Headline.co.id, Jakarta ~ Brigjen Pol Hengki Haryadi menjadi salah satu perwira yang mendapat promosi dalam rangkaian rotasi pejabat Polri pada akhir Agustus hingga awal September 2026. Ia dipindahkan dari jabatan Wakapolda Riau menjadi Kapolda Papua Barat Daya berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/877/VII/KEP./2026 tertanggal 30 Agustus 2026, kemudian mengikuti serah terima jabatan yang dipimpin Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Rupattama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (2/9/2026). Perpindahan tersebut terjadi sekitar delapan bulan setelah Hengki dilantik sebagai Wakapolda Riau pada 14 Desember 2025. Polri menjelaskan rotasi jabatan merupakan mekanisme pembinaan karier dan penyegaran organisasi untuk menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas kepolisian.
Perubahan posisi Hengki Haryadi tidak berdiri sendiri. Pada saat yang sama, Polri melakukan pergantian sejumlah jabatan penting, mulai dari Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi, Asisten SDM Kapolri, Koordinator Staf Ahli Kapolri, hingga pimpinan kepolisian daerah.
Dengan promosi tersebut, Hengki kini berpindah dari posisi wakil pimpinan Polda Riau menjadi pimpinan Polda Papua Barat Daya. Sementara jabatan Wakapolda Riau yang ditinggalkannya diteruskan oleh Brigjen Pol Simson Zet Ringu.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Apa yang Berubah dalam Mutasi Hengki Haryadi?
Perubahan utama dalam mutasi tersebut adalah kenaikan posisi Hengki Haryadi dari Wakapolda menjadi Kapolda. Sebelumnya, Hengki menjalankan fungsi sebagai orang nomor dua di Polda Riau. Setelah mutasi, ia dipercaya menjadi pimpinan kepolisian daerah di Papua Barat Daya.
Jabatan Kapolda Papua Barat Daya sebelumnya diemban Brigjen Pol Yulius Audie Sonny Latuheru. Dalam rangkaian rotasi yang sama, Yulius dialihkan menjadi Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.
Dengan demikian, rotasi tersebut menghasilkan dua perubahan langsung yang berkaitan dengan Hengki. Pertama, Papua Barat Daya memperoleh Kapolda baru. Kedua, jabatan Wakapolda Riau yang ditinggalkan Hengki harus diisi oleh pejabat lain agar kesinambungan organisasi tetap terjaga.
Bagaimana Kronologi Perpindahan Hengki dari Riau?
Hengki Haryadi dilantik sebagai Wakapolda Riau pada 14 Desember 2025. Ia menggantikan Brigjen Pol Andrianto Jossy Kusumo dan kemudian menjalankan tugas sebagai wakil pimpinan Polda Riau.
Masa jabatan tersebut berlangsung sekitar delapan bulan. Pada 30 Agustus 2026, terbit Surat Telegram Kapolri Nomor ST/877/VII/KEP./2026 yang memuat mutasi Hengki dari Wakapolda Riau menjadi Kapolda Papua Barat Daya.
Tiga hari setelah tanggal surat telegram itu, rangkaian serah terima jabatan digelar di Rupattama Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Rabu (2/9/2026). Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin langsung sertijab sejumlah pejabat utama dan pejabat kewilayahan.
Perpindahan dalam waktu kurang dari satu tahun setelah pelantikan sebagai Wakapolda Riau membuat promosi Hengki menjadi salah satu bagian yang menonjol dalam rangkaian mutasi tersebut.
Siapa yang Menggantikan Hengki sebagai Wakapolda Riau?
Jabatan Wakapolda Riau selanjutnya dipercayakan kepada Brigjen Pol Simson Zet Ringu. Sebelum ditugaskan di Riau, Simson menjabat sebagai Wakapolda Gorontalo.
Penunjukan Simson memastikan posisi Wakapolda Riau tetap terisi setelah Hengki mendapat promosi. Pergantian tersebut juga memperlihatkan pola rotasi berantai yang terjadi ketika seorang pejabat memperoleh tugas baru dan posisi sebelumnya kemudian diisi perwira lain.
