Headline.co.id, Menteri Ketenagakerjaan ~ Ida Fauziyah, menyatakan komitmennya untuk menampung aspirasi buruh terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Pelindungan Ketenagakerjaan. Dalam pertemuan yang berlangsung pada Selasa, 1 September 2026, di Jakarta, Ida menegaskan pentingnya dialog pemerintah dan pekerja guna memastikan bahwa kebijakan yang dihasilkan dapat melindungi hak-hak buruh secara efektif.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan serikat pekerja dari berbagai sektor. Mereka menyampaikan sejumlah masukan dan kekhawatiran terkait RUU yang sedang dibahas. Salah satu isu utama yang diangkat adalah perlunya jaminan perlindungan bagi pekerja kontrak dan buruh harian lepas. Para buruh berharap agar RUU ini dapat memberikan kepastian hukum dan perlindungan yang lebih baik bagi mereka.
Ida Fauziyah menekankan bahwa pemerintah berkomitmen untuk mendengarkan dan mempertimbangkan setiap masukan dari para buruh. “Kami ingin memastikan bahwa RUU ini tidak hanya menguntungkan satu pihak, tetapi juga memberikan perlindungan yang adil bagi semua pekerja,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa proses pembahasan RUU ini akan melibatkan berbagai pihak terkait untuk mencapai kesepakatan yang seimbang.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Selanjutnya, Kementerian Ketenagakerjaan berencana untuk mengadakan serangkaian diskusi lanjutan dengan para pemangku kepentingan. Diskusi ini bertujuan untuk menyempurnakan draft RUU sebelum diajukan ke DPR. Ida berharap melalui dialog yang konstruktif, RUU Pelindungan Ketenagakerjaan dapat segera disahkan dan diimplementasikan demi kesejahteraan pekerja di Indonesia.



















