Headline.co.id, Manggarai Timur ~ NTT – Personel Polres Manggarai Timur berhasil menyalurkan bantuan sosial ke Kampung Tango Bali, Desa Lencur, Kecamatan Lamba Leda Utara, meski harus menempuh perjalanan selama lima jam melewati medan yang sulit. Jalan yang terputus, longsoran tanah, dan bebatuan yang menutup akses tidak menghalangi upaya mereka untuk menjangkau masyarakat terdampak bencana di daerah tersebut.
Perjalanan menuju Kampung Tango Bali tidaklah mudah. Personel Polres Manggarai Timur harus menghadapi berbagai rintangan, termasuk jembatan yang rusak dan jalan yang tertutup material longsor. Namun, dengan semangat gotong royong bersama masyarakat setempat, mereka berhasil membuka jalan agar bantuan dapat segera sampai ke tangan warga yang membutuhkan.
Setibanya di lokasi, kondisi masyarakat terlihat memprihatinkan dengan sekitar 30 rumah warga dilaporkan hancur total akibat bencana. Bantuan sosial yang dibawa oleh personel Polres Manggarai Timur diserahkan langsung kepada masyarakat terdampak, memberikan dukungan moral bagi para penyintas yang masih berupaya bangkit setelah bencana.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Plh. Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Sajimin, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa langkah yang diambil oleh personel Polres Manggarai Timur menunjukkan komitmen Polri untuk hadir di wilayah yang sulit dijangkau. “Tidak ada masyarakat yang boleh merasa sendiri atau ditinggalkan hanya karena berada di wilayah yang sulit dijangkau. Ketika ada warga yang membutuhkan bantuan, Polri akan berupaya semaksimal mungkin untuk hadir,” ujar Sajimin.
Kombes Sajimin juga mengapresiasi semangat gotong royong polisi dan masyarakat dalam menghadapi tantangan di lapangan. “Kami mengapresiasi personel Polres Manggarai Timur dan masyarakat yang bersama-sama menghadapi kendala di lapangan. Ini merupakan wujud nyata kepedulian dan semangat kemanusiaan Polri,” tambahnya.
Bagi warga Kampung Tango Bali, kehadiran personel Polres Manggarai Timur membawa arti lebih dari sekadar bantuan. Di tengah rumah-rumah yang rusak dan akses yang terputus, kehadiran polisi menjadi pesan bahwa mereka tidak menghadapi bencana seorang diri. Perjalanan selama lima jam tersebut menjadi bukti bahwa pelayanan kemanusiaan Polri tidak mengenal batas medan.




















