Headline.co.id, Jakarta ~ Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Komdigi), Nezar Patria, menyatakan bahwa film dapat menjadi medium efektif untuk meningkatkan literasi masyarakat mengenai bahaya pinjaman online (pinjol) ilegal. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah diskusi yang berlangsung pada Selasa, 1 September 2026. Nezar menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap risiko yang ditimbulkan oleh pinjol ilegal, yang sering kali menjerat korban dengan bunga tinggi dan praktik penagihan yang tidak manusiawi.
Nezar Patria menjelaskan bahwa film memiliki daya tarik yang kuat dan dapat menjangkau berbagai kalangan masyarakat. “Film dapat menyampaikan pesan edukatif dengan cara yang menarik dan mudah dipahami oleh masyarakat luas,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa melalui film, masyarakat dapat lebih mudah memahami dampak negatif dari pinjol ilegal dan bagaimana cara menghindarinya.
Dalam kesempatan tersebut, Nezar juga mengajak para sineas dan pelaku industri kreatif untuk berkolaborasi dengan pemerintah dalam memproduksi film yang mengangkat isu-isu sosial, termasuk bahaya pinjol ilegal. Menurutnya, kolaborasi ini penting untuk menciptakan konten yang tidak hanya menghibur tetapi juga mendidik. “Kami berharap film-film ini dapat menjadi alat yang efektif dalam kampanye literasi digital,” tambah Nezar.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Sebagai langkah tindak lanjut, Kementerian Komunikasi dan Informatika berencana untuk mengadakan lokakarya dan pelatihan bagi para pembuat film. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam memproduksi konten yang edukatif dan berkualitas. Nezar menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk terus mendukung upaya peningkatan literasi digital di Indonesia, termasuk melalui medium film.




















