Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Get Started
Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Headline.co.id
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Berita Nasional

Krakatau Meletus: Apa yang Terjadi di Anak Krakatau, Arti Lava Fountain dan Batas Aman 3 Km

Hendrawan by Hendrawan
2 months ago
in Nasional
Reading Time: 7 mins read
399 30
A A
0
Krakatau Meletus: Apa yang Terjadi di Anak Krakatau, Arti Lava Fountain dan Batas Aman 3 Km
ADVERTISEMENT
Share on FacebookShare on Twitter

Highlight Berita:

  • Krakatau meletus dalam rangkaian aktivitas Gunung Anak Krakatau yang berlangsung menerus sejak Jumat malam hingga Sabtu pagi.
  • Badan Geologi menyebut erupsi bertipe Strombolian dengan lontaran batu pijar, abu vulkanik, serta semburan menyerupai lava fountain.
  • Erupsi pukul 05.46 WIB menghasilkan kolom abu sekitar 300 meter di atas puncak dengan amplitudo maksimum 70 milimeter.
  • Dentuman dan getaran yang dilaporkan masyarakat di Jawa Barat, Banten, dan Lampung diduga berkaitan dengan aktivitas erupsi.
  • Gunung Anak Krakatau telah berstatus Level III atau Siaga sejak 2 Juli 2026.
  • Berdasarkan evaluasi Badan Geologi hingga saat ini, tubuh Anak Krakatau relatif kecil dan tidak berpotensi runtuh dalam skala yang memicu tsunami.
  • Zona yang tidak boleh dimasuki masyarakat, wisatawan, pengunjung, dan pendaki adalah radius 3 kilometer dari kawah aktif.

Headline.co.id, Lampung Selatan ~ Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan aktivitas erupsi menerus sejak Jumat (4/9/2026) pukul 23.07 WIB hingga Sabtu (5/9/2026) pagi, disertai dentuman, suara gemuruh, lontaran material, abu vulkanik, dan semburan merah menyala yang diinterpretasikan sebagai lava fountain. Pada pukul 05.46 WIB, Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau juga mencatat erupsi dengan kolom abu sekitar 300 meter di atas puncak dan amplitudo maksimum 70 milimeter. Di tengah perhatian publik terhadap peristiwa krakatau meletus, Badan Geologi menegaskan status Gunung Anak Krakatau masih Level III atau Siaga dengan larangan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

Contents

  • 1. Highlight Berita:
    • 1.1. Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Ikut Blok Militer Mana Pun
    • 1.2. Tantangan Indonesia di Tengah Krisis Global Disoroti Prabowo
  • 2. Apa yang Terjadi pada Gunung Anak Krakatau?
  • 3. Apa Arti Erupsi Strombolian dan Lava Fountain?
  • 4. Mengapa Dentuman dan Getaran Bisa Terdengar?
  • 5. Bagaimana Penjelasan Badan Geologi soal Potensi Tsunami?
  • 6. Apa yang Harus Dilakukan Masyarakat dan Wisatawan?

Aktivitas kali ini juga memunculkan pertanyaan setelah masyarakat di Jawa Barat, Banten, dan Lampung melaporkan dentuman dan getaran sejak malam. Badan Geologi menduga fenomena tersebut berkaitan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung pada waktu bersamaan.

You might also like

Berita Terkini

Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Ikut Blok Militer Mana Pun

22 October 2026
Berita Terkini

Tantangan Indonesia di Tengah Krisis Global Disoroti Prabowo

22 October 2026

Berikut penjelasan berdasarkan keterangan Badan Geologi dan laporan pengamatan PVMBG mengenai rangkaian aktivitas Gunung Anak Krakatau, karakter erupsi yang sedang terjadi, hasil evaluasi mengenai potensi tsunami, serta rekomendasi keselamatan bagi masyarakat.

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT

Apa yang Terjadi pada Gunung Anak Krakatau?

Gunung Anak Krakatau di Lampung Selatan mengalami erupsi menerus yang terpantau sejak Jumat pukul 23.07 WIB. Aktivitas tersebut masih berlangsung hingga periode pengamatan Sabtu pukul 00.00 sampai 06.00 WIB.

Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan status Gunung Anak Krakatau telah berada pada Level III atau Siaga sejak 2 Juli 2026. Rangkaian erupsi tipe Strombolian terus terjadi hingga 5 September 2026.

“Sejak 2 Juli 2026, status aktivitas Gunungapi Anak Krakatau berada pada Level III (Siaga). Seri erupsi tipe Strombolian yang menghasilkan lontaran batu pijar dan abu vulkanik terus berlangsung hingga tanggal 5 September 2026,” kata Lana dalam keterangannya, Sabtu.

