Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Get Started
Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Headline.co.id
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Teknologi

Kasus Claude AI Jadi Sorotan, Begini Risiko Penggunaan Karya Berhak Cipta untuk Melatih AI

Saddam by Saddam
48 minutes ago
in Teknologi
Reading Time: 8 mins read
397 26
A A
0
Claude AI Jadi Sorotan

Claude AI Jadi Sorotan (Dok Istimewa)

ADVERTISEMENT
Share on FacebookShare on Twitter

Headline.co.id, Jakarta ~ Kasus Claude AI yang menyeret Anthropic dalam gugatan Sony Music Publishing dan Warner Chappell Music kembali menyoroti risiko penggunaan karya berhak cipta sebagai data pelatihan kecerdasan buatan. Gugatan diajukan pada Jumat, 28 Agustus 2026, di Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Utara California dengan tuduhan bahwa Anthropic memperoleh dan menyalin puluhan ribu karya musik secara ilegal untuk mengembangkan Claude.

Dalam perkara Claude AI tersebut, Sony Music Publishing dan Warner Chappell menuding karya berhak cipta digunakan sebagai input untuk melatih model AI dan kemudian dapat muncul dalam output yang dihasilkan sistem. Sejumlah lagu populer, termasuk karya Taylor Swift, Mariah Carey, hingga lagu yang dibawakan Bruno Mars, turut disebut dalam gugatan.

You might also like

Sony Music Publishing dan Warner Chappell Music mengajukan gugatan

Contents

    • 0.1. Gugatan Claude AI di AS Jadi Alarm bagi Industri AI soal Data Pelatihan dan Hak Cipta
    • 0.2. Daftar Lagu yang Disebut dalam Gugatan Claude AI, Ada Taylor Swift hingga Bruno Mars
  • 1. Risiko Pertama: Penggunaan Data Pelatihan Bisa Memicu Gugatan Hak Cipta
  • 2. Risiko Kedua: Output AI Bisa Ikut Dipersoalkan
  • 3. Risiko Ketiga: Ganti Rugi Bisa Bernilai Sangat Besar
  • 4. Lagu Taylor Swift hingga Bruno Mars Ikut Disebut
  • 5. Risiko Keempat: Informasi Hak Cipta Juga Menjadi Persoalan
  • 6. Metadata Jadi Bagian Penting Tata Kelola AI
  • 7. Indonesia Mulai Siapkan Aturan AI dalam RUU Hak Cipta
  • 8. Risiko Kelima: Pemanfaatan Komersial Bisa Memunculkan Tuntutan Kompensasi
  • 9. Perpres Publisher Rights Dinilai Belum Menyelesaikan Semua Persoalan
  • 10. Transparansi Konten AI Juga Semakin Diperketat
  • 11. Industri AI Menghadapi Tantangan Tata Kelola Data

Gugatan Claude AI di AS Jadi Alarm bagi Industri AI soal Data Pelatihan dan Hak Cipta

1 September 2026
Gugatan Claude AI

Daftar Lagu yang Disebut dalam Gugatan Claude AI, Ada Taylor Swift hingga Bruno Mars

1 September 2026

Kasus Claude AI memperlihatkan bahwa pemanfaatan karya untuk pengembangan AI tidak hanya menimbulkan persoalan teknis, tetapi juga berpotensi memunculkan risiko hukum, tuntutan kompensasi, hingga sengketa mengenai hak ekonomi pencipta. Risiko tersebut semakin besar ketika materi yang digunakan merupakan karya yang mempunyai pemegang hak cipta dan dimanfaatkan dalam skala besar.

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT

Gugatan terhadap Anthropic juga menyeret CEO Dario Amodei dan co-founder Benjamin Mann sebagai tergugat individu.

Sony Music Publishing dan Warner Chappell bahkan menggambarkan praktik yang mereka tuduhkan dilakukan Anthropic sebagai salah satu “pencurian kekayaan intelektual terbesar dan paling terang-terangan yang masih berlangsung dalam sejarah”.

