Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan memperkuat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi. Hal ini disampaikan dalam sebuah pernyataan resmi yang dirilis pada Senin, 3 Agustus 2026. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap dinamika ekonomi global yang terus berubah dan tantangan domestik yang dihadapi.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menyatakan bahwa stabilitas sistem keuangan tetap terjaga dengan baik meskipun ada tekanan dari luar negeri. “Kami terus memantau perkembangan ekonomi global dan domestik untuk memastikan bahwa kebijakan fiskal dan moneter tetap sejalan dengan tujuan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Sri Mulyani. Pemerintah berupaya memastikan bahwa APBN dapat menjadi instrumen yang efektif dalam mendukung berbagai program pembangunan.
Dalam upaya memperkuat APBN, pemerintah berencana untuk meningkatkan efisiensi belanja dan memperluas basis penerimaan negara. Langkah ini diharapkan dapat memberikan ruang fiskal yang lebih besar untuk mendukung program-program prioritas, termasuk pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Selain itu, pemerintah juga akan terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi.
Ke depan, pemerintah akan terus memantau kondisi ekonomi dan melakukan penyesuaian kebijakan jika diperlukan. “Kami berkomitmen untuk menjaga keseimbangan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas makroekonomi,” tambah Sri Mulyani. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan ekonomi Indonesia dapat terus tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.





