Badan Geologi menyebut erupsi berlangsung terus-menerus dan disertai suara gemuruh. Dari Pos PGA Krakatau Pasauran, gemuruh masih terdengar hingga pukul 04.40 WIB.

Setelah itu, pada pukul 05.46 WIB tercatat erupsi dengan kolom abu mencapai sekitar 300 meter di atas puncak atau sekitar 457 meter di atas permukaan laut. Abu terlihat berwarna hitam dengan intensitas tebal dan bergerak condong ke arah barat serta barat laut.

Erupsi pukul 05.46 WIB terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 70 milimeter dan durasi sekitar 27 detik. Sementara dalam laporan periode enam jam pukul 00.00 sampai 06.00 WIB tercatat satu kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 70 milimeter dan lama gempa 21.600 detik, ketika aktivitas erupsi menerus masih berlangsung.

Apa Arti Erupsi Strombolian dan Lava Fountain?

Dalam bahan laporan Badan Geologi, aktivitas Gunung Anak Krakatau disebut sebagai erupsi bertipe Strombolian. Karakter yang dicatat dari erupsi tersebut adalah lontaran batu pijar dan abu vulkanik.

Pada periode erupsi menerus, petugas juga mengamati semburan merah menyala. Fenomena itu diinterpretasikan sebagai lava fountain atau lava air mancur yang menghasilkan aliran lava.

“Tinggi kolom erupsi tidak teramati, akan tetapi warna merah menyala semburan erupsi terlihat jelas secara menerus. Fenomena erupsi ini menyerupai ‘lava fountain’ atau lava air mancur yang menghasilkan aliran lava. Erupsi menerus dalam durasi beberapa jam yang berasosiasi dengan erupsi lava air mancur adalah fenomena umum yang sering terjadi,” kata Lana.

Dengan demikian, istilah lava fountain dalam laporan kali ini merujuk pada semburan merah menyala yang terlihat terus-menerus dan menghasilkan aliran lava. Badan Geologi menyampaikan fenomena semacam itu dapat berasosiasi dengan erupsi yang berlangsung selama beberapa jam.

Selama periode pengamatan, cuaca di sekitar gunung dilaporkan berawan hingga mendung. Angin bertiup lemah hingga sedang menuju barat laut, sejalan dengan pengamatan kolom abu yang bergerak ke arah barat dan barat laut.

Mengapa Dentuman dan Getaran Bisa Terdengar?

Sejak malam, sejumlah masyarakat di Jawa Barat, Banten, dan Lampung melaporkan adanya suara dentuman dan getaran. Badan Geologi tidak menyatakan secara mutlak penyebabnya, tetapi menduga fenomena tersebut berkaitan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi dalam waktu bersamaan.

“Suara dentuman dan getaran yang dilaporkan masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Barat, Banten, dan Lampung diduga berkaitan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung pada waktu bersamaan,” ujar Lana.

Suara dari aktivitas gunung juga terdeteksi langsung dari pos pengamatan. Badan Geologi menyebut erupsi menerus disertai gemuruh yang masih terdengar dari Pos PGA Krakatau Pasauran.

“Gunung api Anak Krakatau mengalami erupsi menerus yang disertai dengan suara gemuruh. Sampai saat ini tanggal 5 September 2026, pukul 04.40 WIB masih berlangsung erupsi menerus dan masih terdengar gemuruh dari Pos PGA Krakatau Pasauran dari erupsi menerus GAK,” kata Lana.

Laporan periode pukul 00.00 sampai 06.00 WIB juga mencatat aktivitas vulkanik disertai suara dentuman dan gemuruh yang terdengar dari Pos GAK Pasauran.

Bagaimana Penjelasan Badan Geologi soal Potensi Tsunami?

Salah satu informasi penting yang disampaikan Badan Geologi dalam rangkaian aktivitas Gunung Krakatau kali ini berkaitan dengan evaluasi kondisi tubuh Gunung Anak Krakatau. Lana menjelaskan tubuh gunung yang terbentuk kembali setelah erupsi 22 Desember 2018 masih relatif kecil.

Berdasarkan hasil evaluasi hingga saat ini, Badan Geologi menilai tubuh Gunung Anak Krakatau tidak berpotensi mengalami keruntuhan dalam skala yang dapat memicu tsunami. Pernyataan tersebut disampaikan berdasarkan kondisi dan hasil evaluasi yang tersedia saat ini.