Namun, pernyataan tersebut merupakan tuduhan dari pihak penggugat dan masih harus dibuktikan melalui proses hukum.

Risiko Pertama: Penggunaan Data Pelatihan Bisa Memicu Gugatan Hak Cipta

Salah satu risiko utama yang terlihat dari kasus Anthropic adalah kemungkinan munculnya gugatan apabila karya berhak cipta digunakan untuk melatih model AI tanpa dasar yang dianggap sah oleh pemegang hak.

Sony Music Publishing dan Warner Chappell menuding Anthropic memperoleh serta menyalin komposisi musik berhak cipta untuk membangun Claude.

Menurut gugatan, karya-karya itu kemudian disalin beberapa kali dan digunakan sebagai input pelatihan AI.

Persoalan ini menjadi penting karena model AI generatif memerlukan data dalam jumlah besar untuk mempelajari pola dan menghasilkan keluaran baru.

Ketika data tersebut berasal dari karya musik, tulisan, gambar, berita, atau konten lain yang mempunyai perlindungan hak cipta, pengembang AI dapat berhadapan dengan persoalan mengenai izin dan hak ekonomi pemilik karya.

Dalam perkara Anthropic, jumlah karya yang dipermasalahkan disebut mencapai puluhan ribu komposisi musik.

Risiko Kedua: Output AI Bisa Ikut Dipersoalkan

Gugatan Sony Music Publishing dan Warner Chappell tidak hanya menyinggung proses pengumpulan data.

Para penggugat juga menuding materi berhak cipta dapat muncul dalam output yang dihasilkan model Claude.

Hal tersebut memperlihatkan adanya dua lapisan persoalan dalam pengembangan AI generatif.

Pertama, bagaimana sebuah karya diperoleh dan digunakan dalam proses pelatihan. Kedua, bagaimana hasil dari sistem AI kemudian menggunakan atau menghasilkan kembali materi yang berkaitan dengan karya yang dilindungi.

Dalam konteks tersebut, pengembang AI menghadapi tantangan untuk memastikan proses pelatihan dan hasil keluarannya tidak menimbulkan pelanggaran terhadap hak pemilik karya.

Risiko Ketiga: Ganti Rugi Bisa Bernilai Sangat Besar

Penggunaan karya berhak cipta juga dapat membawa konsekuensi finansial apabila pengadilan kemudian menyatakan terjadi pelanggaran.

Sony Music Publishing dan Warner Chappell meminta ganti rugi hingga 150.000 dollar AS untuk setiap karya yang terbukti dilanggar dengan sengaja.

Dengan kurs 1 dollar AS setara Rp17.757 sebagaimana digunakan dalam bahan, nilai tersebut setara sekitar Rp2,66 miliar per karya.

Para penggugat juga meminta ganti rugi hingga 25.000 dollar AS atau sekitar Rp444 juta untuk setiap dugaan penghapusan informasi manajemen hak cipta.

Karena karya yang dipersoalkan disebut mencapai puluhan ribu, nilai tuntutan secara teoretis dapat mencapai miliaran dollar AS apabila seluruh klaim terbukti dan dikabulkan pengadilan.

Besarnya potensi tersebut memperlihatkan bahwa pengelolaan data pelatihan tidak hanya menjadi persoalan kepatuhan hukum, tetapi juga dapat membawa risiko finansial bagi perusahaan AI.

Lagu Taylor Swift hingga Bruno Mars Ikut Disebut

Sejumlah karya musik populer tercantum dalam bahan gugatan yang diajukan terhadap Anthropic.

Di antaranya adalah Paper Rings milik Taylor Swift dan All I Want for Christmas Is You yang dipopulerkan Mariah Carey.

Uptown Funk yang dinyanyikan Mark Ronson featuring Bruno Mars juga ikut disebut.

