak Dini

by masfajar
5 September 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah Kota Dumai bekerja sama dengan Markas Besar TNI Angkatan Darat untuk memperkuat strategi pencegahan kebakaran hutan...

: Ilustrasi ChatGPT

Kebakaran di TWA Ijen, Jalur Pendakian Ditutup Sementara

by Dani
5 September 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Kebakaran yang melanda kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Ijen telah menyebabkan penutupan sementara jalur pendakian menuju Kawah...

Headline Media Headline Media Headline Media

Recommended

Kemenhub Gelar Rampcheck Bus untuk Jamin Keselamatan Jelang Nataru

Kemenhub Gelar Rampcheck Bus untuk Jamin Keselamatan Jelang Nataru

13 November 2025
Marks on Fernandez, Ogura, and the rise of Trackhouse: “A new project unlocks potential – the challenge is maintaining it”

Trackhouse MotoGP: Keberhasilan dan Tantangan Masa Depan

12 August 2026
TMMD Sumenep Sosialisasikan Rekrutmen TNI yang Gratis dan Transparan

TMMD Sumenep Sosialisasikan Rekrutmen TNI yang Gratis dan Transparan

16 February 2026
Pemkot Jambi Perbarui Data PBB 2026 untuk Tingkatkan Pendapatan Daerah

Pemkot Jambi Perbarui Data PBB 2026 untuk Tingkatkan Pendapatan Daerah

24 December 2025
Klarifikasi Hoaks: Presiden Prabowo Tidak Akan Potong Gaji Pejabat untuk Program MBG

Klarifikasi Hoaks: Presiden Prabowo Tidak Akan Potong Gaji Pejabat untuk Program MBG

30 March 2026
Pendistribusian Perdana Program MBG di Kapuas Dimulai

Pendistribusian Perdana Program MBG di Kapuas Dimulai

1 April 2026
Ilustrasi Bentrok

Kasat Reskrim Polres Malra Terluka Terkena Panah Saat Mengamankan Bentrok Antarwarga

24 February 2024

Artikel Terbaru

Cuaca Hari Ini Jabodetabek 26 Juli 2026 Didominasi Berawan

Cuaca Hari Ini Masih Panas dan Kering, tetapi Hujan Lokal Mengintai Sejumlah Wilayah

5 September 2026
Gunung Anak Krakatau erupsi

Krakatau Meletus, Erupsi Anak Krakatau Berlanjut hingga Pagi dan Status Tetap Siaga

5 September 2026
Prakiraan Cuaca Besok Kamis 23 Juli 2026: BMKG Waspadai Hujan Petir di Tanjung Pinang dan Tanjung Selor

Cuaca Hari Ini 5 September 2026: BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah

5 September 2026
: Bupati Batang M. Faiz Kurniawan Targetkan UHC Pulih Oktober 2026, Warga Bisa Berobat Gratis Lagi Pakai KTP.

Bupati Batang Optimis UHC Pulih Oktober 2026, Warga Dapat Berobat Gratis dengan KTP

5 September 2026
Bibit Siklon Cuaca Besok 2 September 2026

Mengapa Cuaca Hari Ini Tetap Bisa Hujan Saat Kemarau? Ini Penjelasan BMKG dan Prediksi hingga 10 September

5 September 2026
Jembatan Baru di Pangandaran Ambruk Usai Diresmikan

Mengapa Jembatan Gantung Pangandaran Ambruk? Ini Temuan TNI AD, Sorotan Ombudsman, dan Rencana Jembatan Baru

5 September 2026
Menag Sharing Praktik Baik Transformasi Peran Masjid di Indonesia kepada Imam Academy UK

Transformasi Peran Masjid di Indonesia Dipaparkan Menag kepada Imam Academy Inggris

5 September 2026

Popular Story

Pemerintah

Tiga Pesawat F-16 Hiasi Langit Jakarta dalam Merdeka Run 2026

by wahyu
29 August 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ 28 Agustus 2026 – Tiga pesawat tempur F-16 milik...

Read moreDetails

Viral Dinar Candy Berjongkok di Balik Meja DJ Saat Petugas Razia Klub Malam

Mengenal Xiaomi 18 Fold: Perbedaan Flip dan Fold, Bocoran Desain hingga Jadwal Xiaomi 18

Apple Umumkan Event 9 September 2026, iPhone 18 Reguler Justru Diprediksi Absen

Batam Dapat Penghargaan atas Pembangunan Terintegrasi

Pergantian Komandan Kodim Padang, Sinergi Pembangunan Tetap Berjalan

Legalitas LAZ Dorong Penguatan Kelembagaan Filantropi di Ponorogo

Braves vs Nationals Hari Ini: Jadwal, Starter, Statistik, dan Pemain Kunci

Polri Salurkan Bantuan dan Trauma Healing di Pulau Sukun Pasca Gempa

Perampasan Aset Diperluas, DPR Hadapi Tantangan Lindungi Hak Warga

Prev Next
Headline.co.id


Headline.co.id (Headline Media Indonesia) merupakan situs berita Headline menyediakan berbagai macam informasi yang update dan terpercaya. Izin Kominfo No TDPSE : 007022.01/DJAI.PSE/08/2022 PB-UMKU: 120000073262700000001

  • Kebijakan Editorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Koreksi Ralat
  • Redaksi
  • Pasang Iklan

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.