Headline.co.id, Kementerian Pendidikan ~ Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengambil langkah strategis untuk menanggulangi dampak kabut asap yang mempengaruhi 12.874 sekolah di berbagai wilayah Indonesia. Langkah ini diambil menyusul laporan peningkatan intensitas kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang mengganggu proses belajar mengajar.
Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Iwan Syahril, menjelaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan sekolah-sekolah terdampak untuk menyesuaikan metode pembelajaran. “Kami mendorong sekolah-sekolah untuk memanfaatkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) guna memastikan keselamatan dan kesehatan siswa tetap terjaga,” ujar Iwan dalam pernyataannya pada Senin, 31 Agustus 2026.
Selain itu, Kemendikdasmen juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memantau kondisi kualitas udara di sekitar sekolah-sekolah terdampak. Langkah ini bertujuan untuk menentukan kapan sekolah dapat kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan aman. “Kami terus berkomunikasi dengan dinas pendidikan setempat untuk memastikan bahwa keputusan yang diambil sesuai dengan kondisi di lapangan,” tambah Iwan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Kemendikdasmen juga menyiapkan panduan khusus bagi guru dan tenaga pendidik dalam mengimplementasikan PJJ selama masa darurat ini. Panduan tersebut mencakup penggunaan teknologi dan media pembelajaran yang dapat diakses oleh siswa dari rumah. “Kami berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh agar proses belajar mengajar tetap berlangsung efektif meskipun dalam situasi yang menantang ini,” tutup Iwan.




