Selain itu, terdapat Ain’t No Mountain High Enough, Eye of the Tiger, Livin’ on a Prayer, September, hingga Hallelujah.

Daftar tersebut hanya menggambarkan sebagian dari komposisi musik yang dipersoalkan oleh Sony Music Publishing dan Warner Chappell.

Para penggugat mengidentifikasi “puluhan ribu” karya yang mereka tuduh mengalami pelanggaran hak cipta.

Risiko Keempat: Informasi Hak Cipta Juga Menjadi Persoalan

Selain penggunaan karya itu sendiri, perkara Anthropic juga menyinggung informasi manajemen hak cipta.

Sony Music Publishing dan Warner Chappell meminta ganti rugi hingga 25.000 dollar AS untuk setiap dugaan penghapusan informasi tersebut.

Informasi manajemen hak cipta berperan dalam mengidentifikasi sebuah karya serta pihak yang memiliki atau mengelola hak atas karya itu.

Kasus tersebut menunjukkan bahwa perusahaan AI tidak hanya perlu memperhatikan asal data yang digunakan, tetapi juga informasi yang melekat pada materi tersebut.

Pengelolaan metadata menjadi semakin penting ketika data digunakan dalam jumlah sangat besar dan berasal dari berbagai sumber.

Metadata Jadi Bagian Penting Tata Kelola AI

Persoalan metadata juga muncul dalam pembahasan mengenai regulasi AI di Indonesia.

Pada 9 Juli 2026, Indonesia mengikuti konsultasi UNESCO terkait rancangan Guidance on Fair Compensation for News di Jenewa.

Delegasi Indonesia menyampaikan empat pendekatan dalam tata kelola pemanfaatan karya, yakni penguatan dasar hak cipta karya jurnalistik, mekanisme verifikasi atau gatekeeper, pemberdayaan Lembaga Manajemen Kolektif, serta sistem metadata yang dapat diandalkan untuk melacak penggunaan karya di ruang digital.

Pendekatan tersebut memperlihatkan pentingnya mekanisme yang mampu mengetahui kapan dan bagaimana suatu karya digunakan oleh platform teknologi maupun pengembang AI.

Metadata dapat menjadi bagian dari upaya memastikan bahwa pemilik karya tetap dapat diketahui ketika kontennya beredar atau dimanfaatkan dalam ekosistem digital.

Indonesia Mulai Siapkan Aturan AI dalam RUU Hak Cipta

Kasus Anthropic muncul ketika Indonesia juga tengah mempersiapkan revisi besar terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

RUU Hak Cipta tersebut untuk pertama kalinya secara eksplisit memasukkan penggunaan kecerdasan buatan dalam kerangka regulasi.

Pada September 2025, RUU Hak Cipta disetujui sebagai inisiatif DPR dan masuk dalam Prolegnas Prioritas 2026.

Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum kemudian menggelar uji publik pada 4 Mei 2026.

Salah satu perubahan yang dibahas adalah pengakuan terhadap karya berbasis AI sepanjang terdapat kontribusi intelektual manusia secara signifikan atau human involvement test.

Karya yang sepenuhnya dihasilkan AI tidak akan dicatatkan, sementara karya yang dibuat melalui kolaborasi manusia dan AI tetap dapat memperoleh perlindungan apabila terdapat kontribusi intelektual manusia.

Kerangka tersebut pada prinsipnya menempatkan AI sebagai alat, bukan subjek hukum.

Risiko Kelima: Pemanfaatan Komersial Bisa Memunculkan Tuntutan Kompensasi

Perkembangan regulasi di Indonesia juga memperlihatkan pergeseran perhatian terhadap hak ekonomi pencipta.

Pembahasan RUU Hak Cipta mencakup gagasan bahwa platform teknologi perlu memberi kompensasi atas penggunaan karya tertentu untuk kepentingan pengembangan AI.

Dalam konteks karya jurnalistik, pendekatan tersebut didasarkan pada pemahaman bahwa berita bukan hanya informasi yang beredar di ruang publik.

