Headline.co.id, Padang ~ Sebanyak 24 pemerintah kota anggota Komisariat Wilayah I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) berkumpul di Kota Padang untuk memperkuat kolaborasi mitigasi bencana di wilayah Sumatra. Pertemuan diawali dengan welcome dinner yang digelar Wali Kota Padang Fadly Amran di Hotel Santika Padang, Selasa (29/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi rangkaian menuju Seminar Kebencanaan Komwil I APEKSI yang berlangsung di Padang pada Rabu (30/9/2026). Forum ini digelar untuk memperkuat kesiapsiagaan pemerintah kota dalam menghadapi beragam risiko bencana, mulai dari gempa bumi, banjir, hingga bencana hidrometeorologi.
Kolaborasi antarkota menjadi fokus utama dalam pertemuan tersebut. Pemerintah kota didorong untuk berbagi pengalaman mengenai mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, serta pemulihan setelah bencana.
Penguatan kerja sama dinilai penting karena ancaman bencana di wilayah Sumatra memiliki karakter yang beragam. Melalui forum APEKSI, pemerintah kota dapat bertukar pengalaman mengenai penanganan bencana, mekanisme koordinasi, pemanfaatan sumber daya, serta strategi rehabilitasi dan rekonstruksi.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Pengalaman Padang Menjadi Pembelajaran
Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan, pengalaman Kota Padang menghadapi gempa bumi pada 2009 dan bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025 dapat menjadi pembelajaran bagi pemerintah kota lainnya.
Menurut Fadly, penanggulangan bencana tidak dapat dilakukan oleh pemerintah daerah secara sendiri-sendiri. Koordinasi antarkota diperlukan untuk memperkuat kapasitas pemerintah, baik ketika memasuki fase tanggap darurat maupun saat melaksanakan rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Forum ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi antarkota di wilayah Sumatra dalam mitigasi dan penanggulangan risiko bencana secara bersama,” ujar Fadly.
Ia menilai peningkatan potensi bencana dalam beberapa tahun terakhir menuntut pemerintah kota memiliki kesiapsiagaan yang lebih kuat. Kesiapan tersebut tidak hanya dibangun melalui penguatan kapasitas internal, tetapi juga dengan membentuk jejaring kerja sama yang dapat diaktifkan ketika terjadi bencana.
Fadly mengatakan pengalaman setiap kota merupakan sumber pembelajaran penting. Praktik penanganan bencana dan sistem koordinasi yang telah dijalankan di suatu daerah dapat menjadi bahan pertukaran pengetahuan bagi daerah lain.
Hal yang sama berlaku untuk pemanfaatan sumber daya dan strategi pemulihan pascabencana. Pertukaran pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapan masing-masing pemerintah kota dalam menghadapi kondisi darurat.
APEKSI Dorong Peringatan Dini dan Latihan
Direktur Eksekutif APEKSI Alwis Rustam mengapresiasi Kota Padang yang menjadi tuan rumah Seminar Kebencanaan Komwil I APEKSI 2026. Ia mengatakan APEKSI terus mendorong pemerintah kota meningkatkan kesiapsiagaan bencana.
Upaya tersebut dilakukan lain melalui penguatan sistem peringatan dini dan pelaksanaan latihan kebencanaan. Menurut Alwis, kesiapan pemerintah kota diperlukan agar penanganan tidak berhenti pada respons terhadap bencana di wilayah masing-masing.
Pemerintah kota juga diharapkan mampu memberikan dukungan ketika daerah lain menghadapi kondisi darurat. Dengan demikian, kerja sama antarkota dapat berjalan ketika diperlukan.
“Kesiapsiagaan harus dibangun dalam kondisi normal, sehingga ketika bencana terjadi setiap daerah sudah memiliki kapasitas dan mekanisme untuk saling mendukung,” katanya.
Seminar Perkuat Jejaring Antarpemerintah Kota
Seminar Kebencanaan Komwil I APEKSI di Padang menjadi ruang untuk memperdalam pembahasan mengenai pengurangan risiko bencana. Pertemuan itu sekaligus diarahkan untuk memperkuat jejaring antarpemerintah kota di Sumatra.
Selain Alwis Rustam, kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Komwil I APEKSI Muhammad Sofyan dan para delegasi dari 24 kota anggota Komwil I APEKSI. Hadir pula Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, jajaran asisten, serta pimpinan organisasi perangkat daerah Pemerintah Kota Padang.
Ketua LKAAM Sumatra Barat Fauzi Bahar turut menghadiri kegiatan tersebut. Fauzi Bahar juga pernah menjabat sebagai Wali Kota Padang pada periode 2004–2014.
Rangkaian kegiatan di Padang menempatkan mitigasi dan penanggulangan risiko bencana sebagai agenda bersama pemerintah kota di Sumatra. Kolaborasi tersebut mencakup kesiapan sebelum bencana, dukungan saat tanggap darurat, hingga pemulihan setelah bencana.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.
















