Headline.co.id, Jakarta ~ Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa keuntungan yang diperoleh dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan dialokasikan untuk mendukung program hilirisasi dan integrasi tambang. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah acara di Jakarta pada Jumat, 14 Agustus 2026. Presiden menekankan pentingnya penggunaan keuntungan BUMN untuk meningkatkan nilai tambah produk tambang Indonesia melalui proses hilirisasi.
Dalam pidatonya, Presiden Jokowi menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk memperkuat perekonomian nasional dan meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global. “Keuntungan BUMN harus digunakan untuk hal-hal yang strategis, salah satunya adalah hilirisasi dan integrasi tambang,” ujar Presiden. Ia menambahkan bahwa dengan mengolah bahan mentah menjadi produk jadi, Indonesia dapat memperoleh nilai tambah yang lebih besar.
Presiden juga menyoroti pentingnya integrasi tambang untuk memastikan efisiensi dan keberlanjutan industri pertambangan di Indonesia. Menurutnya, integrasi ini akan menciptakan sinergi berbagai sektor industri yang terkait, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan mengurangi ketergantungan pada impor bahan baku. “Kita harus memastikan bahwa setiap langkah yang kita ambil dapat memberikan manfaat maksimal bagi perekonomian kita,” tambahnya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah berencana untuk memperkuat regulasi dan kebijakan yang mendukung hilirisasi dan integrasi tambang. Presiden Jokowi berharap bahwa dengan langkah-langkah ini, Indonesia dapat menjadi pemain utama dalam industri pertambangan global. “Kita harus berani mengambil langkah besar untuk masa depan yang lebih baik,” tutup Presiden dalam pidatonya.



















