Headline.co.id, Medan ~ Kebakaran hutan yang terjadi di dekat jalur pendakian Gunung Semeru mengharuskan petugas untuk mengawal 170 pendaki yang sedang berada di lokasi. Insiden ini terjadi pada Selasa, 25 Agustus 2026, dan memicu kekhawatiran akan keselamatan para pendaki. Petugas gabungan dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) dan relawan segera bertindak untuk memastikan evakuasi berjalan lancar.
Kepala BB-TNBTS, John Kenedie, menyatakan bahwa api muncul di sekitar area jalur pendakian yang sering dilalui oleh pendaki. “Kami telah menyiapkan langkah-langkah pengamanan dan evakuasi untuk memastikan keselamatan para pendaki,” ujarnya. Tim gabungan bergerak cepat untuk mengawal para pendaki turun ke pos terdekat dengan aman.
Proses evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian mengingat medan yang cukup sulit dan kondisi cuaca yang tidak menentu. Para pendaki diarahkan untuk mengikuti jalur evakuasi yang telah ditentukan oleh petugas. Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan mengenai korban jiwa atau luka-luka akibat kebakaran tersebut.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Sebagai langkah pencegahan lebih lanjut, BB-TNBTS memutuskan untuk menutup sementara jalur pendakian Gunung Semeru hingga situasi dinyatakan aman. Pihak berwenang juga akan melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab kebakaran dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang. “Kami mengimbau kepada masyarakat dan pendaki untuk selalu waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan,” tambah John Kenedie.