“Berdasarkan hasil evaluasi hingga saat ini, pertumbuhan tubuh Gunung Anak Krakatau yang terbentuk kembali pascaerupsi 22 Desember 2018 masih relatif kecil dan tidak berpotensi mengalami keruntuhan dalam skala yang dapat memicu tsunami. Meskipun demikian, perkembangan aktivitas dan perubahan morfologinya tetap dipantau secara intensif,” kata Lana.

Artinya, Badan Geologi tetap melakukan pengawasan terhadap aktivitas vulkanik dan perubahan bentuk tubuh gunung meskipun hasil evaluasi saat ini tidak menunjukkan potensi keruntuhan berskala pemicu tsunami.

Masyarakat di kawasan pantai Banten dan Lampung juga diminta tetap tenang dan melakukan kegiatan seperti biasa sambil mengikuti arahan BPBD setempat.

Apa yang Harus Dilakukan Masyarakat dan Wisatawan?

Status Gunung Anak Krakatau hingga Sabtu tetap Level III atau Siaga. Dengan status tersebut, rekomendasi utama PVMBG adalah tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dan tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

Larangan tersebut berlaku bagi masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki. Rekomendasi radius 3 kilometer dikeluarkan untuk mengantisipasi potensi bahaya aktivitas erupsi yang sedang berlangsung.

Badan Geologi juga mengingatkan masyarakat agar mengikuti informasi resmi dari Badan Geologi dan PVMBG serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, terutama ketika aktivitas gunung api menjadi perhatian luas.

“Masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung harap tenang dan dapat melakukan kegiatan seperti biasa dengan senantiasa mengikuti arahan BPBD setempat,” ujar Lana.

Gunung Anak Krakatau berada di wilayah Lampung Selatan, Lampung, sekitar 6,102 derajat lintang selatan dan 105,423 derajat bujur timur. Ketinggiannya tercatat 157 meter di atas permukaan laut.

Dalam laporan pengamatan, suhu udara di sekitar Gunung Anak Krakatau berada pada kisaran 26,5 hingga 27,1 derajat Celsius dan kelembapan 75 hingga 78 persen. Pengamat gunung api Rioboniek Situmorang mencatat gunung terlihat jelas hingga tertutup kabut, sedangkan asap kawah tidak teramati.

“Pengamatan visual: Gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati,” tulis Rioboniek dalam laporannya.

Selama status Siaga masih berlaku dan rangkaian erupsi terus dipantau, masyarakat diminta menjadikan rekomendasi radius aman serta informasi resmi PVMBG dan Badan Geologi sebagai rujukan utama dalam menyikapi perkembangan Gunung Anak Krakatau.

Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media

Add as a preferred source on Google
Gambar dukungan Headline.co.id

Gambar tidak dapat dimuat.

Tags: Erupsi StrombolianGunung Anak KrakatauGunung KrakatauKrakatau MeletusLava FountainPVMBGStatus Siaga

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT
Hendrawan

Hendrawan

Related Stories

Berita Terkini

Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Ikut Blok Militer Mana Pun

by Aditya
22 October 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tidak akan berpihak kepada blok kekuatan tertentu maupun bergabung dengan...

Berita Terkini

Tantangan Indonesia di Tengah Krisis Global Disoroti Prabowo

by Aditya
22 October 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyoroti tantangan Indonesia selama dua tahun pertama pemerintahannya yang dipengaruhi ketidakpastian geopolitik,...

Berita Terkini

Prabowo Tekankan Kerja Sama Kabinet di Dua Tahun Pemerintahan

by Aditya
22 October 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menekankan pentingnya kerja sama kabinet dalam mendukung keberhasilan pemerintahan. Hal itu disampaikan...

Berita Terkini

Pasar Murah Pemkab Kobar Sediakan Sembako Harga Terjangkau

by Aditya
22 October 2026
0

Headline.co.id, Kotawaringin Barat ~ Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Pemkab Kobar), Kalimantan Tengah, menggelar pasar murah di halaman Kantor Bupati Kotawaringin...

Berita Terkini

Penanganan Karhutla Libatkan 72.303 Personel di 8 Provinsi

by Aditya
22 October 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah melibatkan 72.303 personel untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di delapan provinsi yang berstatus keadaan...

Berita Terkini

Penegakan Hukum Karhutla: 232 Orang dan 9 Korporasi Jadi Tersangka

by Aditya
21 October 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah memperkuat penegakan hukum terhadap pelaku kebakaran hutan dan lahan (karhutla), baik perorangan maupun korporasi. Hingga 20...

