Headline.co.id, Jakarta ~ Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda sejumlah daerah di Indonesia tanggal 8 hingga 10 Agustus 2026. Berdasarkan laporan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), insiden ini terjadi di Kabupaten Klaten, Kabupaten Magetan, Kabupaten Jombang, dan Kabupaten Seram Bagian Timur. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini dan api berhasil dipadamkan.
Di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, kebakaran terjadi di puncak Bukit Pindul, Desa Gunung Gajah, Kecamatan Bayat, pada Senin (10/8) sekitar pukul 00.09 WIB. Kebakaran yang diduga akibat pembakaran serasah ini menghanguskan sekitar dua hektare lahan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten, bersama relawan dan warga setempat, berhasil memadamkan api pada pukul 01.15 WIB.
Sementara itu, di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, kebakaran melanda wilayah Gunung Bungkuk, Kecamatan Parang, pada Minggu (9/8). Kebakaran yang masih dalam penyelidikan penyebabnya ini menghanguskan sekitar lima hektare lahan. Tim gabungan dari BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Magetan, dan unsur terkait lainnya berhasil memadamkan api pada hari yang sama sekitar pukul 23.00 WIB.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Di Kabupaten Jombang, kebakaran terjadi di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, pada Minggu (9/8) sekitar pukul 10.50 WIB. Kebakaran ini diduga berasal dari sisa pembakaran sampah yang tidak diawasi. Tim gabungan dari BPBD dan Damkar Jombang berhasil memadamkan api pada Senin (10/8).
Di Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku, kebakaran terjadi di kawasan bukit sepanjang Lorong Afghanistan hingga Jalan Pendopo, Dusun Waililan, Negeri Bula, Kecamatan Bula, pada Sabtu (8/8) sekitar pukul 20.25 WIT. Kondisi semak belukar yang kering dan angin kencang mempercepat penyebaran api. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD setempat menghadapi medan yang sulit, namun berhasil memadamkan api pada Senin (10/8) sekitar pukul 22.35 WIT.
BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, terutama selama musim kemarau. Masyarakat diingatkan untuk tidak melakukan pembakaran sampah atau lahan sembarangan dan segera melaporkan titik api kepada aparat setempat. Pencegahan sejak dini sangat penting untuk menjaga keselamatan dan kelestarian lingkungan.














