Headline.co.id, Bangunan ~ Manggarai Barat (Kemenag) — Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengunjungi siswa MTsN 2 Manggarai Barat yang terpaksa belajar di tenda darurat setelah gempa mengguncang Flores. Dalam kunjungannya pada Kamis (3/9/2026), Menag menegaskan bahwa hak pendidikan anak-anak yang terdampak bencana harus tetap terjamin meskipun dalam kondisi darurat.
Menag menyaksikan langsung situasi pembelajaran di madrasah tersebut, di mana beberapa ruang kelas tidak dapat digunakan akibat kerusakan yang ditimbulkan oleh gempa. Ia memasuki salah satu tenda yang difungsikan sebagai ruang kelas sementara dan berinteraksi dengan para siswa yang tetap semangat mengikuti pelajaran meski fasilitas terbatas.
Menag memberikan apresiasi kepada siswa dan guru yang tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar di tengah keterbatasan. Ia menekankan bahwa proses pendidikan harus terus berjalan meskipun ruang kelas permanen belum bisa digunakan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Kementerian Agama telah mengambil langkah cepat dengan menyalurkan 1.000 paket perlengkapan sekolah dan menyiapkan 16 ruang belajar sementara untuk madrasah yang terdampak gempa di Flores. Berdasarkan data sementara, setidaknya 72 madrasah mengalami dampak dari gempa, dan bantuan awal difokuskan pada 15 madrasah dengan kerusakan terparah.
Ruang belajar sementara ini disediakan agar kegiatan pendidikan dapat terus berlangsung sambil menunggu perbaikan fasilitas permanen. Selain itu, paket perlengkapan sekolah diberikan untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa yang terdampak.
Kunjungan Menag ke MTsN 2 Manggarai Barat juga dimaksudkan untuk meninjau langsung kondisi fasilitas pendidikan pascagempa dan memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik. Menag mengapresiasi upaya jajaran Kementerian Agama di NTT yang telah melakukan pendataan kerusakan sebagai dasar penanganan dan pemulihan.
Menurut Menag, data yang akurat sangat penting agar penanganan pascabencana dapat dilakukan secara tepat sasaran, mulai dari penyediaan fasilitas sementara hingga perbaikan sarana pendidikan yang rusak. Kementerian Agama akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memetakan kebutuhan madrasah terdampak dan mempercepat pemulihan layanan pendidikan. Menag menegaskan bahwa meskipun bangunan membutuhkan waktu untuk dipulihkan, pendidikan anak-anak harus tetap berjalan.


