Headline Media Headline Media Headline Media

Recommended

Imunisasi di Riau Meningkat, Dinkes Ajak Orang Tua Lengkapi Vaksin Anak

Imunisasi di Riau Meningkat, Dinkes Ajak Orang Tua Lengkapi Vaksin Anak

5 July 2026
PBNU Dukung Kapolri Suyudi Berantas Narkoba dan Perkuat Reformasi Polri

PBNU Dukung Kapolri Suyudi Berantas Narkoba dan Reformasi Polri

12 October 2026
Wakapolda NTT Resmi Buka Rakernis Penyusunan Anggaran 2027

Wakapolda NTT Resmi Buka Rakernis Penyusunan Anggaran 2027

13 November 2025
Truk Tabrak JPO Tendean, Ditlantas Polda Metro Jaya Berlakukan Rekayasa Lalin

Truk Pengangkut Ekskavator Tabrak JPO Tendean, Lalu Lintas Dialihkan

5 August 2026

Presiden Jokowi Terima Rombongan Amien Rais Bahas Laporan Komnas HAM

9 March 2021
Mendikdasmen Abdul Mu’ti Jamin Dukungan Pemulihan Usai Ledakan di SMAN 72 Jakarta

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Jamin Dukungan Pemulihan Usai Ledakan di SMAN 72 Jakarta

13 September 2026
Kapolri Perintahkan Polri Gerak Cepat Usut Kasus TPPO

Tindaklanjuti Instruksi Jokowi, Kapolri Perintahkan Divisi HI Polri Usut Kasus TPPO

1 June 2023

Artikel Terbaru

Kisah Santri Dijodohkan Kiai, Berujung di Pelaminan Lewat Nikah Massal Kemenag

Nikah Massal Kemenag Jadi Jalan Santri Menuju Pelaminan

22 October 2026
Hadapi Persik, Pedro Caracoci: Pemain Siap Terapkan Filosofi Pelatih

PSS Sleman Siap Hadapi Persik dengan Filosofi Pieter Huistra

22 October 2026
momentum mengenang perjuangan para ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia

Kemenag Terbitkan Panduan Hari Santri 2026, Berikut Susunan Upacara dan Teks Doanya

22 October 2026
Meutia Hatta: Pernikahan Harmonis Butuh Pendampingan Berkelanjutan

Meutia Hatta: Pernikahan Harmonis Perlu Pendampingan Berkelanjutan

22 October 2026

Polda Jateng Ungkap Judi Togel, 10 Tersangka Ditangkap

22 October 2026
Hari Santri Nasional 2026

15 Ucapan Hari Santri Nasional 2026 Penuh Makna, Cocok untuk WhatsApp dan Media Sosial

22 October 2026
Menag: Jaga Keamanan dan Privasi Data Adalah Bagian dari Ukhuwah

Keamanan Data Pribadi Jadi Fokus IPLS 2026 di Masjid Istiqlal

22 October 2026

Popular Story

Razgatlioglu to miss remainder of the 2026 season
Sport

Toprak Razgatlioglu Absen hingga Akhir MotoGP 2026

by Saddam
21 October 2026
0

Headline.co.id ~ Toprak Razgatlioglu dipastikan absen pada Grand Prix Australia di Phillip...

Read moreDetails

Sorotan MSCI Uji Kepercayaan Investor di Pasar Saham Indonesia

Polres Purwakarta Salurkan Air Bersih ke SDN 2 Cicadas

KPK Dalami Aliran Dana dalam Dugaan Korupsi Lahan PT SMJ

Pemko Padang Dorong KWT Terdampak Banjir Pasok Dapur MBG

Satgas Damai Cartenz Beri Bantuan ke Panti Asuhan di Mimika

Agus Setiawan Naik Kereta Seorang Diri Demi Dukung PSS Sleman

Identitas Kerangka Manusia di Pajangan Bantul Mulai Terungkap, Keluarga Kenali Ciri Gigi Korban

Strong Point Pagi, Kapolda Riau Cek Pengaturan Lalu Lintas Pekanbaru

Pemetaan Kampung Narkoba Jadi Fokus Penindakan Polri

Prev Next
Headline.co.id


Headline.co.id (Headline Media Indonesia) merupakan situs berita Headline menyediakan berbagai macam informasi yang update dan terpercaya. Izin Kominfo No TDPSE : 007022.01/DJAI.PSE/08/2022 PB-UMKU: 120000073262700000001

  • Kebijakan Editorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Koreksi Ralat
  • Redaksi
  • Pasang Iklan

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.