Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah Indonesia melaporkan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra mulai menunjukkan tanda-tanda terkendali. Namun, kewaspadaan tetap dijaga untuk mengantisipasi kemunculan asap yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Minggu, 23 Agustus 2026.
Menurut BNPB, meskipun intensitas kebakaran telah menurun, potensi munculnya asap masih ada, terutama jika kondisi cuaca kembali kering. “Kami terus memantau situasi dan siap mengambil tindakan cepat jika diperlukan,” ujar Kepala BNPB, Doni Monardo. Ia menambahkan bahwa koordinasi dengan berbagai instansi terkait terus dilakukan untuk memastikan penanganan yang efektif.
Sebagai bagian dari upaya penanganan, Kementerian Perhubungan telah memfasilitasi izin bagi 35 pesawat asing yang akan digunakan untuk operasi pemadaman kebakaran. Pesawat-pesawat ini diharapkan dapat membantu mempercepat proses pemadaman di area yang sulit dijangkau oleh tim darat. “Kami berterima kasih atas dukungan internasional yang diberikan,” kata Doni.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Selain itu, pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang. Sosialisasi mengenai bahaya karhutla dan langkah-langkah pencegahan terus digalakkan di berbagai daerah. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan dampak karhutla dapat diminimalisir dan kualitas udara dapat segera pulih.


















