Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk memperkuat kedaulatan kecerdasan buatan (AI) dengan fokus pada pengembangan talenta dan ekosistem yang mendukung. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap perkembangan pesat teknologi AI di tingkat global. Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate, menekankan pentingnya membangun ekosistem AI yang kuat dan berkelanjutan di Indonesia. “Kita harus memastikan bahwa talenta lokal kita siap bersaing di kancah internasional,” ujarnya dalam sebuah acara di Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026.
Pengembangan talenta menjadi salah satu prioritas utama dalam strategi ini. Pemerintah berencana untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui berbagai program pelatihan dan pendidikan. Selain itu, kolaborasi dengan institusi pendidikan dan industri teknologi juga akan diperkuat. “Kita perlu menciptakan lebih banyak peluang bagi generasi muda untuk belajar dan berinovasi dalam bidang AI,” tambah Johnny.
Di sisi lain, ekosistem AI yang kondusif juga menjadi fokus utama. Pemerintah berencana untuk menyediakan infrastruktur yang memadai dan regulasi yang mendukung inovasi. Hal ini termasuk pengembangan pusat data dan jaringan internet yang andal. “Kita harus memastikan bahwa regulasi kita tidak menghambat inovasi, tetapi justru mendorong pertumbuhan teknologi,” jelas Johnny.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah akan membentuk tim khusus yang bertugas untuk merumuskan kebijakan dan strategi pengembangan AI di Indonesia. Tim ini akan bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk akademisi, pelaku industri, dan komunitas teknologi. “Kita harus bekerja bersama untuk mencapai kedaulatan AI yang kita inginkan,” pungkas Johnny. Dengan langkah-langkah ini, Indonesia berharap dapat menjadi pemain utama dalam industri AI di masa depan.

















