Headline.co.id, Banyumas ~ JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan terbaru terkait bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia selama periode 9 hingga 10 Agustus 2026. Musim kemarau yang sedang berlangsung menjadi pemicu utama bencana hidrometeorologi kering ini.
Di wilayah barat Indonesia, kebakaran hutan terjadi di Gampong Lamsim/Cot Pukat, Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Peristiwa ini terjadi pada Minggu (9/8) sekitar pukul 10.44 WIB. BPBD Kabupaten Aceh Besar mengerahkan empat unit pemadam kebakaran dan 12 personel untuk memadamkan api yang menghanguskan satu hektare lahan. Api berhasil dipadamkan pada pukul 12.55 WIB.
Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kebakaran lahan dilaporkan di Kecamatan Manggar pada Minggu (9/8) pukul 09.00 WIB. Kebakaran ini dipicu oleh aktivitas pembersihan lahan yang meluas. Di Desa Padang, kebakaran melanda 0,29 hektare lahan, sementara di Desa Kurnia Jaya, Kabupaten Belitung Timur, dua hektare lahan terbakar. Tim TRC-PB BPBD Belitung Timur mengerahkan empat personel untuk memadamkan api, yang berhasil dipadamkan pada pukul 09.45 WIB. Proses pendinginan telah selesai, dan situasi saat ini terkendali.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Di Pulau Jawa, kebakaran hutan dan lahan dilaporkan di tiga provinsi: Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Di Jawa Barat, kebakaran terjadi di Desa Bunihayu, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, pada Minggu (9/8) pukul 16.00 WIB. Kebakaran ini dipicu oleh pembakaran sampah yang merambat ke kebun bambu, menghanguskan dua hektare lahan. BPBD Kabupaten Subang bersama tim Tagana, Damkar, TNI, Polri, dan masyarakat berhasil memadamkan api pada malam hari.
Di Jawa Tengah, kebakaran terjadi di Kabupaten Jepara dan Banyumas. Di Jepara, dua hektare lahan di Desa Keling, Kecamatan Keling, terbakar pada Sabtu (8/8) pukul 18.30 WIB. Api diduga berasal dari pembakaran sampah dan serasah. Meskipun lokasi yang curam dan sulit diakses, api berhasil dipadamkan oleh tim gabungan dari BPBD Kabupaten Jepara dan beberapa instansi lainnya pada pukul 22.30 WIB. Sementara itu, di Banyumas, tiga hektare lahan di Desa Kasegeran, Kecamatan Cilongok, terbakar pada Minggu (9/8) pukul 11.00 WIB dan berhasil dipadamkan pada pukul 17.38 WIB.
Di Jawa Timur, kebakaran dilaporkan dari kawasan Gunung Bromo dan Kabupaten Jember. Di Gunung Bromo, total 520 hektare lahan terbakar, termasuk vegetasi cemara gunung, mentingen, akasia, dan semak belukar. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menutup sementara seluruh pintu masuk wisata Gunung Bromo sejak 8 Agustus 2026 pukul 22.00 WIB hingga batas waktu yang belum ditentukan. Di Kabupaten Jember, kebakaran terjadi di Gunung Watangan, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, menghanguskan 6,5 hektare lahan pada Sabtu (8/8) sekitar pukul 20.07 WIB.
BNPB mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi kekeringan dan kekurangan air bersih dengan menyimpan cadangan air, menggunakan air secara bijak, dan memperbaiki keran atau pipa yang bocor. Selain itu, masyarakat diingatkan untuk tidak melakukan pembakaran sampah atau membuka lahan dengan cara membakar guna mencegah karhutla. Masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada terhadap bencana geologi seperti gempa bumi dan menyiapkan tas siaga bencana sebagai langkah kesiapsiagaan. Informasi terbaru dapat dipantau melalui sumber resmi seperti BNPB, BPBD, dan BMKG.

