Karya jurnalistik juga merupakan hasil proses intelektual dan membutuhkan biaya produksi.

Ketika sebuah perusahaan teknologi memanfaatkan konten tersebut sebagai data pelatihan untuk membangun produk komersial, muncul persoalan mengenai pembagian nilai ekonomi antara platform dan pemilik karya.

Prinsip serupa terlihat dalam sengketa yang melibatkan industri musik dan perusahaan AI.

Pemilik hak menginginkan adanya perlindungan terhadap penggunaan karya sekaligus mekanisme kompensasi yang dianggap adil.

Perpres Publisher Rights Dinilai Belum Menyelesaikan Semua Persoalan

Indonesia sebenarnya telah mempunyai Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2024 tentang Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas.

Peraturan tersebut menjadi instrumen yang mendorong platform digital memberikan nilai ekonomi yang adil kepada perusahaan pers.

Namun, bahan pembahasan RUU Hak Cipta menyebut masih terdapat persoalan dalam pelaksanaannya.

Salah satunya berkaitan dengan hierarki regulasi karena Perpres tidak dapat mengubah Pasal 43 UU Hak Cipta yang mengecualikan berita aktual dari objek hak cipta.

Persoalan lainnya adalah tingkat kepatuhan platform yang dinilai masih rendah.

Situasi tersebut menjadi salah satu alasan munculnya dorongan agar perlindungan terhadap karya jurnalistik diperkuat melalui undang-undang.

Transparansi Konten AI Juga Semakin Diperketat

Selain persoalan data pelatihan, perusahaan AI juga menghadapi tuntutan untuk meningkatkan transparansi terhadap konten yang dihasilkan sistem mereka.

Anthropic menyatakan akan memberikan watermark pada teks dan file yang dihasilkan model AI miliknya, termasuk Claude.

Kebijakan itu dilakukan untuk memenuhi aturan transparansi dalam EU AI Act yang mulai berlaku pada 2 Agustus.

Model yang dirilis setelah tanggal tersebut akan dilengkapi teknologi yang dapat memberikan penanda pada teks maupun file buatan komputer.

Untuk file, Anthropic menggunakan standar terbuka C2PA.

“Karena watermark merupakan bagian dari teks, watermark akan ikut bersama teks ketika disalin dan ditempelkan ke tempat lain, serta mungkin bertahan melalui sejumlah penyuntingan,” tulis Anthropic dalam halaman dukungannya.

Watermark tersebut diterapkan pada tingkat model sehingga dapat tetap digunakan pada berbagai layanan Claude.

Industri AI Menghadapi Tantangan Tata Kelola Data

Perkara Anthropic menunjukkan bahwa tata kelola data menjadi salah satu tantangan penting dalam perkembangan AI generatif.

Perusahaan teknologi tidak hanya menghadapi tuntutan untuk menghasilkan model yang semakin canggih, tetapi juga harus memperhatikan asal data, status hak cipta, informasi kepemilikan, hasil keluaran AI, serta transparansi penggunaan teknologi.

Gugatan Sony Music Publishing dan Warner Chappell terhadap Anthropic belum membuktikan bahwa perusahaan tersebut telah melakukan pelanggaran sebagaimana dituduhkan. Penentuan mengenai pelanggaran dan tanggung jawab hukum tetap menjadi kewenangan pengadilan.

Namun, kasus Claude AI memperlihatkan besarnya risiko yang dapat muncul ketika karya berhak cipta digunakan dalam pengembangan kecerdasan buatan, mulai dari sengketa hukum dan tuntutan bernilai miliaran dollar AS hingga dorongan untuk memperketat regulasi serta mekanisme kompensasi bagi pemilik karya.

