Headline.co.id, Para Petani Di Desa Kualu ~ Kabupaten Kampar, Riau, merasakan manfaat signifikan dari penggunaan pupuk Fly Ash Bottom Ash (FABA) dalam budidaya pepaya California. Pupuk ini, yang merupakan hasil sampingan dari pembakaran batu bara di PLTU Tenayan Raya, Pekanbaru, terbukti meningkatkan hasil panen dan kualitas buah. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya PT PLN (Persero) untuk mendukung pertanian berkelanjutan dengan memanfaatkan limbah industri.
Menurut Ketua Kelompok Tani Kualu, Suryadi, penggunaan pupuk FABA telah meningkatkan produktivitas lahan mereka. “Sebelumnya, hasil panen kami tidak terlalu memuaskan. Namun, setelah menggunakan pupuk FABA, kami melihat peningkatan yang signifikan dalam ukuran dan kualitas buah pepaya,” ujarnya. Suryadi menambahkan bahwa pupuk ini juga membantu memperbaiki struktur tanah, sehingga lebih subur dan mendukung pertumbuhan tanaman.
PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau, melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), telah mendistribusikan pupuk FABA kepada para petani di daerah tersebut. Manajer PLN Wilayah Riau, Budi Santoso, menyatakan bahwa program ini bertujuan untuk mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani. “Kami berharap dengan adanya pupuk FABA, para petani dapat meningkatkan hasil pertanian mereka dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan,” kata Budi.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Ke depan, PLN berencana untuk memperluas distribusi pupuk FABA ke wilayah lain di Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat memberikan manfaat serupa bagi petani di daerah lain, sekaligus mengurangi dampak lingkungan dari limbah industri. Dengan demikian, penggunaan pupuk FABA tidak hanya mendukung pertanian berkelanjutan tetapi juga berkontribusi pada pengelolaan limbah yang lebih baik.


















