Headline.co.id, Pontianak ~ Pemerintah Kota Pontianak memutuskan untuk kembali memberlakukan pembelajaran daring bagi siswa di wilayahnya. Keputusan ini diambil menyusul kondisi kualitas udara yang belum menunjukkan perbaikan signifikan. Langkah ini diambil untuk melindungi kesehatan para pelajar dari dampak buruk polusi udara yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan di sekitar Kalimantan Barat.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyatakan bahwa kebijakan ini akan berlaku hingga kualitas udara dinyatakan aman. “Kami tidak ingin mengambil risiko terhadap kesehatan anak-anak kita. Oleh karena itu, pembelajaran daring menjadi solusi sementara,” ujar Edi. Ia menambahkan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan kualitas udara dan akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut.
Kualitas udara di Pontianak telah mencapai level yang mengkhawatirkan dalam beberapa pekan terakhir. Data dari Dinas Lingkungan Hidup setempat menunjukkan bahwa indeks standar pencemar udara (ISPU) berada pada kategori tidak sehat. Kondisi ini diperparah oleh musim kemarau yang berkepanjangan, sehingga memperburuk situasi kebakaran hutan dan lahan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Selain memberlakukan pembelajaran daring, Pemkot Pontianak juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker jika terpaksa keluar rumah. Pemerintah setempat berharap agar kondisi ini segera membaik dan aktivitas belajar mengajar dapat kembali normal. “Kami berharap semua pihak dapat bekerja sama untuk mengatasi masalah ini,” tutup Edi.


