Tags: CEO Dario Amodeico-founder Benjamin MannGugatan Hak CiptaKasus Claude AISony Music Publishing

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT
Saddam

Saddam

Related Stories

Sony Music Publishing dan Warner Chappell Music mengajukan gugatan

Gugatan Claude AI di AS Jadi Alarm bagi Industri AI soal Data Pelatihan dan Hak Cipta

by Saddam
1 September 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Gugatan terhadap Anthropic, pengembang Claude AI, di Amerika Serikat menjadi alarm bagi industri kecerdasan buatan mengenai penggunaan...

Gugatan Claude AI

Daftar Lagu yang Disebut dalam Gugatan Claude AI, Ada Taylor Swift hingga Bruno Mars

by Saddam
1 September 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Sejumlah lagu populer dari musisi dunia disebut dalam gugatan hak cipta yang menyeret pengembang Claude AI, Anthropic....

Polemik Hak Cipta

Claude AI Digugat Sony dan Warner soal Hak Cipta, Ganti Rugi Bisa Rp2,66 Miliar per Lagu

by Saddam
1 September 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Anthropic, pengembang Claude AI, menghadapi gugatan hukum dari Sony Music Publishing dan Warner Chappell Music atas dugaan...

Apple Siapkan Peluncuran Besar 9 September, iPhone 18 Pro hingga iOS 27 Jadi Sorotan

Apple Umumkan Event 9 September 2026, iPhone 18 Reguler Justru Diprediksi Absen

by Hendrawan
29 August 2026
0

Highlight Berita Apple Umumkan Event 9 September 2026, iPhone 18 Reguler Justru Diprediksi Absen: Apple resmi menggelar Apple Event pada...

iPhone 18 Pro Diprediksi Meluncur 9 September 2026, Ini Bocoran Produk Baru Apple

Apple Gelar Event 9 September 2026, iPhone 18 Pro dan iPhone Lipat Jadi Sorotan di Era CEO Baru

by Hendrawan
29 August 2026
0

Highlight Berita Apple Gelar Event 9 September 2026, iPhone 18 Pro dan iPhone Lipat Jadi Sorotan di Era CEO Baru:...

Samsung Galaxy S26 FE Resmi Diperkenalkan, Bawa One UI 9 dan Kamera 50 MP, Berapa Harga di Indonesia?

Galaxy S26 FE Masuk Indonesia? Ini Spesifikasi, Varian Memori, dan Perkiraan Harganya

by Hendrawan
29 August 2026
0

Highlight Berita Samsung Galaxy S26 FE Resmi Diperkenalkan, Bawa One UI 9 dan Kamera 50 MP, Berapa Harga di Indonesia?:...

Headline Media Headline Media Headline Media

Recommended

: Petugas Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo saat melaksanakan survey Pendataan Armada Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) di wilayah Kabupaten Gorontalo. (foto Rini)

Dishub Gorontalo Siapkan Gerai Terpadu untuk Perizinan AKDP

21 August 2026
: Pendim 0821 Lumajang (Istimewa)

Pelebaran Jalan Setapak di Desa Tumpeng Permudah Akses Petani

12 August 2026
Ilustrasi gambar Mayat

Pria 36 Tahun Ditemukan Meninggal di Dalam Rumah di Galur Kulon Progo

25 May 2026
Pemerintah Dorong Revitalisasi SMK di Rembang untuk Tingkatkan Kualitas Vokasi

Pemerintah Dorong Revitalisasi SMK di Rembang untuk Tingkatkan Kualitas Vokasi

6 January 2026
Kakorlantas Polri Irjen Pol. Aan Suhanan menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Lalu Lintas Candi dan kegiatan Gebyar Keselamatan 2024 di Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang

Kakorlantas Polri Gelar Operasi Keselamatan Lalu Lintas Candi: Upaya Tangguhkan Kecelakaan

3 March 2024
Polda Jambi Gelar Upacara Hari Juang Polri, Kapolda: Jadikan Sejarah sebagai Pedoman Pengabdian

Polda Jambi Peringati Hari Juang Polri dengan Upacara Khidmat

21 August 2026

Update Corona di Indonesia Rabu 06 Maret 2020: Kasus Positif Menjadi 12.438 dan Pasien Sembuh 2.317 Orang

