Headline.co.id, Para Petani Di Kabupaten Lumajang ~ Jawa Timur, menghadapi tantangan besar akibat musim kemarau yang berkepanjangan. Kondisi ini menyebabkan penurunan produksi pertanian yang signifikan. Untuk mengatasi masalah tersebut, para petani kini berfokus pada penguatan pengelolaan air guna memastikan keberlanjutan produksi pertanian mereka.
Musim kemarau yang berlangsung sejak beberapa bulan terakhir telah mengakibatkan berkurangnya pasokan air untuk irigasi. Hal ini berdampak langsung pada hasil panen petani di daerah tersebut. Salah satu petani, Budi Santoso, menyatakan bahwa hasil panennya menurun hingga 30% dibandingkan dengan musim sebelumnya. “Kami harus mencari cara untuk mengelola air dengan lebih efisien agar tanaman tetap bisa tumbuh dengan baik,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret, para petani di Lumajang mulai menerapkan sistem irigasi tetes dan memanfaatkan teknologi pengolahan air hujan. Pemerintah daerah setempat juga turut mendukung dengan memberikan pelatihan dan bantuan teknis kepada para petani. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang, Siti Nurhayati, menjelaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk membantu petani dalam menghadapi tantangan ini. “Kami menyediakan fasilitas dan pelatihan agar petani dapat mengoptimalkan penggunaan air,” kata Siti.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Selain itu, pemerintah daerah juga berencana untuk membangun lebih banyak embung dan sumur bor sebagai sumber air alternatif. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan petani terhadap curah hujan yang tidak menentu. Dengan upaya bersama ini, diharapkan produksi pertanian di Lumajang dapat kembali stabil meskipun di tengah kondisi cuaca yang tidak bersahabat.



















