Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) mempercepat proses perbaikan hunian sementara (huntara) di Desa Padasari, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Langkah ini diambil setelah terdeteksi adanya pergerakan tanah di beberapa titik lokasi yang mempengaruhi stabilitas bangunan.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menyatakan bahwa hasil pemantauan lapangan menunjukkan masih ada area yang tanahnya belum stabil sepenuhnya. Pergerakan tanah yang terjadi di ujung kawasan huntara menyebabkan beberapa bangunan mengalami retakan, sehingga memerlukan penanganan segera. “Kami berkomitmen untuk mempercepat perbaikan demi keselamatan warga,” ujar Dody dalam keterangannya pada Rabu (10/6/2026).
Kementerian PU menargetkan enam unit huntara yang terdampak dapat kembali ditempati dalam waktu dua hari setelah pemeliharaan selesai. “Kami memastikan perbaikan terus dilakukan agar warga dapat kembali menempati hunian dengan aman,” kata Dody.
Perbaikan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan keselamatan menjadi prioritas utama dalam penanganan pascabencana. Kementerian PU menekankan bahwa pembangunan hunian bagi korban bencana tidak hanya berfokus pada penyediaan tempat tinggal sementara, tetapi juga mempertimbangkan kondisi geologis dan risiko kebencanaan jangka panjang.
Saat ini, huntara yang dibangun oleh Kementerian PU telah menampung sekitar 456 kepala keluarga yang tersebar di 38 blok, dengan masing-masing blok terdiri dari 12 unit hunian. Selain menyediakan tempat tinggal sementara yang layak, kawasan tersebut juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung seperti jaringan listrik, pasokan air bersih, masjid, balai warga, pos kesehatan, hingga lapangan mini soccer untuk mendukung aktivitas sosial masyarakat.
Melalui perbaikan yang sedang berlangsung, pemerintah berharap seluruh fasilitas hunian dapat kembali berfungsi optimal sehingga warga terdampak bencana memperoleh tempat tinggal yang aman dan nyaman selama proses pemulihan berlangsung.






















