Headline.co.id, Jakarta ~ Erling Haaland menjadi pemain Fantasy Premier League paling populer menjelang dimulainya liga utama Inggris musim 2026/27. Penyerang Manchester City tersebut telah dipilih oleh 75,2 persen manajer FPL setelah mengumpulkan poin tertinggi pada musim lalu. Tingginya harga Haaland tidak mengurangi minat pengguna karena produktivitas gol dan kontribusi serangannya dinilai mampu memberikan keuntungan besar sejak Gameweek 1.
Para manajer FPL masih memiliki kesempatan untuk menyusun ulang tim sebelum pertandingan pertama liga utama Inggris digelar. Perubahan pemain dapat dilakukan tanpa batas hingga tenggat Gameweek 1 pada Sabtu, 22 Agustus 2026, pukul 00.30 WIB.
Selain Haaland, dua pemain Manchester City lainnya, Marc Guehi dan Nico O’Reilly, juga masuk dalam daftar pilihan terpopuler menjelang liga utama Inggris musim baru. Performa konsisten ketiganya pada musim 2025/26 menjadi pertimbangan utama pengguna saat menyusun komposisi awal.
“Inilah saatnya para manajer Fantasy Premier League mulai menyesuaikan tim mereka menjelang akhir pekan pertama liga utama Inggris di musim 2026/27,” demikian panduan menjelang dimulainya Gameweek 1.
Erling Haaland Dipilih 75,2 Persen Manajer FPL
Haaland tetap menjadi pilihan utama meskipun dibanderol dengan harga £15,5 juta. Nilai tersebut membuat penyerang asal Norwegia itu tercatat sebagai pemain termahal sepanjang sejarah Fantasy Premier League.
Harga tinggi tersebut merupakan konsekuensi dari performanya sepanjang musim lalu. Haaland mengumpulkan 239 poin FPL, lebih banyak dibandingkan pemain lain dalam permainan tersebut.
Ia juga menempati posisi teratas dalam kategori kontribusi serangan dengan tambahan 35 poin. Catatan itu memperlihatkan besarnya pengaruh Haaland terhadap produktivitas Manchester City sekaligus potensi perolehan poin bagi manajer FPL.
Kepemilikan Haaland yang telah mencapai 75,2 persen menunjukkan mayoritas pengguna memilih strategi aman dengan memasukkan pemain paling produktif. Tidak memiliki Haaland dapat menjadi risiko apabila sang penyerang langsung mencetak gol dalam pertandingan pembuka.
Namun, harga £15,5 juta juga memaksa manajer mengatur anggaran secara lebih ketat. Pemilihan Haaland dapat mengurangi kemampuan untuk membeli pemain premium di posisi lain, terutama gelandang dan penyerang.
Manajer FPL harus menyeimbangkan biaya tinggi tersebut dengan memilih sejumlah pemain berharga menengah atau murah. Strategi tersebut diperlukan agar seluruh posisi tetap diisi pemain yang berpeluang mendapatkan menit bermain secara reguler.
Marc Guehi Menawarkan Poin dari Pertahanan dan Serangan
Marc Guehi menjadi pemain bertahan populer dengan tingkat kepemilikan mencapai 24,7 persen. Pemain internasional Inggris tersebut dibanderol seharga £6 juta menjelang musim 2026/27.
Guehi mengumpulkan 179 poin pada musim lalu. Hanya satu pemain bertahan yang mampu mencatatkan jumlah poin lebih tinggi darinya.
Perolehan poin tersebut berasal dari kontribusi yang relatif lengkap. Guehi mencatatkan 14 clean sheet, tiga gol, lima assist, 22 poin kontribusi defensif, dan 14 poin bonus.
Catatan tiga gol dan lima assist menunjukkan bahwa potensi Guehi tidak hanya bergantung pada keberhasilan tim menjaga gawang tetap aman. Ia juga memiliki peluang menghasilkan poin melalui keterlibatannya dalam serangan.
Kontribusi defensif menjadi salah satu faktor yang membuatnya menarik untuk dipilih. Pemain bertahan yang aktif melakukan intersep, sapuan, tekel, dan blok berpeluang memperoleh tambahan poin meskipun timnya gagal mencatatkan clean sheet.
Dengan harga £6 juta, Guehi dapat menjadi pilihan bagi manajer yang menginginkan bek premium tanpa mengalokasikan anggaran terlalu besar. Tingkat kepemilikannya yang tinggi juga menunjukkan kepercayaan pengguna terhadap konsistensinya.
Nico O’Reilly Jadi Pilihan Setelah Musim Terobosan
Nico O’Reilly menjadi nama lain yang banyak dipilih setelah tampil menonjol pada musim 2025/26. Bek Manchester City tersebut saat ini terdapat dalam sekitar 24 persen tim FPL.
O’Reilly mencetak lima gol, memberikan empat assist, dan membukukan 14 clean sheet pada musim lalu. Keseluruhan kontribusi tersebut menghasilkan 160 poin FPL.
Jumlah itu meningkat 129 poin dibandingkan perolehannya pada musim 2024/25. Kenaikan drastis tersebut menandai musim terobosan bagi O’Reilly sekaligus meningkatkan daya tariknya menjelang kompetisi baru.
Performa itu membuat harga O’Reilly naik menjadi £6,5 juta. Meski lebih mahal dibandingkan Guehi, kemampuannya mencetak gol dan menciptakan assist menjadi pertimbangan penting bagi para manajer.
O’Reilly menawarkan potensi poin dari dua sisi permainan. Ia dapat memperoleh poin melalui clean sheet sekaligus memberikan kontribusi ketika Manchester City membangun serangan.
Namun, manajer tetap perlu mempertimbangkan persaingan posisi dan rotasi pemain. Manchester City memiliki kedalaman skuad yang memungkinkan pelatih melakukan perubahan susunan pemain saat jadwal pertandingan semakin padat.
Strategi Menyusun Tim Menjelang Gameweek 1
Daftar pemain terpopuler dapat menjadi rujukan awal, tetapi tingkat kepemilikan tidak selalu menjamin keberhasilan. Manajer FPL tetap perlu mempertimbangkan jadwal pertandingan, kondisi kebugaran, peluang bermain, dan keseimbangan anggaran.
Haaland memberikan potensi poin besar, tetapi menyerap porsi anggaran yang sangat tinggi. Guehi menawarkan kestabilan dari sektor pertahanan, sementara O’Reilly memberikan peluang kontribusi lebih besar dalam permainan menyerang.
Pemilihan ketiganya secara bersamaan juga membutuhkan perencanaan matang. Total harga mereka mencapai £28 juta sehingga menyisakan anggaran terbatas untuk mengisi 12 posisi lainnya.
Manajer dapat memilih Haaland sebagai pemain utama sekaligus kandidat kapten, lalu menentukan salah satu dari Guehi atau O’Reilly di lini belakang. Pilihan tersebut dapat membantu menjaga keseimbangan antara pemain premium dan pemain berharga lebih terjangkau.
Batas waktu Gameweek 1 masih memberikan ruang bagi pengguna untuk memantau perkembangan pramusim. Perubahan kondisi kebugaran, posisi bermain, dan susunan utama klub dapat memengaruhi keputusan akhir.
Haaland untuk sementara masih menjadi pemain yang paling dipercaya menjelang liga utama Inggris musim 2026/27. Kendati demikian, keberhasilan dalam FPL tetap ditentukan oleh kemampuan manajer menyusun tim yang seimbang, bukan hanya mengumpulkan pemain dengan tingkat kepemilikan tertinggi.














