Headline.co.id, Gianyar ~ Ribuan PSS Fans berbondong-bondong menuju Gianyar, Bali, untuk memberikan dukungan langsung kepada PSS Sleman dalam laga perdana melawan Bali United FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Jumat (4/9/2026) malam. Para pendukung setia ini datang dari berbagai daerah, menempuh perjalanan panjang demi menyemarakkan tribun dan mendukung tim kebanggaan mereka.
Perjalanan menuju Pulau Dewata bukan sekadar mengikuti tim, tetapi juga menjadi bagian dari kultur dukungan yang terus berkembang di kalangan PSS Fans. Di setiap laga tandang, kehadiran mereka membawa warna dan energi tersendiri, menciptakan atmosfer yang berbeda di tribun stadion.
Pelatih Kepala PSS Sleman, Pieter Huistra, menyambut positif kembalinya kesempatan bagi suporter untuk mendampingi tim di laga tandang. Menurutnya, suara dari tribun bukan hanya pelengkap, tetapi juga sumber energi bagi para pemain di lapangan. “Bagi para suporter, khususnya suporter PSS yang begitu loyal, ini adalah kabar baik karena mereka kembali bisa hadir dan memberikan dukungan pada pertandingan tandang,” ujar Pieter dalam sesi jumpa pers, Kamis (3/9/2026).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Pieter berharap kehadiran suporter dari kedua tim dapat memenuhi tribun, menciptakan atmosfer yang lebih hidup dan memberikan warna tersendiri bagi sepak bola Indonesia. “Sepak bola akan terasa lebih lengkap ketika pertandingan dihadiri oleh kelompok suporter kedua tim. Saya melihat upaya liga untuk menghadirkan kembali atmosfer tersebut sebagai sesuatu yang positif,” tambahnya.
Atmosfer di stadion, yang diwarnai sorakan dan nyanyian suporter, menjadi elemen penting dalam sepak bola. Dukungan dari tribun mengingatkan para pemain bahwa banyak orang yang membawa harapan dan kebanggaan klub hingga ke tempat pertandingan. Kesempatan kembalinya suporter tandang ini bukan hanya patut dirayakan, tetapi juga perlu dimanfaatkan dan dijaga bersama.
Pieter menekankan pentingnya dukungan yang lantang berjalan beriringan dengan sikap tertib dan saling menghormati, sehingga stadion menjadi ruang bagi kedua kelompok suporter untuk menunjukkan kecintaan mereka pada sepak bola. “Yang kami inginkan adalah sepak bola yang bisa dinikmati bersama, dengan kehadiran suporter dan atmosfer yang positif,” pungkasnya.
Pertandingan Bali United FC dan PSS Sleman bukan hanya soal 90 menit di lapangan, tetapi juga tentang peran penting suporter di tribun. Ketika suara mereka bersahutan memenuhi stadion, sepak bola mendapatkan kembali salah satu elemennya yang paling penting, yaitu atmosfer pertandingan yang sejati.



















