Headline.co.id, Jakarta ~ (Kemenag) — Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad saw., Kementerian Agama (Kemenag) mengundang masyarakat untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah saw. melalui kegiatan selawat dan keteladanan. Acara bertajuk Gema Selawat Kebangsaan ini menargetkan partisipasi 1.781.945 peserta dari seluruh Indonesia untuk berselawat bersama.
Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama, Muchlis M. Hanafi, menjelaskan bahwa Gema Selawat Kebangsaan dirancang sebagai wadah untuk menghidupkan tradisi selawat sekaligus meneladani akhlak Rasulullah saw. dalam kehidupan sehari-hari. “Rabiulawal adalah momentum untuk memperbanyak selawat dan memperkuat kecintaan kepada Rasulullah saw. Namun, cinta tidak cukup hanya dengan selawat. Cinta harus diwujudkan dalam keteladanan dengan menghadirkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan: kasih sayang, persaudaraan, kepedulian, dan kecintaan kepada tanah air,” ujar Muchlis di Jakarta, Minggu (23/8/2026).
Muchlis menambahkan bahwa angka target 1.781.945 peserta dipilih sebagai simbol dari tanggal kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945. Angka ini juga mengandung pesan bahwa kecintaan kepada Rasulullah dapat menjadi energi spiritual untuk menjaga persatuan dan kecintaan kepada tanah air. “Selawat untuk negeri berarti menghadirkan nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah saw. dalam merawat Indonesia. Semangat berselawat harus mendorong kita membangun kehidupan yang damai, adil, saling menghormati, dan penuh kepedulian terhadap sesama,” jelasnya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Selain itu, Gema Selawat Kebangsaan juga diharapkan menjadi ikhtiar spiritual untuk menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana, seperti gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan kebakaran hutan di Kalimantan. Salah satu kegiatan utama dalam rangkaian ini adalah pembacaan dan khataman Dalā’il al-Khayrāt, karya Imam Muhammad bin Sulaiman al-Jazuli. Kitab ini telah menjadi bagian dari tradisi keagamaan umat Islam Indonesia dan akan dibaca secara bertahap selama satu pekan.
Peluncuran Gema Selawat Kebangsaan dijadwalkan pada 26 Agustus 2026, menandai dimulainya gerakan nasional yang melibatkan berbagai elemen masyarakat untuk menyemarakkan Rabiulawal dengan selawat dan keteladanan Rasulullah. Muchlis menekankan bahwa acara ini sejalan dengan perhatian Menteri Agama Nasaruddin Umar untuk menghadirkan kehidupan keagamaan yang damai dan penuh persaudaraan. “Dengan semangat ‘Selawat untuk Negeri, Teladan Nabi untuk Indonesia’, kami mengajak masyarakat menjadikan Rabiulawal sebagai momentum untuk menghidupkan teladan Rasulullah saw. Semoga gema selawat dari berbagai penjuru Indonesia menjadi gema cinta kepada Rasulullah, cinta kepada sesama, dan cinta kepada negeri,” pungkas Muchlis.


