Dalam kasus Hengki, promosi ke Papua Barat Daya sekaligus membuka perubahan kepemimpinan pada tingkat wakil kepala kepolisian daerah di Riau. Tidak ada informasi dalam bahan mengenai perubahan lain di jajaran Polda Riau yang berkaitan langsung dengan mutasi Hengki selain pergantian pada posisi Wakapolda.
Mengapa Polri Melakukan Rotasi Jabatan?
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menjelaskan pergantian jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Menurut dia, rotasi dimaksudkan sebagai proses pembinaan karier sekaligus penyegaran organisasi.
“Pergantian ini merupakan proses pembinaan karier sekaligus penyegaran organisasi untuk memastikan roda organisasi terus berjalan secara optimal dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat,” kata Johnny.
Pernyataan tersebut menjadi penjelasan resmi Polri mengenai konteks pergantian sejumlah pejabat. Dengan demikian, mutasi Hengki Haryadi merupakan bagian dari penataan organisasi yang lebih luas, bukan satu-satunya pergantian yang berlangsung dalam sertijab tersebut.
Johnny juga mengingatkan para pejabat yang mendapat amanah baru agar menjalankan tanggung jawab dengan standar integritas dan profesionalitas.
“Setiap jabatan merupakan amanah dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan dengan penuh integritas, profesionalitas, dan komitmen,” ujar Johnny.
Jabatan Strategis Apa Saja yang Ikut Berganti?
Selain Kapolda Papua Barat Daya, salah satu posisi penting yang mengalami pergantian adalah Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi. Irjen Pol Roycke Harry Langie menjadi Astamaops menggantikan Komjen Pol Muhammad Fadil Imran yang memasuki masa pensiun.
Roycke sebelumnya menjabat Kapolda Sulawesi Utara. Setelah ia bergeser ke Mabes Polri, jabatan Kapolda Sulawesi Utara diserahkan kepada Brigjen Pol Yudo Hermanto yang sebelumnya menjabat Karopaminal Divisi Propam Polri.
Rotasi juga terjadi pada jabatan Asisten SDM Kapolri. Irjen Pol Anwar meninggalkan posisi tersebut karena memasuki masa pensiun dan digantikan Irjen Pol Jawari. Pada jabatan Koordinator Staf Ahli Kapolri, Irjen Pol Herry Rudolf Nahak digantikan Irjen Pol Ruslan Effendi.
Selain itu, sejumlah jabatan lain turut diserahterimakan, termasuk Kepala Pelayanan Markas Polri, Kepala Biro Pembinaan Operasional Baharkam Polri, serta Kepala Bagian Pengamanan dan Pengawalan Biro Provos Divisi Propam Polri.
Apa Tanggung Jawab Hengki Setelah Menjadi Kapolda?
Setelah menjadi Kapolda Papua Barat Daya, Hengki Haryadi memperoleh tanggung jawab yang berbeda dibanding ketika masih menjadi Wakapolda Riau. Ia kini berada pada posisi pimpinan utama kepolisian daerah dan bertanggung jawab memimpin pelaksanaan tugas kepolisian dalam wilayah hukumnya.
Bahan menyebut tantangan yang akan dihadapi Hengki mencakup upaya menjaga stabilitas keamanan, penegakan hukum, dan memastikan pelayanan kepolisian berjalan di seluruh wilayah hukum Papua Barat Daya.
Hengki dikenal memiliki pengalaman panjang terutama dalam bidang reserse dan penyidikan. Selama bertugas di Polda Riau, ia juga terlibat dalam berbagai persoalan keamanan dan penegakan hukum. Pengalaman tersebut kini menjadi bagian dari bekal yang dibawanya dalam menjalankan tugas sebagai Kapolda.
Polri berharap seluruh pejabat yang baru dapat segera beradaptasi dan memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi maupun masyarakat. Bagi Hengki Haryadi, promosi ini menandai perpindahan dari posisi Wakapolda yang baru diembannya sekitar delapan bulan menuju tanggung jawab penuh sebagai Kapolda Papua Barat Daya.

















