Headline.co.id, Jakarta ~ Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Aceh Tamiang mengadakan kolaborasi untuk menggali kearifan lokal sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan bencana. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 25 Agustus 2026, dengan tujuan memanfaatkan pengetahuan tradisional masyarakat setempat dalam menghadapi bencana alam.
Kepala BRIN, Dr. Laksana Tri Handoko, menyatakan bahwa kearifan lokal memiliki peran penting dalam mitigasi bencana. “Kearifan lokal adalah bagian dari kekayaan budaya yang dapat digunakan untuk mengurangi risiko bencana,” ujarnya. Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kemenag Aceh Tamiang, Drs. H. Muhammad Nasir, menambahkan bahwa pemahaman masyarakat terhadap lingkungan sekitar dapat menjadi modal utama dalam menghadapi ancaman bencana.
Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat dan akademisi, untuk mendiskusikan strategi yang efektif dalam mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam program mitigasi bencana. Salah satu fokus utama adalah bagaimana tradisi dan praktik lokal dapat diadaptasi dalam sistem peringatan dini dan prosedur evakuasi.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Sebagai langkah tindak lanjut, BRIN dan Kemenag Aceh Tamiang berencana untuk menyusun panduan berbasis kearifan lokal yang dapat digunakan oleh masyarakat luas. Panduan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana, serta memperkuat sinergi ilmu pengetahuan modern dan pengetahuan tradisional.

