6 May 2020

Artikel Terbaru

: Foto Ilustrasi/Istimewa

Tumpeng Raksasa 6 Meter Jadi Daya Tarik Utama Grebek Tumpeng Randuagung 2026

1 September 2026
Kabinet Bayangan Indonesia menjadi eksperimen baru masyarakat sipil

Struktur Kabinet Bayangan Indonesia 2026, Lengkap dengan Pembagian Bidang Pengawasan

1 September 2026
Polisi Kejar Begal yang terekam CCTV di Jaksel

Polisi Selidiki Kasus Pembegalan di Tebet yang Terekam CCTV

1 September 2026
Kabinet Bayangan Indonesia dipelopori pakar hukum tata negara Feri Amsari bersama Ahmad Jilul QF dari Masyarakat Transparansi Indonesia

Mengapa Kabinet Bayangan Indonesia Dibentuk? Ini Latar Belakang, Anggota, dan Targetnya

1 September 2026
Review Gol Peralta Bawa Persib Melaju Ke Fase Grup Acl Two

Gol Menit Akhir Peralta Antar PERSIB ke Fase Grup ACL Two 2026/2027

1 September 2026
Caption foto: Prosesi pemasangan tanda pangkat Komisaris Polisi (Kompol) Pengabdian kepada Kapolsek Srandakan dalam upacara kenaikan pangkat di halaman Mako Polres Bantul, Selasa (1/9/2026) pagi. Kenaikan pangkat tersebut diberikan sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian menjelang masa purna bakti.

Kapolsek Srandakan AKP Jumadi Naik Pangkat Jadi Kompol Pengabdian Jelang Pensiun

1 September 2026
Kabinet Bayangan Indonesia

Kabinet Bayangan Indonesia Siapa Saja? Ini Daftar 15 Anggota dan Tugas Pengawasannya

1 September 2026

Popular Story

: Penguatan potensi komoditas lokal dan intervensi berbasis data lapangan merupakan strategi krusial dalam memacu hilirisasi ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah transmigrasi. Pemkab Parigi Moutong pertajam profiling kawasan Bahari Raya, Rabu (26/8/2026).
Pemerintah

Pemkab Parigi Moutong Fokus Tingkatkan Profil Komoditas Unggulan di Kawasan Transmigrasi Bahari

by Wawan
27 August 2026
0

Headline.co.id, Parigi Moutong ~ Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong berupaya memperkuat profil komoditas...

Read moreDetails

Kapolda Kalteng: Penanganan Karhutla di Tumbang Nusa Berhasil Dikendalikan

Pemadaman Kebakaran Hutan di Sungai Guntung Hilir Terus Dilanjutkan

Kualitas Udara Pekanbaru Membaik, Peluang Hujan Masih Ada

Li Claudia Pantau Drainase dan PJU, Upaya Atasi Banjir dan Penerangan Jalan

Jadwal Timnas U20 Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-20 2027: Indonesia Hadapi Malaysia, Laos, dan Australia di Grup H

Aceh Tamiang Fokus Maksimalkan Serapan TKD untuk Pemulihan Pascabencana

Juventus Pertahankan Rekor Sempurna Usai Kalahkan Parma 2-0

Kemenpar Promosikan Wisata Selam Maratua ke Pasar Malaysia dan Singapura

Diskusi IAD Batang Dorong Penguatan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan

Prev Next
Headline.co.id


Headline.co.id (Headline Media Indonesia) merupakan situs berita Headline menyediakan berbagai macam informasi yang update dan terpercaya. Izin Kominfo No TDPSE : 007022.01/DJAI.PSE/08/2022 PB-UMKU: 120000073262700000001

  • Kebijakan Editorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Koreksi Ralat
  • Redaksi
  • Pasang Iklan

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.