Headline.co.id, Jakarta ~ 14 Agustus 2026 – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berupaya memperkuat pasar wisata premium dalam negeri dengan menggelar acara Luxury Business Networking di Bandung. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pilihan perjalanan berkualitas bagi wisatawan nusantara dan menjaga agar belanja wisata masyarakat Indonesia tetap berada di dalam negeri. Acara ini mempertemukan pelaku industri pariwisata premium dengan pengambil keputusan perjalanan kelas atas untuk membuka akses pasar dan membangun kerja sama bisnis yang lebih konkret.
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, menjelaskan bahwa dinamika geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global memengaruhi pola perjalanan masyarakat, termasuk keputusan wisatawan Indonesia dalam merencanakan perjalanan ke luar negeri. Kondisi ini membuka peluang bagi industri pariwisata nasional untuk menawarkan pengalaman wisata premium di berbagai destinasi Indonesia sebagai alternatif perjalanan berkualitas.
Sepanjang 2025, pergerakan wisatawan nusantara mencapai 1,20 miliar perjalanan, tumbuh 17,53 persen. Tren ini berlanjut pada semester I 2026 dengan 630,41 juta perjalanan, meningkat 2,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ni Made Ayu menekankan pentingnya diversifikasi produk dan pengalaman wisata untuk memenuhi kebutuhan segmen wisatawan yang mengutamakan kualitas layanan, kenyamanan, privasi, keunikan pengalaman, dan personalisasi perjalanan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Erwita Dianti, menyatakan bahwa acara ini menghadirkan 11 sellers industri pariwisata premium dan sekitar 25 buyers dalam format pertemuan bisnis yang terfokus. Sellers tersebut mencakup penyedia akomodasi seperti Archipelago Hotels dan Padma Hotel Bandung, penyedia transportasi seperti Mosalaki Phinisi dan PT KAI Wisata, serta penyedia paket pengalaman premium dari Citilink Indonesia. Melalui format diskusi rotasi meja yang dilanjutkan dengan networking dinner, peserta dapat membahas kebutuhan pasar, karakter produk, serta peluang kerja sama secara lebih mendalam.
Penguatan pasar wisata premium domestik diharapkan dapat memperluas pilihan perjalanan berkualitas bagi wisatawan Indonesia sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari setiap perjalanan. Dengan semakin banyak produk premium yang dapat dinikmati di dalam negeri, belanja wisata berpotensi memberikan manfaat lebih besar bagi industri pariwisata, pelaku usaha lokal, tenaga kerja, dan perekonomian di destinasi. Langkah ini juga merupakan bagian dari pengembangan pariwisata berkualitas yang tidak hanya bertumpu pada peningkatan jumlah perjalanan, tetapi juga pada kualitas pengalaman dan nilai tambah ekonomi.





















