Headline.co.id, Kendal ~ SLEMAN – Dalam laga uji tanding melawan Persita Tangerang, PSS Sleman memanfaatkan kesempatan ini untuk menguji ketahanan fisik dan chemistry tim. Pelatih Pieter Huistra bersama jajaran pelatih memberikan kesempatan bermain selama 60 menit kepada setiap pemain, dengan format pertandingan 2×45 menit ditambah 30 menit. Durasi ini lebih panjang dibandingkan uji tanding sebelumnya melawan Kendal Tornado FC.
Pieter Huistra menilai bahwa para pemain mampu bermain dengan intensitas tinggi melawan tim yang berada pada level kompetisi yang sama. “Hari ini, dalam pertandingan uji coba ini, kami selalu menetapkan target tertentu. Hal terpenting hari ini adalah semua pemain bermain selama 60 menit. Di pertandingan sebelumnya mereka bermain 45 menit, dan sekarang mereka bermain 60 menit,” ujarnya di Stadion Maguwoharjo setelah pertandingan usai, Sabtu (15/08/2026) sore WIB.
Pada uji tanding kedua pramusim ini, tim pelatih Super Elja membagi pemain ke dalam dua tim untuk memantau perkembangan dan menjaga ritme pertandingan. Kedua tim dinilai tampil kompetitif dan mendapatkan pengalaman berharga dari lawan. “Kami membagi pemain menjadi dua tim, dan senang melihat kedua tim tampil kompetitif serta bermain cukup baik—mengingat ini baru pertandingan kedua. Jadi, menurut saya ini adalah minggu yang baik dengan segala latihan keras yang telah dijalani,” tambahnya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Chemistry tim yang terbangun dengan baik juga menjadi perhatian Pieter Huistra. Kolaborasi pemain lama dan baru membantu adaptasi yang cepat. “Para pemain lama mengambil peran sebagai pemimpin, membantu pemain baru beradaptasi dengan cepat dan memiliki keberanian untuk memainkan sepak bola sesuai gaya kita,” tegasnya. Dalam pertandingan ini, PSS dan Persita bermain imbang 1-1, dengan gol PSS dicetak oleh Gustavo Tocantins di babak pertama. “Pertandingan hari ini bukan soal skor, tetapi mengenai kebugaran fisik, adaptasi gameplan, dan mentalitas pemain,” pungkas Pieter Huistra.


















