Headline.co.id, Pelalawan ~ Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau telah melanda delapan lokasi dengan total luas area terdampak mencapai 783 hektare. Kerumutan menjadi wilayah dengan dampak terluas, menimbulkan kekhawatiran terhadap habitat satwa liar, termasuk harimau Sumatra. Informasi ini disampaikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Menurut laporan BPBD Riau, kebakaran ini tidak hanya mengancam ekosistem tetapi juga meningkatkan risiko kesehatan bagi masyarakat setempat akibat asap yang dihasilkan. Pihak berwenang telah mengerahkan tim pemadam kebakaran untuk memadamkan api dan mencegah penyebaran lebih lanjut. “Kami terus berupaya mengendalikan situasi agar tidak semakin meluas,” ujar seorang pejabat BPBD Riau.
Selain Kerumutan, beberapa daerah lain yang terdampak lain adalah Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Siak. Upaya pemadaman dilakukan dengan mengerahkan helikopter water bombing dan peralatan pemadam lainnya. Pemerintah daerah juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan penanganan yang cepat dan efektif.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Langkah-langkah pencegahan lebih lanjut sedang direncanakan, termasuk patroli rutin dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya pembakaran lahan. Pemerintah Provinsi Riau berharap dengan adanya tindakan ini, kejadian serupa dapat diminimalisir di masa mendatang. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan,” tambah pejabat tersebut.
















